Budaya

PARADE FOTO Ibadah Syukur Pelepasan Almarhum Bupati Yairus oleh Warga Nduga di Mimika

MIMIKA, BM

Masyarakat Nduga yang berdomisli di Kabupaten Mimika mengadakan ibadah syukur pelepasan almarhum Bupati Kabupaten Nduga Yairus Gwijangge, S.Sos, M.Si.

Ibadah ini dilakukan secara khusus oleh Jemaat Betesda Irigasi I, Distrik Wania, Jalan Suakarsa Irigasi 1 RT 33 pada Jumat (20/11).

Prosesi ini diawali dengan pelaksanaan adat bakar batu yang menghadirkan masyarakat dan tokoh-tokoh warga Nduga di Mimika.

Foto-Foto : Ignas BeritaMimika 

Masyarakat bahu membahu mempersiapkan daging untuk acara bakar batu

Para ibu turut membantu pemuda mengangkat batu yang sudah panas

 Pendeta Mathius Kalalembang memimpin ibadah syukuran

Pendeta Mathius Kalalembang menceritakan bagaimana kedekatannya bersama almarhum Bupati Nduga


Keluarga sekaligus Tokoh Masyarakat Nduga di Mimika, Paulus Gwijangge saat mengisahkan kisah hidup almarhum Bupati Nduga

Ibu Ika, majelis jemaat Betesda Irigasi I memimpin doa makan

Terlihat kaum pria sedang membagikan daging untuk diberikan kepada tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam ibadah syukuran

Pemuda dan anak-anak berlarian membagikan makanan hasil bakar batu

Mama-mama dan anak-anak menikmati hidangan bakar batu

Sejumlah masyarakat selalu menangis ketika melihat foto almarhum Bupati Nduga yang terpampang di spanduk

 

 

 

Warga Nduga di Mimika Adakan Ibadah Syukuran untuk Almarhum Bupati Nduga

Perayaan ibadah syukur yang penuh hikmat ini dipimpin Pendeta Mathius Kalalembang

MIMIKA, BM

Kepergian almarhum Bupati Kabupaten Nduga, Yairus Gwijangge, S.Sos, M.Si pada 15 November lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Nduga di Mimika.

Warga Ngduga domisili di Mimika merasa sangat kehilangan almarhum yang bukan hanya sebagai pimpinan dan orangtua namun juga merupakan sosok panutan dan lekat dengan masyarakat.

Sebagai tanda cinta, pengormatan dan ungkapan terimakasih atas pengabdiannya, warga Nduga khususnya Jemaat Betesda Irigasi I, Distrik Wania, Jalan Suakarsa RT 33 melaksanakan ibadah syukuran dan bakar batu pada Jumat (20/11).

Ibadah syukuran ini dipimpin Pendeta Mathius Kalalembang dan dihadiri masyarakat Nduga khususnya jemaat Betesda Irigasi I beserta tamu undangan lainnya.

Ibadah yang berjalan dengan penuh hikmat ini diawali dengan prosesi adat bakar batu bersama.

Perwakilan keluarga almarhum Bupati Paulus Gwijangge kepada BeritaMimika menerangkan bahwa proses pemakaman dan penutupan duka di Nduga sudah selesai.

"Jadi selama jenazah ada di Nduga, masyarakat dari sini yang memiliki KTP dan surat rapid tes berangkat ke Nduga dengan pesawat, bahkan sampai 15 kali penerbangan. Mereka yang tidak berangkat, menjadi tanggungjawab kami untuk kumpul bersama di sini mendoakan alamrhum melalui ibadah syukuran ini," terangnya.

Paulus mengatakan almarhum Bupati Yairus Gwijangge merupakan tokoh dan pemimpin pertama sekaligus perintis untuk Kabupaten Nduga. Ia dicintai karena sangat dekat dengan masyarakat dan low profile.

Salah satu bentuk penghormatan lain yang juga ditunjukan dalam ibadah syukuran ini adalah dengn memasang spanduk yang menggambarkan kedekatan almarhum dengan masyarakatnya.

"Kepergian beliau membuat kami semua rasa kehikangan dan terpukul sekali. Bapak ini selalu membantu masyarakatnya selama memimpin dua periode. Semua sayang dia. Kami juga minta bantuan kepada beliau dengan memasukan proposal untuk pembangunan Gereja. Sekarang bapak sudah pergi dan siapa yang nanti akan menjawab proposal kami ini,"ungkapnya dengan penuh sedih. (Ignas)

BPD-KKMU Mimika Periode 2020-2025 Dilantik, Mereka Diminta Bantu Pemerintah Berikan Kontribusi untuk Daerah

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob menyerahkan bendera Pataka kepada Ketua BPD-KKMU,Marjan Tusang

MIMIKA, BM

Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Kabupaten Mimika Periode 2020-2025 yang baru dilantik Kamis (12/11) di Gedung Tongkonan diminta berperan membantu Pemerintah Daerah dalam memberikan kontribusi untuk daerah.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum BPW KKMU Provinsi Papua, Dr.H. Muhdi. Mi Ibrahim SE.,MM dalam sambutan seusai melantik pengurus baru.

"Pengurus yang sudah dilantik jangan kalian membuat beban bagi pemerintah daerah, tapi harus bantu pemerintah daerah dan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pesannya.

Diharapkan badan pengurus yang baru dilantik menjadikan momentum ini untuk mempererat hubungan dengan semua komponen masyarakat dalam segala aspek, terutama dalam menjaga toleransi antar seluruh umat agama.

"Hampir semua paguyuban ada di Papua, namun paguyuban Maluku Utara itu berbeda karena ada historisnya. Saya mengajak warga Maluku Utara di Papua khususnya Mimika untuk tetap menjaga keharmonisan hidup, karena kita samua adalah bersaudara. Mari kita jaga hubungan toleransi dengan semua paguyuban yang ada disini," harapnya.

Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob menyampaikan dengan pelantikan kepengurusan baru ini maka diharapkan seluruh warga KKMU dapat bekerja sama dan menjaga solidaritas serta berkolaborasi dengan seluruh masyarakat di Mimika untuk mensejahterakan kabupaten ini.

"Kita datang tinggal di Tmika dan hidup bersama dengan masyarakat dari paguyuban lainnya terutama dua suka besar pemilik negeri ini yakni orang Amungme dan Kamoro, maka itu kita harus terus menjaga dan melakukan koordinasi untuk meningkatkan kerjasama dengan semua," harap Wabup.

Wabup juga berharap, kerukunan Maluku Utara dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah serta warga lainnya sehingga visi dan misi paguyuban ini dapat tercapai demi pembanguan Mimika yang lebih baik.

Marjan Tusang, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Kabupaten Mimika Periode 2020-2025,  mengatakan ia dan badan pengurusnya akan melaksanakan apa yang telah menjadi amanah dan berkomitmen mengedepankan "Marimoi Ngone Futuru" yaitu bersatu kita teguh, bersatu kita kuat.

"Paguyuban adalah organisasi masyarakat dan kami akan hormat dan taat pada adat istiadat yang ada di Kabupaten Mimika. KKMU Mimika akan menjadi mitra dengan semua dan senantiasa menjaga kerukunan karena KKMU adalah bagian dari warga Papua khususnya sebagai warga Mimika," ungkapnya.

Marjan juga menjelaskan bahwa, KKMU wilayah Mimika telah berdiri sejak tahun 2004 dan badan pengurus saat ini merupakan generasi ke empat.

"KKMU ini memiliki 7 pilar dan dengan jumlah populasi warga KKMU di Mimika sekitar 3000 jiwa. Kami akan terus menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat Mimika, paguyuban-paguyuban, TNI-Polri dan pemda untuk terus memelihara persatuan dan kesatuan yang aman dan damai," tegasnya.

Pelantikan Marjan Tusang sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Kabupaten Mimika Periode 2020-2025 bersama badan keanggotaanya, mendasari SK nomor 04/a/KPTS/IX/2020/KMU tentang Pengesahan Pengurus Daerah KKMU Kabupaten Mimika Periode 2020-2025. (Ignas)

Top