Luar Biasa, Salah Satu Anak SLB Mimika Wakili Papua Pada Lomba Design Grafis Tingkat Nasional


Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardin

MIMIKA, BM

Keterbatasan seorang anak secara fisik pun mental, jangan pernah dipandang sebelah mata karena bagaimanapun kekurangan yang dimiliki, selalu ada nilai paling berharga yang Tuhan berikan dibalik semua itu.

Anak merupakan titipan Tuhan yang paling indah untuk kehidupan ini. Jangan menghakimi kekurangan yang Tuhan berikan dalam diri mereka.

Keadaan mereka bukan hanya menjadi tanggungjawab orangtua, keluarga atau guru semata namun merupakan tanggungjawab kita semua, terutama pemerintah daerah.

Mereka harus terus diberikan kasih sayang yang tulus dengan cinta yang lebih besar karena dengan demikian, merekapun akan merasa berarti dalam hidup ini.

Hal inilah yang kemudian menjadi filosofi bagi para guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika dalam mendidik dan mengajarkan anak didik mereka agar mereka pun dapat berprestasi.

Tidak heran, jika anak-anak SLB ini juga telah membanggakan dan mengharumkan Kabupaten Mimika di beberapa lomba tingkat provinsi khusus bagi anak-anak luar biasa yang mereka ikuti.

Bahkan salah satu anak SLB Mimika akan mewakili Papua pada lomba design grafis tingkat nasional.

Pasalnya pada Juli lalu, SLB Negeri Mimika mengikutsertakan beberapa siswanya dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi.

Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardin mengatakan dari 4 lomba yang diikuti anak didiknya yakni 4 seni dan 4 olahraga, mereka meraih beberapa prestasi yang membanggakan.

"Di lomba jenjang olahraga dua anak kita masing-masing juara I di tenis meja dan bocce. Anak-anak juga dapat juara II untuk melukis, menyanyi dengan puisi juara III sementara untuk design gragis kita juara I dan terpilih mewakili Papua untuk lomba tingkat nasional," ungkapnya.

Terbaru, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika juga akan mengikutsertakan kelima siswa didik mereka untuk mengikuti lomba keterampilan siswa nasional (LKSN) tingkat Provinsi.

Sunardin mengatakan mereka saat ini sedang melakukan persiapan kepada kelima siswa yang akan mengikuti perlombaan nanti.

"Yang kami ikutkan dalam lomba LKSN ini semuanya adalah siswa penyandang difabel tuna runggu," ujarnya.

Seleksi LKSN ini akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus dan dilakukan secara online karena masih pandemi. Siswa yang diikutkan dalam lomba ini adalah siswa SMP dan SMA.

Ia juga menjelaskan kategori yang dilombakan pada LKSN ini meliputi lomba tata boga, merangkai bunga, hantaran dan kriya kayu.

"Sebelum tanggal 19 Agustus nanti, kita sudah harus buat perekaman video keterampilan mereka, mulai dari awal proses hingga jadi hasil karya. Hasil yang dibuat oleh para nantinya akan kami bawa ke Jayapura untuk dinilai secara langsung," ungkapnya. (Ade)

Top