Tinggalkan 7 Anak, Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Alexander Korban Penembakan KKB Di Nduga

Isak tangis dari keluarga saat mengiringi prosesi pemakaman Alexander di TPU SP1

MIMIKA, BM

Isak tangis mengiringi kepergian Alexander Fauwawan, salah satu warga Mimika yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Sabtu (16/7).

Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika di lapangan, Senin (18/7), baik keluarga dan kerabat mengantarkan kepergian almarhum ke peristirahatan terakhirnya di TPU SP1.

Air mata berderai bukan hanya dari keluarga dan kerabat saja. Warga sekitar pun ikut merasakan duka yang mendalam.

Kepergian almarhum ini meninggalkan satu istri dan 7 anak, diantaranya 5 anak kandung dan 2 anak angkat.

Atas kejadian yang menimpa warganya, Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Kei Mimika (IK3M), Antonius Welerubun meminta kepada pihak keamanan dalam hal ini TNI-Polri untuk lebih tegas serta lebih cepat mengantisipasi kejadian susulan.

"Karena kita lihat kejadian seperti ini sudah tiga kali berturut-turut dengan korbannya warga sipil,"ungkapnya saat ditemui seusai pemakaman.

Sebagai Ketua Kerukunan Kei di Kabupaten Mimika, Welerubun meminta ketegasan TNI Polri. Jangan sampai korban serupa yang merupakan warga sipil maupun anggota TNI Polri terus berjatuhan.

Welerubun juga meminta kepada keluarga besar Kei yang ada di Nduga jika tidak ada hal yang penting atau urgen sebaiknya kembali ke daerah yang lebih aman.

"Saya pikir dimanapun tempat mencari nafkah semua sama, tapi yang lebih diutamakan itu adalah keamanan. Saya berharap persoalan yang terjadi di Nduga tidak merembet sampai ke Timika, artinya kejadian ini tidak bisa salahkan siapa-siapa melainkan ini kehendak yang maha kuasa. Kita berharap kita jaga Kabupaten Mimika dengan baik agar keamanan tetap stabil,"ungkap Anton.

Untuk diketahui almarhum Alexander Fauwawan dievakuasi dari Kabupaten Nduga ke Timika pada Sabtu (16/7) bersama dengan 10 korban lainnya.

Dari 11 korban yang dievakuasi ke Timika Sabtu (16/7), 9 orang termasuk almarhum meninggal, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan dirawat diruang IGD RSUD Mimika.

Selain almarhum Alexander yang sudah dimakamkan di TPU SP1 Mimika, 8 korban lainnya juga sudah dipulangkan Minggu (17/7) untuk dimakamkan di masing-masing kampung halaman, diantaranya 3 jenazah diterbangkan ke Selayar, 3 jenazah diterbangkannke NTT dan 1 jenazah ke Medan serta 1 jenazah ke Palu. (Ignas)

Top