Ini Tanggapan Pemda Mimika Terkait Penerimaan IPDN
Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding
MIMIKA, BM
Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding kepada BeritaMimika menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kapasitas dan kewenangan untuk menentukan kelolosan dalam proses seleksi penerimaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sedang berlangsung.
Hal tersebut dikatakan Marthen Paiding untuk menjawab sejumlah polemik yang menyoroti proses penerimaan tersebut.
Termasuk menjawab tidak adanya keterwakilan anak asli suku Amungme dan Kamoro (Amor) yang lolos tahapan seleksi administrasi.
"Seleksi ini terbuka untuk umum dan dilakukan secara online. Kami memang prioritaskan anak-anak kita Amungme dan Kamoro. Tapi untuk hasilnya tidak ditentukan oleh pemerintah daerah karena semua melalui tahapan seleksi langsung dan online," jelasnya.
Marthen tidak menyalahkan sikap yang ditunjukan Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika terhadap proses ini. Menurutnya ini kewajaran sebagai sebuah organisasi perwakilan putera daerah.
Hanya saja pemerintah daerah tidak memiliki kapasitas dalam seleksi ini. Pemda hanya terlibat dalam memfasilitasi proses yang dijalankan.
"Kemarin saya lihat teman-teman OKIA dan ada beberapa pihak keberatan tapi apakah anak-anak kita ini sudah mengikuti tahapan pendaftarannya secara online atau tidak. Jika prosesnya manual dan kami tidak mengakomodir anak-anak kita ini, maka kami siap disalahkan. Lagipula kami tidak bisa memasukkan calon praja begitu saja karena ada mekanismenya," jelasnya.
Dari sekian banyak anak Mimika yang mengikuti tahapan ini ternyata hanya ada satu keterwakilan anak Amungme.
Marthen Paiding berharap semua anak-anak yang mengikuti tahapan ini mempersiapkan diri dengan banyak belajar dan dapat mengikuti semua tahapan yang dilangsungkan dengan baik dan benar.
"Saya lihat hanya satu anak Amungme yang lolos, jadi mungkin hanya dia yang berminat. Ini kan terbuka untuk siapa saja sehingga semua harus siapkan diri baik-baik dengan belajar. Ini proses umum, lolos ataupun tidak lolos nanti semua dimulai dari kesiapan masing-masing anak," ungkapnya. (Shanty)



