Bupati JR : APBD Mimika 2026 Turun Menjadi Rp5 Triliun
Bupati Mimika Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 mengalami penurunan secara signifikan menjadi Rp5 triliun, dari APBD sebelumnya Rp6,42 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar 50 hingga 60 persen.
"Pengurangan itu bukan karena pendapatan dari daerah yang kurang, melainkan karena program efisiensi presiden yang berdampak ke daerah-daerah," kata Bupati JR.
Lanjutnya, selama ini Mimika sudah biasa mengelola APBD dalam kisaran Rp6,3 triliun hingga Rp7 triliun. Namun, sekarang dengan adanya pengurangan alokasi DBH, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika harus melakukan penyesuaian kebijakan anggaran secara menyeluruh.
Walau menghadapi penurunan anggaran, namun Pemkab Mimika berkomitmen memprioritaskan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah efisiensi belanja pegawai dan rasionalisasi pembentukan panitia kegiatan yang biasanya menyerap anggaran melalui honorarium.
“Mulai 2026, kami akan pangkas belanja pegawai dan lebih selektif dalam membentuk panitia kegiatan. Fokus utama kita adalah apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan lagi apa yang kita inginkan secara internal,” ujarnya
Bupati JR juga berharap Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan dampak kebijakan efisiensi tersebut terhadap daerah, terutama yang selama ini berkontribusi besar terhadap pendapatan nasional. (Shanty Sang)



