Minta Uang Rp15 Juta Sebagai Syarat Administratif, Oknum Kesbangpol Mimika Juga Minta Mobil

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gery Okoare
MIMIKA, BM
Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gery Okoare mengungkapkan kekecewaannya terhadap salah seorang oknum ASN di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika.
Kekecewaan ini dikarenakan pihaknya sudah mengajukan syarat administratif lembaga menggunakan flashdisk namun hingga kini tidak kunjung selesai.
Bahkan pihaknya sudah memberikan uang senilai Rp15 juta atas permintaan oknum tersebut.
Bukan hanya uang yang diminta oleh oknum tersebut, namun kata Gery, ia juga meminta mobil namun tidak dikasih.
"Ini kita baru ungkap sebagai pengetahuan untuk publik. Permintaan uang dan mobil itu terjadi pada tahun 2020. Surat tak kunjung jadi sampai saat ini dan flashdisk pun tak kembali juga," ungkapnya dengan kesal.
Oknum yang dimaksud, menurutnya sudah diketahui identitasnya bahkan berada di pihak lain yang mengatasnamakan dirinya sebagai Lemasko.
"Kalau kita mau laporkan kita tinggal lapor. Tapi kita masih tahan-tahan supaya orang-orang tahu ada hal seperti ini," ujar Gery.
Oleh karena itu Gerry dan Lembaga adat meminta agar pemerintah daerah, baik bupati maupun dinas terkait menindaklanjuti oknum bersangkutan agar hal yang sama tidak terulang kembali dikemudian hari.
"Setahu kami masih aktif di dinas. Kita juga belum pastikan apakah masih di Kesbangpol atau sudah pindah dinas. Dulu dia di Kesbangpol," katanya. (Ignas)






















