Ekonomi dan Pembangunan

Ikan Bawel dan Lemma Dari Mimika akan Diekspor ke China dan Thailand

Suasana pertemuan

MIMIKA, BM

Guna memajukan perikanan di Kabupaten Mimika, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendatangi Mimika guna melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Amamapare. 

Kepala Kantor BC Timika, I Made Aryana, menyambut kunjungan Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan, Prayudi Budi Utomo.

Pertemuan koordinasi ini menghadirkan pula Pemilik CV. Seafood Sejahtera Papua, Dedi dan Pemilik Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), Nanang.

Pertemuan ini membahas tentang bagaimana meningkatkan percepatan ekspor perikanan dari Kabupaten Mimika. Pasalnya pihak perusahaan eksportir mengeluhkan mekanisme ekspor yang kurang menguntungkan pihak mereka. 

Maka dari itu sinergi dari pihak Bea Cukai, KKP, dan perusahaan eksportir diharapkan dapat mencari titik temu guna mendorong ekspor perikanan. 

Perlu diketahui, CV. Seafood Sejahtera Papua berencana dalam waktu dekat akan mengekspor ikan bawel ke China dan ikan lemma ke Bangok, Thailand.

Pemilik CV. SSP, Dedi mengungkapkan pengiriman ikan ke dua negara ini bobotnya mencapai 24 ton.

Hanya saja pihaknya masih menunggu komitmen perikanan dan pemilik kapal terkait aturan perda 20 persen dari hasil tangkapan harus dijual di lokal.

Karena menurut Dedi, penangkapan ikan yang selama ini terjadi di Mimika biasanya dikirim langsung oleh kapal-kapal porsen menggunakan kontainer ke pengangkut juana dan selanjutnya diekspor dari Surabaya.

"Ini berarti ekspor tidak dilakukan di Timika, sehingga nelayan-nelayan di Timika tidak mendapat suplai tangkapan ikan yang cukup untuk diekspor,"tutur Dedi. 

Ia berharap, denagn dilaksanakannya pertemuan tersebut tercipta kerjasama yang lebih baik antara Bea Cukai, KKP dan EMLK guna mendorong eksportir baru di Kabupaten Mimika dan dapat mengatasi apa yang selama ini menjadi kendala mengapa ekspor secara langsung tidak dapat dilakukan dari Mimika.

Sebelum rencana ekspor 24 ton ikan bawel dan ikan lemma dilakukan, pada pekan lalu Gubernur Papu Lukas Enembe dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meresmikan dan melepaskan pengiriman 750 kilogram karaka dari Timika ke Malaysia.

Mimika bahkan pada 2019 juga telah mengekspor ke Singapura dan Malaysia sebanyak 2,1 ton. Ekpor hasil laut dari Mimika mulai dilakukan sejak 2016 lalu namun sempat terhenti karena aturan regulasi yang memberatkan. (Shanty)

Jual Sarang Semut, Ibu Felisitas Raup Puluhan Juta. Pembelinya Pilot Luar Negeri

Mama Felisitas Tawer

MIMIKA, BM

Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Papua dan Mimika adalah sarang semut. Di Mimika Tanaman ini dapat ditemui di hutan bakau Pelabuhan Pomako.

Mama Felisitas Tawer melihat potensi bisnis dari sarang semut ini dan sudah sepuluh tahun lamanya ia menggeluti usaha ini.

Ia biasa di Pasar Sentral karena selalu menjual sarang semut yang sudah dikeringkan dan dikemas dalam plastik.

Pelanggannya pun dari berbagai lapisan baik masyarakat, dokter, pramugari hingga pilot dari berbagai negara seperti Perancis, Belanda, Cina dan Taiwan.

BeritaMimika mengunjungi standnya saat ia memamerkan produknya pada giat HLM di Mozza Hotel.

“Peghasilan tiap hari tidak tentu tapi pelanggan saya sudah ada. Kalau dulu jualan di Pasar Lama saya bisa dapat penghasilan sampai 15 juta karena saya sendiri yang berjualan di sana. Tetapi sejak pindah ke Pasar Baru saya paling besar dapat 10 juta itu dari pilot Air Fast yang datang. Mereka dari Perancis, Belanda, Cina dan Taiwan. Ada juga dokter dari RSMM yang beli 10 bungkus,” katanya.

Menurut kesaksian Mama Felisitas ada salah seorang pembelinya mengidap kanker rahim dan selalu membeli dan mengkonsumsi satang semutnya. 

Ibu tersebut putus asa karena sudah divonis kanker rahim dan meminta Mama Felisitas sarang semut untuk dikonsumsi sebagai obat.

Setelah beberapa waktu kotoran seperti bentuk akar-akar keluar melalui kemaluan beserta darah dan nanah. Setelah itu, pembeli sarang tersebut tersebut dinyatakan sembuh.

“Sarang semut ini kaya akan manfaat. Sebenarnya bisa untuk menyembuhkan semua penyakit karena dari alam tapi kemudian dokter membatasi untuk 32 penyakit saja,” akunya.

Ia menuturkan dari penjualan sarang semut ia mampu menyekolahkan keempat anaknya, membangun rumah dan membeli tanah.

“Saya mendapat banyak binaan dari Dinas Koperasi Mimika. Terimakasih. Saya diajarkan bagaimana usaha bisa berkembang. Mereka juga memberi bantuan dana 5 juta. Pernah dapat juga dari kementerian 2 juta dari dana itu kemudian kami olah lagi,” ucapnya.

Ia menjelaskan proses pembuatan sarang semut kering kepada BM. Pertama tanaman diambil dari hutan bakau di Pelabuhan Pomako, kemudian dikirim ke Timika.

Sesampainya di Timika tidak boleh disimpan lama, harus segera dikuliti dan diiris agar mendapatkan hasil yang memuaskan yakni berwarna merah kemudian dijemur saat panas terik, jika warnya hitam berarti sudah terkena hujan.

Setelah kering kemudian dikemas di plastik dan diberi stiker. Satu kemasan atau per kilogram sarang semut dijual seharga Rp100.000.

Sarang semut bisa dikonsumsi dengan cara mengambil 3-4 keping kemudian dicuci dan direbus dengan empat gelas air hingga menyisahkan 2 gelas lalu disaring dan diminum selagi hangat. Sarang semut bisa dikonsumsi oleh dewasa pun anak-anak.

“Baru-baru ini saya dapat telepon dari Jakarta untuk dikirim sebanyak 5kg. Saya bersyukur dari sarang semut saya bisa bertahan hidup. Saya tidak jual secara online. Kendala saya saat ini butuh modal yang lebih besar lagi dan kendaraan roda empat karena transportasi dari Pomako ke Timika satu kali angkat bisa bayar Rp700.000 belum lagi harus bayar para tukang pikul. Saya harap pemerintah bisa back up kami dengan modal dan kendaraan,” harapnya. (Elfrida

Dinas Koperasi Mimika Terus Mendata dan Lakukan Pendampingan Pelaku UKM

Ida Wahyuni didampingi kabid dan kasie Dinas Koperasi saat memasarkan produk UKM di acara HLM

MIMIKA, BM

Secara data, Kabupaten Mimika saat ini memiliki 70 Usaha Kecil Menengah (UKM). 40 UKM merupakan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sementara 30 lainnya merupakan binaan beberapa OPD Pemda Mimika.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Ida Wahyuni kepada BeritaMimika Selasa (30/3) di Mozza usai giat High Level Meeting TPID Kabupaten Mimika mengatakan akan terus berupaya untuk mendata pelaku-pelaku UKM lainnya yang ada di Mimika.

“Kami terus berjalan bersama pelaku UKM dan dilakukan pendampingan mulai dari perijinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dengan segala persyaratannya, karena produk yang dipamerkan adalah legal dan sudah ada ijin PIRT untuk olahan makanan yang lebih dari tujuh hari,” tuturnya.

Lanjutnya, pendampingan juga dilakukan dengan pemberian pelatihan seperti membuat noken dan bantuan berupa dana.

“Nanti teman-teman juga akan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga konsumen yakin ini aman dikonsumsi. Terkait kehalalan produk, pengurusannya ke Kantor Agama Provinsi Papua jadi langsung kami daftarkan secara online,” jelasnya.

Ida Wahyuni mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM juga membantu pelaku UKM dalam memasarkan produk dan penguatan untuk meningkatkan kualiatas produknya seperti packing (kemasan-red) maupun sticker.

Pada giat High Level Meeting TPID Kabupaten Mimika yang digelar kemarin, Dinas Koperasi dan UMKM Mimika turut berpartisipasi dalam memasarkan produk UKM Timika.

“Produk ini adalah binaan dari dinas terkait yang melakukan binaan dalam pengolahan, salah satunya dinas pertanian seperti kopi, tepung sagu dan buah merah. Sementara dari Dinas Ketahanan Pangan ada sagu dan olahan dari Mangrove, serta dari Dinas Perikanan berupa ikan asin,” ungkapnya.

Ditambahkan Ida, menyongsong PON XX dan Pesparawi XIII, instansinya akan mengangkat produk-produk asli dari olahan masyarakat lokal seperti handycraft dan makanan snack.

“Kami mengajak untuk semua pelaku UKM ayo jangan malas ke Dinas Koperasi karena masyarakat tidak semua paham persyaratannya. Kami akan terus memberikan pendampingan dan penguatan,” tutupnya. (Elfrida)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top