Kokurikuler Day SATP: Kegiatan Pengembangan Karakter Siswa
Penampilan siswa SATP
MIMIKA, BM
Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar mata pelajaran inti, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik. Melalui kegiatan kokurikuler, siswa diberi kesempatan untuk berlatih kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, serta kedisiplinan.
Seperti yang dilakukan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yakni melaksanakan Kokurikuler Day 2026 dengan mengusung tema “Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa”.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai 9–10 April 2026 ini berlangsung di Hall 2 SATP.
Kepala Sekolah Taruna Papua, Sonianto Kuddi mengatakan, kokurikuler day ini salah satu dari rangkaian kokurikuler yang sudah dijalankan di SATP.
"Untuk kelas 1 SD sudah dilakukan sejak bulan lalu. Kemudian untuk kelas 2 dan 6 itu dilaksanakan hari ini dan besok. Sedangkan untuk SMP sudah dilaksanakan menulis karya tulis ilmiah untuk anak-anak remaja," kata Sonianto.
Soni mengapresiasi anak-anak yang ada di SATP karena ini adalah honai prestasi untuk anak-anak Amungme Kamoro dan lima suku kekerabatan lainnya.
Kokurikuler ini dibangun berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam. Di mana pembelajaran itu harus menyenangkan, menggembirakan dan juga harus sesuai konteks anak sehingga pembelajaran itu tidak hanya monoton saja.
Selain itu, kokurikuler ini adalah untuk memperdalam dan memperkaya materi di pagi hari. Kokurikuler itu masih berhubungan dengan pembelajaran di pagi hari, sehingga hari ini dilaksanakan kokurikuler itu yang kedepannya akan dilakukan sama.
"Kegiatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya itu masih P5 karena masih kurikulum merdeka yang belum ada pembelajaran masuk ke dalam,"ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya berterima kasih kepada PTFI dan YPMAK yang selalu mendukung SATP dalam menyelenggarakan pendidikan bermutu di SATP.
Menurutnya, kokurikuler ini tidak hanya untuk mengintegrasikan materi di pagi hari dan sore hari tapi lebih kepada pembentukan karakter.
"Jadi tidak hanya sekedar untuk menyelesaikan kurikulum, tapi lebih pada untuk pembentukan karakter di SATP," terangnya.
Sementara itu, Wakasek Bagian Kurikulum, Dewa Komang Tri Mahayana mengatakan, tema dalam kegiatan hari ini adalah "Karya Nusantara, Kreativitas Anak Bangsa".
"Untuk teknis kegiatan ini kita sudah siapkan sejak pertengahan Januari. Setiap minggu ada pertemuan tim guru dari kelas 2 sampai 6 untuk membahas kegiatan kokurikuler itu seperti apa. Karena, kegiatan ini baru tahun ini dilakukan," katanya.
Dijelaskannya, untuk pembagian dalam kegiatan kokurikuler untuk kelas 2 menampilkan drama dan tari nusantara. Sedangkan, kelas 3 membuat event market day dengan membuat makanan khas. Kelas 4 lebih fokus kepada bagaimana menanam, merawat tanaman dari gen bekas.
"Kelas 5 kita mengangkat cerita-cerita kearifan lokal. Jadi, mereka membuat buku saku dimana itu adalah buku cerita rakyat dari Papua. Sedangkan, kelas 6 fokus ke tarian tradisional,"jelasnya.
Dikatakannya, pelajaran kokurikuler ini memang diluar dari pembelajaran inti tapi masih terintegrasi dengan kurikulum inti.
"Pembelajaran ini masih terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran baik dari pelajaran seni budaya, PDK Pancasila, Bahasa Indonesia dan sebagainya," tuturnya.
Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori mengucapkan terimakasih kepada YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI yang selalu mensupport dan mendukung lewat pertemuan-pertemuan bahkan arahan, rekomendasi guna pengembangan program di tempat ini.
"Kami mengapresiasi langkah yang diambil oleh sekolah telah sejalan dengan visi dan misi SATP itu sendiri yaitu menjadi lembaga yang unggul, tanggap, kreatif dan inovatif dengan mengintegrasikan kebenaran, kebajikan serta iman untuk mencerdaskan 2 suku besar dan 5 suku kekerabatan,"pungkasnya. (Shanty Sang)





























