Kontribusi Perusahan di Mimika Melalui CRS Diingatkan Wabup John Pada Peringatan Hari Pelanggan

7 ahli waris penerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

MIMIKA, BM

Dua hari lalu, Senin (6/9), Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Mimika melakukan peringatan Hari Pelanggan Nasional dengan menyerahkan santunan kematian dan kecelakaan kerja kepada 7 ahli waris peserta BPJS.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob, Kepala Disnakertrans, Paulus Yanengga, Staf Ahli Setda Mimika, Andi Ramli Teru dan perwakilan dari beberapa perusahaan.

Selain santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan bingkisan kepada pelanggan dan piagam kepada Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob.

Adapun 7 peserta ahli waris diantaranya, Agus karyawan PT Pelni yang mengalami kecelakaan saat bekerja. Santunan yang diberikan berupa santunan cacat anatomis, pengobatan rumah sakit dan santunan sementara tidak bisa bekerja dengan total Rp74.419.889.

Ahli waris dari peserta Almarhum Basilius Amini menerima santunan Jaminan Kematian sebesar Rp. 42 juta.

Ahli waris Usman Tompo menerima santunan JKK dan JHT dari peserta Indra Gunawan karyawan Oxy Laundry yang meninggal akibat kecelakaan kerja sebesar Rp.181.173.513.

Menasye Gobai sebagai ahli waris dari peserta Yoel Gobai yang merupakan karyawan Pangan Sari Utama menerima santunan Rp.143.364.850 dengan rincian santunan yang diterima berupa JHT, JP, JKM dan beasiswa untuk 2 orang anak hingga S1.

Lainnya, Rionaldo Ratu Roma karyawan Indo Mulia Baru yang meninggal akibat kecelakaan kerja sehingga ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp.361.253.978 dengan rincian, JHT, JKK, JP dan beasiswa hingga S1 bagi 2 orang anak.

Peserta Dedi Imam Pamujo merupakan karyawan Golden Bucket mengalami kecelakaan kerja dan menerima santunan sebesar Rp.377.292.171.

Sementara peserta bukan penerima upah Almarhum Yosepina Erepa menerima santunan JKM sebesar Rp42 juta.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Mimika mengapresiasi perusahaan pemberi CSR.

Sejauh ini, pemerintah juga terus berjuang bersama agar seluruh masyarakat Mimika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita dorong lagi agar perusahaan-perusahaan yang sudah besar dengan dana CSR bisa melindungi tenaga kerja OAP dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kita juga langsung menindaklanjuti dengan bentuk tim kepatuhan," tutur Wabup John.

Selain itu, kata Wabup John, Pemda Mimika merupakan satu daerah yang diakui karena telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan.

Namun karena perubahan terus terjadi sehingga perda tersebut harus didoring kembali untuk direvisi dengan tetap melihat situasi dan kondisi di daerah ini.

"Kita dorong terus perusahaan-perusahaan agar dapat memberikan CSR bagi yang tidak mampu. Dengan demikian apabila ada terjadi sesuatu maka bisa terlindungi dan ada manfaat untuk ahli waris," tutur Wabup John.

Wabup juga berharap agar BPJS Ketenagakerjaan senantiasa terus memberikan sosialisasi secara berkelanjutan tentang hal ini.

"Saya harap yang menerima santunan ini dapat dipergunakan dengan baik. Ini uang karena kalian punya orang tua atau kaka kalian bekerja kemudian dapat kecelakaan sehingga diberikan santunan. Pergunakan dengan baik,"tuturnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mimika, Verry K Boekan mengatakan, CSR yang didorong melalui tim kepatuhan yang dibentuk sudah ada manfaatnya.

Diantaranya, di Kampung Tipuka ada 2 peserta menerima santunan kematian atas pembayaran CSR dari PT Puncak Jaya Power dan CSR dari PT Eksploasi Nusa Jaya 1 orang di Kampung Muare.

"Kita sudah bayarkan santunannya kepada saudara-saudara kita orang asli Papua (OAP)," tutur Very.

Very mengatakan, bahwa baru sekitar 12 atau 13 badan usaha yang memberikan CSR kepada OAP sebanyak 2000-an yang terlindungi.

"Kami berharap hingga akhir 2021 ini kita bisa mendorong badan usaha lain tentunya melalui tim kepatuhan untuk mengetuk pintu hati badan usaha yang ada di Mimika untuk menolong OAP di sektor pekerja rentan yaitu petani, peternak, nelayan," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top