Disnakertrans Mimika Mulai Susun Rencana Strategis Ketenagakerjaan Lima Tahun Mendatang
Suasana berlangsungnya forum diskusi
MIMIKA , BM
Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi gelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah Kabuparen Mimika tahun 2025-2029 sebagai bagian dari upaya strategis pembangunan ketenagakerjaan lima tahun mendatang.
Adapun tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk mengumpulkan masukan dan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan untuk menyusun dokumen perencanaan ketenagakerjaan yang strategis dan aplikatif.
Selain itu juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi isu-isu, dan merumuskan kebijakan serta strategi peningkatan kualitas tenaga kerja yang mendukung arah pembangunan Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Everth Lucas Hindom mengatakan forum diskusi ini merupakan bagian dari proses strategis dalam menyusun rencana pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD) Mimika dimana dokumen perencanaan tenaga kerja makro ini sebagai kompas dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa mendatang.
Pembangunan ketenagakerjaan baik di tingkat pusat hingga daerah harus mampu menjawab empat hal yakni pertama bagaimana yang belum bekerja dapat bekerja atau yang sudah bekerja baik di sektor informal maupun formal dapat meningkat penghasilannya.
Kedua, bagaiamana yang sudah bekerja dapat bekerja dengan aman (tidak sampai kena PHK) dan sejahtera untuk hidup layak.
Ketiga, bagaimana yang belum kompeten menjadi lebih kompeten dan keempat bagaimana tercipat suasana kondusif antara dunia usaha dan industri dengan serikat pekerja/serikat buruh dan para tenaga kerja.
“Pembangunan ketenagakerjaan adalah aspek fundamental dalam pembangunan daerah. Melalui FGD ini diharapkan dapat dirumuskan strategi peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, penciptaan iklim investasi yang kondusif dan antisipasi terhadap perubahan pasar kerja akibat globalisasi dan teknologi,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)



