Ribuan Umat Muslim di Timika Warnakan Lapangan Timika Indah

Ustad Abunadi Nurul Islam memimpin Shalat Ied di lapangan Timika Indah

MIMIKA, BM

Ribuan umat muslim di Mimika mengikuti Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah yang dilangsungkan di Lapangan Timika Indah, Kamis (13/5) pagi.

Shalat Ied dipimpin Ustad Abunadi Nurul Islam sementara khotbah disampaikan oleh Supian Daelani, Ketua Pengadilan Agama Mimika.

Dalam khotbahnya, Supian mengatakan gemuruh suara takbir, tahlil dan tahmid membahana sejak semalam hingga pagi tadi di seluruh belahan bumi, menarik jiwa dan menggetarkan hati.

"Pagi ini, orang beriman di seluruh belahan bumi sedang mencurahkan isi hati, dengan penuh haru dan tawadhu' mengungkapkan rasa syukur atas karunia dan hidayah, mengumandangkan takbir untuk membesarkan Robnya, Tasbih untuk mensucikanNya, Tahmid untuk memujiNya," ungkapnya.

Dikatakan, Shalat Id yang dilakukan merupakan simbolisasi dari kesuksesan umat menghidupkan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.

"Oleh karena itu, pelajaran berharga dari Idul Fitri yang kita rayakan hari ini merupakan akumulasi dari pelajaran-pelajaran ibadah puasa, shalat, dan
zakat kita di bulan Ramadhan," ungkapnya.

Walau saat ini seluruh dunia sedang menghadapi pandemi covid-19 namun virus ini tidak dapat mematahkan semangat umat untuk meraih kesucian kembali dengan kesuksesan hidup yang hakiki.

"Jika 'idul fitri diartikan kembalinya insan beriman pada kesuciannya, itu menunjukkan bahwa insan yang beriman pernah tinggal diam dan menetap pada kesuciannya. Tempat kesucian inilah yang dimaksud dalam sabda Rasulul," terangnya.

Ia mengatakan bahwa Pandemi corona yang menyelimuti bulan suci ramadan dan hari raya Idul Fitri ini haruslah dimaknai sebagai renungan serta momen instropeksi diri. Umat harus tabah dan sabar menghadapi situasi saat ini dan harus optimistis melawan wabah corona.

"Allah telah memberikan kesempatan bagi insan beriman untuk meraih taburan pahala ibadah dalam Bulan Ramadhan. Ramadhan adalah institusi ruhani yang menawarkan pendidikan spiritual bagi kita dalam melatih mentalitas kita untuk berbuat kebaikan dan menghentikan segala keburukan," jelasnya.

Salah satu fadhilah dan keistimewaan yang terdapat di dalam bulan Ramadhan adalah Ampunan dari Allah Azza wa Jalla.

"Melalui Ramadhan kita sempurnakan kesempatan untuk bertaubat dengan berpuasa, memperbanyak ibadah seraya intropeksi diri dan menyesali segala bentuk kealpaan kita kepada Allah," terangnya.

Dikatakan, beruntunglah orang-orang yang menyadari bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh barokah, bulan untuk peningkatkan keimanan, menambah tabungan pahala dengan berlomba-lomba meningkatkan kuantitas dan kualitas amal ibadah menuju kesucian diri.

"Karena substansi dari Ramadan adalah sejauh mana kita mampu mengontrol dan memperbaiki diri ke arah spiritualitas yang cenderung kepada kebaikan sebagai manipestasi dari fitrah,"ujarnya.

Shalat Ied di Mesjid Agung Babussalam

Selain di lapagan Timika Indah sebagai sentral, pelaksanaan Shalat Ied juga di langsungkan di mesjid, salah satunya di Masjid Agung Babussalam.

Ustad.H. Muhammad Irfan Ali,MA selaku Khotib Idul Fitri 1442 Hijriyah menyampaikan bahwa bulan ramadhan menjadi titik terang untuk kembali hidup sejati serta membangun komitmen ketaatan dalam kehidupan.

"Kita harus bersungguh mengikuti tuntutan Allah SWT, yaitu dengan tinggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan bahkan kita juga harus berusaha menjauhi apapun perbuatan yang sia-sia tanpa mengandung pahala sama sekali,"ungkapnya saat mneyampaikan tausiyahnya.

Ustad Irfan juga mengajak seluruh umat muslim agar dibulan yang penuh berkah ini, ibadah sholat harus terus ditingkatkan.

"Jangan hanya semangat pada saat bulan Ramadhan, tetapi begitu Ramadhan berlalu terlihat masjid-masjid kembali kosong. Saya selalu perhatikan itu. Kita harus lakukan secara maksimal setiap detik yang kita lewati, karena ibadah memberikan magna,"ajak Ustad.H. Muhammad Irfan Ali.

Ustad.H. Muhammad Irfan Ali juga mengajak umat muslim memperbanyak zikir, bershalawat kepada Allah SWT serta menjauhi dosa dan kemaksiatan.

"Masyarakat yang jauh dari dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang berkah. Sebaliknya masyarakat yang penuh dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang rentan,maka ia menjadi tidak produktif. Ini semua adalah contoh kehidupan hakiki dan kepribadian hakiki sebagai muslim yang sejati. Itulah rahasia kenapa Allah SWT menjadikan amanat ramadhan sebagai tanda menuju ketakwaan kepada Allah," jelasnya. (Ignas)

Top