Politik & Pemerintahan

Selama Sebulan, PAD Dari Retribusi Parkir Pasar Sentral Capai Rp143.865.000


Penerapan retribusi parkir di Pasar Sentral dimulai 1 September lalu

MIMIKA, BM

Penerimaan dari Retribusi Parkir Pasar Sentral yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperindag) Mimika sangat berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pasalnya, sejak diberlakukan retribusi parkir di Pasar Sentral yang dimulai pada tanggal 1 hingga 30 September (satu bulan-red) menghasilkan penerimaan sebesar Rp143.865.000.

Kepala Dinas Disperindag Mimika, Michael R. Go Marani kepada BeritaMimika mengatakan penerimaan ini terbagi atas retribusi kendaraan roda dua, empat dan roda enam.

Penerimaan retribusi parkir dari kendaraan roda dua bahkan mencapai Rp103.474.000, roda empat Rp39.806.000 dan roda enam Rp585.000.

Terkait hal ini, Michael memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Mimika yang memberikan respon positif terhadap penerapan retribusi parkir di Pasar Sentral.

"Kami bersyukur bahwa sejak diberlakukan retribusi parkir ini, masyarakat sangat memahami apa yang kita buat. Apa yang sudah mereka berikan sangat berdampak pada penerimaan pendapatan daerah sehingga yang menjadi kekurangan akan kami perbaiki ke depan," ujarnya.

Untuk diketahui, Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penarikan Wajib Retibusi Tempat Khusus Parkir, baru diterapkan setelah 10 tahun lamanya perda ini disahkan.

Setelah sukses diterapkan di Pasar Sentral, pemerintah daerah berencana memberlakukan Perda 25 ini di dua tempat lainnya, yakni bandara dan rumah sakit. (Ronald)

Bundaran Petrosea Dihiasi 6 Patung Melambangkan Perdamaian

Gambat design Bundaran Petrosea

MIMIKA, BM

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika melalui pihak ketiga saat ini tengah menggenjot pengerjaan Bundaran Petrosea, pasalnya sesuai kontrak kerja, pengerjaan bundaran harus beres tahun ini.

Kepada BeritaMimika di Resto 66, Kepala Dinas Robert Mayaut menjelaskan apa saja yang akan dipasang guna mempercantik ikon baru Mimika ini.

"Di bundaran nanti dibuat patung dan trase jalan. Jadi patungnya itu ada 6, dibuat dengan menggunakan tombak dan perisai. Motif tradisional ini bercerita tentang mereka ingin menegakkan perdamaian dan menghentikan peperangan," ungkapnya.

Menurutnya, di Bundaran Petrosea corak budaya yang lebih ditampilkan adalah budaya Kamoro sementara bundaran di depan airport mencirikan khas Amunge.

"Di Bundaran Petrosea nanti juga dilengkapai dengan air mancur dan spot lampu sorot. Selain itu nanti diperhalus supaya posisinya simetris sesuai gambarnya," ungkapnya.

Dikatakan 6 buah patung ini sudah di pesan oleh PPTK di salah satu pemahat terkenal asal Jogjakarta. Pemahat ini dipakai karyanya karena kemahiran, kemampuan dan nama besarnya.

"Untuk pemahat kita harus lihat kualifikasinya secara nasional termasuk apakah sudah pernah buat pameran tunggal dan sebagainya. Kita berikan gambaran dan mereka buat sesuai gambaran kita. Ini semua sudah di urus oleh PPTK dan mereka sudah ke sana melihatnya. Tahun ini harus terselesaikan," jelasnya.

Sementara itu terkait dengan posisi bundaran yang terlihat dari pandangan atas belum simetris, Robert Mayaut mengatakan semuanya masih dalam pengerjaan. Ketika selesai, bundaran dan area sekitarnya akan sesuai dengan gambarnya.

"Kan barang belum jadi makanya kita lihat kenapa dia buncit sana buncit sini. Nanti pembebasan lahan clear dulu baru kita stel ulang. Kemarin kan pengadaan tanahnya juga belum beres jadi harus di selesaikan dulu baru kita bisa kerja dengan baik. Itu juga nanti kita alihkan ke sebelah kanan sehingga pertemuan di bundaran itu simetris," ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menunggu proses penyelesaian dan pengadaan tanah tembusan Petrosea airport baru.

"Ini urusannya di bagian pertanahan. Saya tidak tahu prosesnya sampai dimana makanya kita belum bisa lelang yang di situ karena tanahnya belum beres," ungkapnya. (Ronald

Dewan Minta Masyarakat Mimika Timur Dukung Rencana Pemerintah



Wakil Ketua I DPRD Mimika Aleks Tsenawatme 

MIMIKA, BM

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat Mimika Timur untuk mendukung rencana pemerintah daerah dalam menjadikan Puskesmas Mapurujaya sebagai tempat penanganan pasien Covid-19.

Wakil Ketua I DPRD Mimika Aleks Tsenawatme menilai bahwa rencana ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kemanusiaan mengingat tingginya kasus penularan Covid-19 di Mimika.

"Semua puskesmas berada dibawa dinas kesehatan. Dengan demikian maka dinas kesehatan memiliki hak lebih dalam menentukan ini. Mereka sudah pasti memikirkan segara hal secara matang apalagi ini menyangkut masalah kemanusiaan," ujarnya.

Ia meminta warga Mimika Timur memahami kondisi hari ini dan menurutnya apa yang dilakukan pemerintah daerah nanti tentunya melalui mekanisme yang sudah dipikirkan secara matang.

"Mengapa Puskesmas Mapurujaya yang dipilih? Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Selain kelengkapan alkes juga karena kapasitas dan daya tampung dinilai layak. Penanganan covid pun pasti akan dilakukan sesuai SOP yang ada sehingga warga tidak perlu khawatir tentang hal ini," jelasnya. (Rafael

Top