Budaya

Pesparawi XIII Dilaksanakan Tahun 2021, Ini Alasannya

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA,BM

Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua diputuskan akan dilaksanakan pada tahun 2021 karena situasi pandemi covid-19 yang masih terus terjadi.

Jika tidak adanya pandemi covid-19 kegiatan Pesparawi XIII yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika ini berlangsung pada Juni atau Juli tahun ini. Namun, karena kondisi pandemi maka terpaksa harus di undur kegiatannya.

Keputusan tersebut setelah Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengikuti rapat Pesparawi se-Tanah Papua yang melibatkan LKPD Provinsi Papua dan Papua Barat di Jayapura pada 8 September 2020 lalu.

"Keputusan kita Pesparawi akan dilakukan di tahun 2021 dan soal tanggal dan lain-lain akan disampaikan sesudah kita rapat bersama dengan panitia penyelenggara,"tutur Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob saat diwawancarai di Kantor UPBU Mozes Kilangin, Kamis (10/9).

Wabup John mengatakan, Pesparawi akan dilakukan sesudah PON dan untuk pelaksanaan nanti, pada Maret 2021 akan ditinjau dan dievaluasi secara bersama-sama.

"Prinsipnya kalau pemerintah ingin PON dilaksanakan berarti Pesparawi juga bisa. Kalau PON tidak berarti Pesparawi juga tidak bisa dilaksanakan,"ungkapnya. (Shanty)

Pabrik Sagu YPMAK Dinilai Mubazir, Lemasko Minta Diselidiki Pembangunannya

Ketua Lemasko Gerry Okoare

MIMIKA, BM

Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) mempertanyakan perkembangan dan keberadaan pembangunan pabrik sagu di Kampumg Keakwa, Distrik Mimika Tengah.

Lemasko menilai, pembangunannya mubazir karena hingga saat ini pabrik tidak beroperasi dan kondisinya kini seperti bangunan tua. Lemasko juga meminta pihak berwajib dalam hal ini Polda Papua agar menyelidiki pembangunannya.

Melalui jumpa pers, Selasa (8/9) Ketua Lemasko, Gerry Okoare mengatakan keberadaan pabrik sagu ini awalnya seperti angin segar bagi masyarakat namun ternyata kini seperti pepesan kosong.

Padahal menurut Gerry, pembangunan pabrik sagu ini telah menelan anggaran yang sangat besar namun setelah dibangun kini dibiarkan begitu saja.

“Itu namanya proyek mubazir. Pabrik sagu ini awalnya jadi kebanggaan bagi masyarakat Kamoro. Semua berharap pemanfaatanya bisa berdampak ekonomi bagi masyarakat tapi kini apa yang ada? Hanya ada bangunan tua yang kosong. Ini sangat memprihatinkan," sesalnya.

Ia meminta kepolisian agar mengusut tuntas proyek ini karena disinyalir sarat penyelewengan. Lemasko bahkan berencana akan menyurati Polda Papua dan Mabes Polri terkait pembangunan pabrik sagu ini.

"Harus ditinjau kembali supaya kita tahu siapa pejabat atau oknum YPMAK maupun PTFI yang terlibat dalam pengerjaan ini. Ini seperti proyek siluman karena sampai saat ini tidak ada bukti apa-apa. Kami dalam waktu dekat akan surati Polda dan Mabes Polri agar mengusut tuntas persoalan ini. Jika semua berjalan dengan baik, seharusnya saat ini masyarakat kami sudah mendapatkan pemanfaatannya, namun kenyataanya tidak seperti harapan semua orang di awal pembangunan," terangnya.

Sementara itu, menyikapi keadaan ini, Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme kepada BeritaMimika pernah mengatakan pabrik ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

"Saya kira sudah ada komunikasi antara Yayasan Somatua dan LPMAK. Tinggal bagaimana dikembangkan supaya dapat membantu mensejaterahkan masyarakat," ungkapnya.

Menurut Tsenawatme, selain untuk ekonomi masyarakat, keberadaan pabrik sagu jika pengoperasiannya dilakukan berkesinambungan maka juga berdampak pada PAD Mimika.

"Pemerintah daerah harus bergerak melihat ini. Saya sudah lihat dan menurut saya ini harus diberdayakan apalagi Keakwa juga memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Kita akan melihat bagaimana pemda, Yayasan Somatua dan YPMAK mensingkronkan hal ini. Kami DPRD akan mendorong dan mendukungnya untuk dioperasikan," tandasnya. (Shanty)

TP-PKK Mimika Kunjungi TK Nangmora Di Mile 23


Anak-anak TK Nangmora

MIMIKA, BM

Sebagai bentuk kepedulian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Mimika akan pendidikan generasi penerus putra asli Tanah Amungsa Bumi Kamoro ini, TP-PKK Mimika terjun langsung meninjau Taman Kanak-kanak (TK) Nangmora.

Sekolah yang berlokasi di Mile 23 ini didirikan oleh Ariminus Omaleng, seorang putra asli kebanggan Suku Amungme yang merupakan lulusan University of South Australia pada 29 Agustus 2020 lalu.

Ia menunjuk langsung Marlan Bisay sebagai Direktur Yayasan Gerbang Timur yang menaungi TK Nangmora.

Disekolah tersebut terdapat 58 anak didik dengan 4 guru dan 6 pengurus. Anak-anak didik merupakan pengungsi dari Tembagapura yang belum sempat mengenyam pendidikan karena keadaan saat ini.

Kondisi tempat mereka belajar tidaklah seperti TK kebanyakan, dengan beralaskan lantai dan atap gedung mereka belajar. Kondisi jalan pun cukup terjal.

Melihat kondisi, TP-PKK Mimika yang peduli pada pendidikan genersi penerus daerah ini, mengunjungi langsung TK Nangmora.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng berhalangan hadir sehingga kunjungan diwakilkan oleh Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan Wakil Ketua III Ny. Enjelina Paiding pada Senin (7/9) di Mile 23.

“Saya dengar tentang sekolah ini, saya merasa sangat bangga dan terharu karena ada yang mengajar anak-anak di Mile 23 dan 32 serta banyak anak-anak yang ikut. Terimakasih untuk kepeduliannya,” tutur Ny. Pere Omaleng.

Rombongan TP-PKK Mimika saat mengunjungi TK Nangmora

Ia mengatakan selama ini TP-PKK Mimika memiliki satu binaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni PAUD Noken di Timika Indah. Paud ini sudah enam tahun berjalan.

Ny. Pere Omaleng merasa bahwa keadaan di TK Nangmora harus diberi sentuhan dan perhatian. Sama seperti yang mereka tunjukan kepada Paud Noken.

“Kita sudah punya satu PAUD binaan alangkah baiknya jika mereka juga kita jadikan binaan namun tentu saja jika Yayasan menyetujui. Kenapa kita tidak bantu anak-anak kita ini, pendidikan mereka sangat penting.” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Yayasan Gerbang Timur, Marlan Bisay menyambut baik kunjungan TP-PKK Mimika.

“Sangat luar biasa kami ucapkan terimakasih dan bersyukur dapat kunjungan istimewa tanpa disangka akhirnya dikunjungi juga,” ujarnya.

Bisay mengatakan, sebelumnya ia merasa terharu karena antusias orang tua sehingga mereka mau menyekolahkan anak-anak di TK Nangmora.

“Orang tua disini ternyata peduli dengan anak-anaknya. Mereka adalah generasi emas berkarakter Kristus. Ini yang kami pegang. Terimakasih atas kunjungannya,” tutupnya singkat.

Setelah kunjungan tersebut, ketertarikan TP-PKK Mimika untuk menjadikan TK Nangmora sebagai sekolah binaan masih akan dibahas lebih lanjut setelah ada pertemuan dari kedua belah pihak baik TP-PKK Mimika maupun Yayasan Gerbang Timur. (Elfrida)

Top