Budaya

Mengisi Kemerdekaan RI Ke-75, TP-PKK Mimika Gelar Bakti Sosial

TP-PKK Mimika saat membersihkan median Jalan Cenderawasih

MIMIKA, BM

Pada momen 17 Agustus tahun ini, tidak terasa sudah 75 tahun lamanya Bangsa Indonesia merdeka.

Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dapat diisi dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk kecintaan dan rasa nasionalisme untuk Indonesia, meski saat ini bangsa kita tengah dihadapkan akan wabah Covid-19.

Kondisi ini tak lantas mematahkan semangat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika untuk menyemarakan HUT RI ke-75.

Bertempat di halaman kantor TP-PKK Mimika dibawah pimpinan Ny. Kalina Omaleng didampingi Wakil Ketua III Ny Enjelina Paiding,  Sekretaris Umum Leentje A Siwabessy beserta ketua pokja dan anggota turun langsung ke jalan untuk melaksanakan Bakti Sosial di jalan Cenderawasih Sabtu (15/8).

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan Bakti Sosial menanam pohon, membersihkan rumput di median jalan dan memungut sampah di sekitar areal ini tetap dilangsungkan.


Foto bersama usai melakukan kerja bakti

Semangat 45 ditunjukan oleh Ny Kalina Omaleng dan ibu-ibu TP-PKK Mimika mulai dari mencabut rumput, menanam bunga, membabat rumput yang tinggi disekitar Keuskupan Timika, membersihkan sampah terutama sampah plastik hingga lumpur di median jalan.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75. Kita lihat tanaman ini perlu dirawat dan dibersihkan. Hujan ini juga berkat supaya bunga yang ditanam dapat tumbuh subur,” ujar ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng.

Menurutnya, sampah juga harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Jika kota bersih maka rasa nyaman dan asri itu dapat dirasakan serta masyarakat sehat.

“Sepanjang jalan kami bersih-bersih, kita temukan masih ada sampah plastik dan pampers yang dibuang sembarangan. Ini ketahuan setelah rumput tinggi tadi kita babat. Semoga makna kemerdekaan tahun ini, jadi perhatian kita semua untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi,” harapnya. (Elfrida)

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Hanya Diikuti 90 Orang

Ketua Panitia HUT RI ke-75 di Mimika

MIMIKA, BM

Pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun di Mimika hanya diikuti 90 orang. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Ketua Panitia HUT RI ke-75, Syahrial kepada BeritaMimika, Kamis (13/8) mengatakan upacara kemerdekaan di pusat pemerintahan wajib menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

"Pertama kita berencana 150 peserta namun setelah kita membaca panduan-panduan terbaru yang disesuaikan dengan provinsi maka hanya 90 orang saja yang ikut dalam upacara bendera," jelasnya.

Walau terbatas namun Syahrial memastikan 90 peserta nanti mewakili semua unsur dan komponen yang ada di Mimika.

"Komposisinya saya rasa tidak berubah hanya saja di rubah berdasarkan kesatuan. Sekarang kita bagi per matra jadi TNI sama Polri, ASN juga sudah termasuk dengan pemuda. Jadi keterwakilan tetap ada seperti semula," tuturnya.

"Kita tidak bisa libatkan masyarakat terlalu banyak, jangan sampai terjadi klaster baru yang bikin repot kita lagi. Jadi kita buat seminimalis, hikmat dan tentunya memperhatikan protokol kesehatan,"ujarnya.

Selain itu Syahrial juga mengatakan bahwa akan diberlakukan penghormatan selama 3 menit kepada para pahlawan. Hal ini dilakukan pada pukul 10.17-10.20 Wib. Tanda dimulai penghormatan nanti akan diingatkan dengan bebunyian sirene.

"Tidak hanya perayaan upacara saja tapi nanti kita akan laksanakan tabur bunga mengenang para pahlawan tanggal 16 Agustus 2020 di Pomako,"ungkapnya. (Shanty)

Bundaran Baru SP 2 Tolong Diperhatikan dan Dirawat

Bundaran SP II, warnanya mulai redup

MIMIKA, BM

Baru dibangun beberapa waktu lalu, kondisi bundaran SP 2 yang kini telah menjadi ikon baru bagi Mimika terlihat tidak terurus.

Selain banyak rumput dan coretan-coretan, di bundaran ini banyak ditemukan sampah plastik dan ludah pinang. Sayang sekali jika hal ini tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah termasuk masyarakat Mimika.

Warga yang selalu melintasi bundaran yang menghubungkan SP V, SP II dan SP III menilai bundaran tidak lagi kincrong seperti awal-awal dibangun, apalagi warnanya pun mulai terlihat pudar dan penuh dengan debuh.

"Kalau bisa bundaran ini terus dirawat dan dikontrol, minimal oleh satpol pp. Kadang orang-orang yang nongkrong disitu juga tidak tahu diri karena buang sampah sembarangan," ujar Irwan warga SP II yang menghubungi BeritaMimika, kemarin sore.

Ia juga menyayangkan karena bundaran ini mulai dipenuhi dengan rerumputan liar yang tumbuh bersama bunga-bunga yang ditanam di areal ini.

"Ada tanam bunga di dalam tapi rumput dan bunga berlomba-lomba mana yang subur. Kalau bisa dibersihkan, rumput liar sudah tinggi. Disitu juga kalau bisa disiram karena kalau panas penuh dengan debuh," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis yang mengola bundaran ini dan beberapa ikon daerah lainnya rutin melakukan perawatan.

"Pemerintah tugasnya kontrol tapi sebagai masyarakat kita juga harus menjaganya suoaya tetap bersih, terutama yang tinggal di sekitar bundaran," harapnya. (Ronald)

Top