Puluhan Peserta di Distrik Miru Ikut Lomba Adzan

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala Bagian Kesra Setda Mimika Natalia Nimpa, Kepala Distrik Miru Merlyn Temorubun dan para peserta

MIMIKA, BM

Sebanyak 40 peserta tingkat SD, SMP dan sederajat se-Distrik Mimika Baru (Miru) mengikuti lomba Adzan.

Lomba yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Senin (31/8/2026) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan, lomba azan tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi merupakan bagian dari pembinaan mental, spiritual, dan karakter generasi muda Islam di Mimika.

Pemerintah daerah memberikan ruang bagi kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang memiliki nilai moral dan spiritual.

"Kami harap  peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami makna adzan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah," kata Wabup Kemong.

Wabup menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga manfaatkan ruang ini untuk meresapi makna luhur dari lafaz adzan sebagai panggilan ibadah, mengasah potensi diri, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kegiatan tersebut turut mempererat ukhuwah Islamiyah serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat Mimika yang cerdas, toleran, aman, dan harmonis.

"Saya mengapresiasi Bagian Kesra Setda Mimika yang menginisiasi kegiatan tersebut serta meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh dan tetap menjunjung nilai kebersamaan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Mimika Natalia Nimpa mengatakan, lomba adzan menjadi bagian dari upaya pemerintah menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam.

“Lomba adzan ini bukan sekadar sebuah kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari pada itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” ujar Natalia.

Kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri anak-anak serta remaja masjid, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pembangunan manusia, karakter, moral, dan spiritual.

“Kami berharap anak-anak yang hari ini mengikuti lomba adzan kelak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan daerah,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top