YESL : Kampung Pigapu Miliki Potensi Yang Menjajikan

Foto bersama kegiatan workshop dan sosialisasi oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari di Balai Kampung Pigapu, Selasa (27/6/2023)

MIMIKA, BM

Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL) memberikan dua kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (27/6/2023).

Kegiatan berlangsung di Balai Kampung dan dihadiri Manager YESL, Rinto Maturbongs; Kabid PPM Bappeda Kabupaten Mimika, Regina Wenda; Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Mimika, Ujang; Kabid Pemberdayaan Kampung, DPMK Kabupaten Mimika, A. Frits Werimon, dan Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Mimika, Stefanus Subay.

Pada kegiatan yang pertama, sosialisasi yang diberikan berupa Workshop Kedudukan dan Peran Lembaga Pengembangan Hutan Desa (LPHD) dalam pengelolaan perhutanan sosial skema hutan desa dengan menyatukan rencana kerja perhutanan sosial LPHD Pigapu ke dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kampung Pigapu.

Sementara kegiatan yang kedua adalah sosialisasi penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Kampung Pigapu dan pembentukan tim integrasi rencana kerja perhutanan sosial dalam rencana pembangunan jangka panjang Kampung Pigapu.

Rinto Maturbongs selaku Manager YESL menjelaskan bahwa dua kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman masyarakat dan pihak-pihak instansi terkait guna mendukung proses pengintegrasian rencana kerja perhutanan sosial LPHD Pigapu ke dalam RPJM Kampung Pigapu.

Dengan begitu, lanjut Rinto, berbagai program pengembangan kampung di LPHD bisa turut ditunjang dengan anggaran kampung sehingga kelompok-kelompok usaha yang sudah ada dapat menjalankan perannya.

"Sekarang tercatat ada 7 kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) yang sudah dibentuk yaitu kelompok usaha minuman seduhan ndoa aimaporamo, kelompok anyaman etahe atikamo, kelompok tanaman hias titimi, kelompok usaha keripik pisang Kahu, kelompok usaha minyak kelapa uturu, kelompok olahan sagu awame, dan kelompok usaha ekowisata apiriyu," ungkap Rinto.

"Dengan komitmen inilah kita akan menghasilkan rencana kerja tindak lanjut. Di situ nanti kemudian akan dijelaskan terkait komitmen bersama dalam mendukung integrasi RKPS ini kedalam rencana pembangunan kampung," imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga, masing-masing ketua kelompok usaha telah menerima SK yang diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah dan diserahkan secara langsung oleh Ujang selaku perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Mimika.

Di samping itu, Kabid PPM pada Bappeda Mimika, Regina Wenda, mengapresiasi kemajuan Kampung Pigapu melalui produk-produk yang sudah dihasilkan selama ini.

Dia juga berkomitmen akan senantiasa menjalin kerja sama yang baik serta terus berdiskusi dan meneruskan apa yang menjadi kekurangan untuk dibahas bersama pimpinannnya.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Mimika, Stefanus Subay menyebut bahwa proses yang sedang dilakukan oleh YESL adalah sesuatu yang akan sangat berguna nantinya mengingat Kampung Pigapu memiliki potensi yang menjanjikan.

"Berangkat dari proses ini nantinya akan didorong agar kampung Pigapu dapat mengalokasikan sedikit anggaran untuk menunjang aktivitas kelompok usaha yang sudah berjalan. Saya pikir ini adalah potensi yang menjanjikan. Jadi, jangan kita sia-siakan," tutupnya. (Endi Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top