APBD Perubahan 2020 Sedang Dirasionalisasikan

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui Bappeda saat ini sedang merasionalisasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020 dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Untuk perubahan lagi di rasionalisasi dengan kebijakan keuangan kita jadi usulan-usulan yang emergency dari OPD-OPD akan disesuaikan. Namun, tetap kita melihat mana yang penting karena keterbatasan waktu juga jadi kita lakukan saja dulu,"tutur Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling saat di wawancarai di Kantor DPRD, Rabu (9/9).
Dikatakan, jika dalam usulan yang disampaikan OPD ternyata ada yang tidak bisa diselesaikan tahun ini karena keterbatasan waktu maka akan dimasukan dalam APBD induk tahun anggaran 2021.
Yohana mengaku, APBD Perubahan 2020 ini juga digunakan untuk membayar hutang yang belum terselesaikan di APBD induk.
"Itu yang menjadi prioritas kita nanti. Kalau untuk pengajuan dana covid sudah tidak ada yang masukan, hanya memang kemarin yang di RSUD untuk insentif yang belum terbayarkan sehingga masih menjadi utang yang harus dianggarkan kembali di perubahan. Tapi kalau yang lain sudah tidak ada," tutur Yohana.
Untuk proyeksi anggaran dalam perubahan, kata Yohana, kemungkinan tidak banyak yakni sebesar Rp3,8 triliun karena pendapatannya juga ada hambatan akibat pandemi covid.
"Usulan OPD-OPD kita sesuaikan dengan kebijakan keuangan kita karena memang kita ada defisit dan jangan sampai misalnya kita berutang lalu kita tidak selesaikan itu kan memberatkan selain itu waktunya juga semakin mendesak," terangnya.
Sementara itu, Sekda Mimika Jenny O Usmany ditempat yang sama mengatakan, untuk APBD Perubahan 2020 perencanaanya sudah dikerjakan di Bappeda.
"Kalau Bappeda sudah siap dan di DPRD juga siap berarti tinggal di dorong saja. Kalau LKPJ sudah selesai dan langsung diagendakan berarti sudah siap juga. Kita maraton kerja untuk APBD Perubahan 2020 dan APBD 2021 karena itu prestasinya bagus untuk pemda dan DPRD kalau kitatepat waktu," ungkap Jenny. (Shanty)



