Hadapi New Normal, Sistim Belajar Mengajar Di Sekolah Akan Berubah

Ilustrasi penerapan New Normal di sekolah (Foto : Google)

MIMIKA, BM

Suka atau tidak suka, Kabupaten Mimika saat ini harus mempersiapkan diri untuk mulai terbiasa menerapkan dan mengikuti gaya hidup baru atau lebih trendi dikenal dengan sebutan Kenormalan Baru (New Normal-red).

Perubahan gaya hidup akibat pandemi Covid-19 ini sudah jelas akan mempengaruhi semua sendi kehidupan termasuk kehidupan belajar mengajar di sekolah.

Untuk menghadapi New Normal, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika akan merubah atau memperbaiki sistem belajar mengajar di sekolah yang mengacu pada protokol kesehatan guna menyelamatkan para murid dari penularan virus ini.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany saat dihubungi BeritaMimika, Senin (1/6) mengatakan bahwa yang paling dikhawatirkan dari penerapatan New normal adalah penularan Covid-19 terhadap anak-anak di sekolah.

Oleh karena itu, Jenny mengatakan konsep dan skenario New Normal di sekolah pun sangat penting untuk dirumuskan.

"Kami akan memperbaiki sistem belajar di semua sekolah mulai dari mengatur jam istirahat, jarak tempat duduk siswa dalam kelas, jumlah mata pelajaran setiap hari serta akan menghilangkan kebiasaan bersalaman dengan guru saat masuk kelas maupun saat pulang. Kita akan berlakukan sistem yang akan mengikuti alur Covid-19 ini sehingga anak-anak tidak ketinggalan dan kita tetap berpedoman pada protokol kesehatan,” tutur Jenny.

Jenny mengatakan ada banyak hal yang akan diperbaharui setelah Covid-19 ini agar semua bisa berjalan dengan baik. Termasuk membatasi daya tampung setiap sekolah sebagaimana prosedur yang berlaku serta mewajibkan semua siswa dan guru menggunkan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah belajar.

Selain itu akan diatur pula juga jam masuk dan pulang antar kelas yang diberlakukan berbeda supaya anak-anak tidak berkerumun saat tiba di gerbang sekolah serta saat akan pulang.

Ia juga mengatakan fasilitas untuk mencuci tangan dengan sabun juga harus diperbanyak oleh sekolah agar tidak terjadi antrean anak-anak yang akan mencuci tangan.

“Ini yang akan kita tindaklanjuti semua, mekanisme dan syarat jelasnya kita masih menunggu keputusan dari Kemendikbud baru kita persiapkan dengan baik juga di Kabupaten Mimika. Semoga semua bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya. (Shanty

Top