Karantina Papua Tengah Gagalkan Penyelundupan Ayam Aduan

Petugas Karantina saat menggalkan penyelundupan ayam
MIMIKA, BM
Badan Karantina Indonesia, melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Samabusa Nabire Balai Karantina Hewan Ikan Tumbuhan (BKHIT) Papua Tengah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 28 ekor ayam aduan saat melakukan pengawasan di Pelabuhan Samabusa Nabire pada Jumat (17/05) lalu.
“Penyeludupan ayam aduan jenis philiphine dan bangkok tersebut berhasil digagalkan karena tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan karantina dari daerah asal dan juga tidak dilaporkan ke petugas karantina,” kata Kepala BKHIT Papua Tengah, Ferdy dalam keterangan persnya yang diterima BeritaMimika.com, Selasa (21/05/2024).
Menurut Ferdi, 28 ekor ayam aduan jenis philiphine dan bangkok yang tidak memiliki dokumen kesehatan hendak dibawa ke Nabire melalui KM Gunung Dempo, kemudian ditahan karena berpotensi membawa hama dan penyakit hewan yang bisa membahayakan.
Sementara itu Ketua Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) BKHIT Papua Tengah Stephanus Wahyu Nugroho menjelaskan kronologis modus penyelundupan tersebut dengan menurunkan ayam aduan menggunakan tali pada sisi luar kapal sebelum tangga kapal diturunkan ke dermaga.
Dikatakan Stephanus, pejabat yang bertugas segera mengejar pemilik ayam dan berusaha menangkap ayam yang hendak diseludupkan melalui sisi luar kapal.
“Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara pejabat yang bertugas dengan pemilik ayam, mulai dari Pelabuhan Samabusa hingga ke Teluk Makimi dengan menggunakan perahu untuk menggalkan penyelundupan tersebut,” ujar Stephanus.
Lebih lanjut Stephanus menjelaskan bahwa ayam-ayam yang gagal diseludupkan berasal dari Makassar, Manokwari, dan Sorong. Kemudian dilakukan penolakan ke daerah asal serta pembinaan terkait aturan perkarantinan terhadap pemilik.
“Kami akan terus mengimbau kepada pengguna jasa untuk tidak melakukan penyelundupan dan segera melaporkan media pembawa yang dilalulintaskan, karena pejabat karantina senantiasa memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















