Warga Kampung Pomako Diduga Dianiaya Hingga Meninggal, Ini Jawaban Kapendam

Terlihat pihak keamanan TNI-Polri saat berdialog dengan keluarga maupun kerabat korban yang melakukan pemalangan jalan

MIMIKA, BM

Pihak TNI dan Polri saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa telah terjadi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap salah seorang warga sipil di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur.

Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman.

"Informasi tersebut tidak benar dan saat ini pihak aparat keamanan baik TNI maupun Polri sedang melakukan proses penyelidikan," tegas Kapendam dalam rilisnya, Kamis malam (03/08/2023).

Dalam rilisnya, Kolonel Kav Herman mengatakan bahwa apabila dalam proses penyelidikan itu terbukti adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam kasus hilangnya nyawa orang maka akan di proses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Kami berharap dapat bersabar, apabila ada perkembangan dari hasil proses penyelidikan akan kami sampaikan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan sama-sama bisa menjaga situasi Mimika yang aman dan damai," kata Kapendam.

Diketahui bahwa meninggalnya seorang warga sipil bernama Markus Kamisopa yang diduga dianiya oleh oknum anggota TNI ini terjadi pada Rabu kemarin (02/08/2023).

Pasca kejadian kemarin ini sempat membuat arus lalu lintas menuju Pomako terhenti pasalnya jalan poros tersebut dipalang dengan menggunakan kayu bahkan membakar ban bekas.

Namun koordinasi dari pihak keamanan terhadap kelurga korban Kamis sore (03/08/2023) lokasi pemalangan dekat kediaman korban sudah dibuka sehingga arus lalu lintas kembali normal. (Ignasius Istanto)

Top