Ini Tanggapan Bupati Mimika Terkait Situasi di Distrik Jila
Bupati Mimika Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Menyikapi soal situasi dan kondisi di Distrik Jila, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat hukum, Satgas, serta TNI-Polri sedang berupaya mencari solusi untuk menjamin keamanan di Distrik Jila.
"Kami akan terus melakukan komunikasi dengan aparat hukum dan TNI-Polri untuk memastikan keamanan distrik terjamin, demi pembangunan masa depan,” kata Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Bupati Rettob mengatakan bahwa seluruh tenaga kesehatan, guru, dan kepala puskesmas di Distrik Jila telah dievakuasi ke tempat aman.
“Petugas distrik, kepala puskesmas, nakes, guru, semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman,” ujarnya.
Lanjutnya, pemerintah daerah terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak keamanan agar situasi kondusif segera tercapai.
Bupati juga meminta maaf kepada masyarakat karena upacara HUT RI ke-81 di distrik tersebut tidak dapat dilaksanakan akibat kondisi keamanan.
“Karena kasus kemarin, saya minta maaf kepada masyarakat karena upacara 17 Agustus di distrik tidak jadi kita laksanakan,” ucapnya.
Bupati JR menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin situasi keamanan mengganggu jalannya pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun pembangunan.
"Jadi, nanti rapat koordinasi dengan aparat keamanan akan segera dilakukan untuk menentukan langkah ke depan," ungkapnya.
Sementara itu, terkait masalah transportasi, Bupati mengaku bahwa maskapai penerbangan perintis telah melayangkan surat pemberhentian sementara rute penerbangan ke Jila sampai adanya jaminan keamanan resmi dari pihak berwenang.
Ia mengatakan, gangguan keamanan di wilayah Mimika belakangan ini telah terjadi dua kali, yakni di Distrik Alama dan Distrik Jila.
“Pemerintah daerah bertekad agar konflik serupa tidak terus berulang dan menghambat proses pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Distrik Jila untuk menenangkan warga lokal.
“Saya imbau masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, sembari pemerintah bersama TNI-Polri bekerja cepat memulihkan stabilitas keamanan agar para nakes, guru, dan fasilitas transportasi dapat segera beroperasi kembali,” pungkasnya. (Shanty Sang)







