TP PKK Mimika Kunker ke Distrik Jita, Sepanjang 2025 Sudah 7 Distrik Dikunjungi
Sekretaris 1 TP PKK Mimika Ny. Sara Lisa (tengah) bersama Kepala Distrik Jita Suto Rontini dan para Ketua Bidang saat pembukaan acara
MIMIKA, BM
Sepanjang tahun 2025, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika yang resmi dilantik pada 23 April 2025 telah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke tujuh distrik yang ada di Mimika.
Diawali dari Kokonao, Distrik Mimika Timur Jauh kemudian TP PKK Mimika mengunjungi Distrik Agimuga, Mimika Timur Jauh, Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah dan Amar.
Sementara untuk kunker ketujuh dilaksanakan pada 6-7 Desember 2025 ke Distrik Jita.
Untuk kali ini, rombongan dipimpin oleh Sekretaris 1 TP PKK Mimika, Ny. Sara Lisa Ubra di dampingi Ketua Bidang tiap pokja beserta perwakilan anggota pengurus dan disambut oleh Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini didampingi para Kepala Kampung dan masyarakat dari lima kampung yakni Waituku, Blumen, Sumapro, Wacakam, dan Wapu.
Dalam rangka menyambut Natal, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob melalui Sekretaris 1 Ny. Sara Lisa mengatakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah Mimika, PKK Mimika datang untuk menyerahkan bantuan berupa paket sembako yakni gula, susu, kopi, biskuit, dan sirup untuk lima kampung.
"Jangan dilihat berapa nilainya, tetapi lihatlah kepedulian beliau berdua (bupati dan wakil bupati-red) untuk masyarakat. Visi misi bapak bupati adalah bergerak dari kampung masuk ke kota. Inilah bukti kepedulian itu," ujar Ny. Sara Lisa.
Bantuan diserahkan kepada para kepala kampung di dampingi Ketua PKK Kampung.
"Kenapa mama-mama yang terima? Karena kalau urusan perut, pasti mama-mama. Bapak-bapak cari uang, tapi pulang harus kasih masuk di noken mama. Kalau bapak-bapak yang kelola, pasti tidak cukup," canda Ny. Sara Lisa disambut gelak tawa warga.
Anggota TP PKK Mimika nampak berbaur dengan masyarakat setempat
Sementara itu, Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini, mengungkapkan alasan mengapa Kampung Waituku dipilih sebagai lokasi acara, bukan ibu kota distrik di Sempan Timur.
"Saya sengaja bawa Ibu-ibu dong ke sini. Jangan kita tunjukkan yang bagus-bagus saja. Yang tidak bagus jangan disembunyi, supaya bisa berubah," tegas Suto.
Ia menyoroti kondisi PKK di tingkat distrik dan kampung yang selama ini seolah "mati suri". Meskipun Dana Desa tersedia, kendala pemahaman dan kurangnya pelatihan membuat anggaran pemberdayaan sering kali tidak terserap maksimal.
"Uang banyak, tapi bingung mau dipakai bagaimana. Saya berharap kehadiran TP PKK Kabupaten bisa menjadi jembatan ke DPMK agar program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas mama-mama di kampung bisa di-floating dan berjalan nyata," harapnya.
Momen haru terjadi ketika tim TP PKK melihat mama-mama kampung masih mengenakan seragam PKK tahun 2022 dengan rapi. Hal ini menjadi bukti semangat yang masih menyala meski minim pembinaan.
Kunjungan ini bukan akhir, melainkan awal. Ny. Sara Lisa berjanji akan membawa "suara hati" dari Jita langsung ke telinga Bupati, memotong birokrasi agar kebutuhan masyarakat lebih cepat terdengar.
"Tahun 2026, kita berharap bisa melakukan program kerja nyata di sini. Agar mama-mama tidak hanya mencari karaka, tapi punya skill (keterampilan-red) yang terasah," tutupnya. (Red)



