Keren, PSU Biayai 14 Siswa Program Beasiswa Angkatan VIII ke Jayapura dan Surabaya

Direktur Human Resources PT Pangansari Utama, Avi Pranantha Didampingi Chief Operating Officer PT Pangansari Utama Freeport Area, Richard Vincent Daguise memakaikan jaket PSU kepada siswa angkatan 8

MIMIKA, BM

Perusahaan kontraktor dan privatisasi di lingkungan Freeport Indonesia, PT Pangan Sari Utama (PSU) mengirim 14 siswa Amungme Kamoro dan lima suku kekerabatan lainya untuk melanjutkan studi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jayapura dan Surabaya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PT PSU terhadap pendidikan anak-anak asli Mimika, pada bidang Tata Boga dan House Keeping.

Komitmen PSU ini tertuang dalam acara pelepasan ke-14 siswa Papua, yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Jumat (8/7/2022).

Acara pelepasan siswa angkatan VIII dan kelulusan angkatan VII juga dihadiri oleh unsur pimpinan di PT PSU Pusat, perwakilan sekolah SMPN, orang tua murid, dan PAD PT Freeport Indonesia.

Ke-14 siswa ini akan diberangkatkan pada tanggal 10 Juli 2022 menuju SMA Katolik Mater Amabilis Surabaya dan SMK Negeri 1 Pariwisata Jayapura.

Direktur Human Resources PT Pangansari Utama, Avi Pranantha dalam sambutannya mengatakan, peserta ini akan berada di negeri seberang 3 tahun lamanya namun 3 tahun kemudian setelah selesai akan kembali dan mereka siap untuk bekerja.

"Sebetulnya emas kita adalah mereka (siswa) bukan emas yang ada di gunung sana. Ini emas kita yang sesungguhnya, gunung tidak berarti apa-apa tanpa emas-emas ini yang mana 12 orang sudah kembali dan yang 14 orang segera berangkat lagi," kata Avi.

Avi menitipkan emas ini untuk menjadi lebih berharga untuk masa depan karena mereka nantinya akan menjadi tumpuan pembangunan Papua.

Ia mengatakan, bahwa Pangansari Utama bisa saja nanti tidak ada, Freeport pun bisa tidak ada namun emas-emas ini akan selalu ada di bumi Timika dan di bumi Papua.

"Untuk adik-adik nanti kalianlah yang akan bekerja dan tiba masanya nanti kami ini hanya menggantungkan berjayanya tanah Timika, Tanah Papua ini kepada kalian generasi penerus," ujarnya.

Foto bersama siswa lulus angkatan 7 dan siswa baru angkatan 8 beasiswa PSU

PT PSU berkomitmen membantu menyiapkan segala keperluan peserta selama menimba ilmu baik itu biaya sekolah, biaya tempat tinggal, termasuk biaya hidup selama bersekolah selama 3 tahun hingga lulus.

"Bagi siswa-siswa penerima beasiswa yang lulus langsung mendapatkan tempat kerja di Pangansari Freeport Jobsite sesuai bidang keahlian masing-masing,”ungkapnya.

Sementara, Chief Operating Officer PT Pangansari Utama Freeport Area, Richard Vincent Daguise mengatakan, program beasiswa ini sebenarnya bukan pertama kali dijalankan namun ini sudah angkatan ke-7, sehingga jika ditotalkan PSU sudah melepaskan 72 anak Papua dalam program beasiswa ini.

"Jadi itu menjadi kebanggaan juga untuk grup kami bisa mendevelop tenaga kerja dan anak-anak yang ada di Papua. Yang penting untuk PSU dan Freeport adalah untuk memajukan anak-anak Papua," tutur Richard.

Richard mengatakan, saat ini asa 39 persen tenaga kerja orang Papua dan target di akhir tahun adalah mencapai 45 persen. Jumlah ini bahkan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahun.

"Kita memang berharap akan ada lebih banyak lagi kuotanya di masa depan. Tapi sementara ini saya sangat bangga dengan yang sudah lulus dan saya juga memberikan sedikit semangat kepada yang akan berangkat. Ini tidak gampang karena pergi dari Papua dan orang tua. Tapi ambil kesempatan ini sebagai kesempatan emas yang tidak semua orang bisa mendapatkan, itu yang penting," pesannya.

Dikatakan, untuk 12 anak yang sudah lulus nanti akan dititipkan di management di site untuk dialokasikan di beberapa tempat sebagai management training.

Menyusul, Sekretaris Disnakertrans, Santi Sondang mengapresi PT PSU terhadap program beasiswa yang mereka berikan. Menurutnya ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi anak-anak didik khususnya bagi anak-anak Papua.

"Dan kami tentu berharap bahwa program ini tidak berhenti di sini saja tetapi terus berkelanjutan dan Pangan Sari Utama menjadi sebuah perusahaan yang mempunyai profit yang baik supaya tetap bisa membantu kami pemerintah daerah," Ujarnya.

Tidak hanya itu, Santi juga meminta perusahaan lain agar dapat mengikuti jejak PSU dari CSR nya juga dengan memberikan beasiswa. Menurutnya, dengan membantu berikan beasiswa kepada 2 atau 3 orang maka sudah membantu meningkatkan SDM Papua.

"Kami harap anak-anak yang sudah lulus bekerja dengan baik dan anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan berhasil dan kembali untuk meningkatkan perekonomian daerah di Mimika," ungkapnya.

Maria Sani, salah satu lulusan angkatan ke-VII mengatakan bahwa dirinya adalah peserta beasiswa perempuan satu-satunya di angkatan VII karena dari angkatan pertama sampai enam PSU tidak menerima perempuan.

PSU tidak menerima perempuan karena guna menghindari hal-hal yang bisa saja terjadi dan menimpa mereka saat mengikuti pendidikan. Ini merupakan kebijakan PSU.

"Puji Tuhan angkatan ke-7 memberikan beasiswa juga kepada saya sebagai perempuan pertama sehingga bisa memberi kesempatan buat ade-ade perempuan lain saat ini. Saya bangga karena Pangan Sari bukan hanya menerima 1 tetapi lebih yaitu 3 ke Surabaya dan 3 ke Jayapura," tutur Maria.

Maria berpesan kepada ade-ade perempuannya untuk tunjukkan bahwa mereka bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh PSU dengan kembali tanpa kekurangan apapun dan kembali dengan membawa kebangaan. Ia juga berharap semoga PSU menjadi wadah dalam pengembangan anak Papua.

Sementara itu, Perwakilan dari SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya berterima kasih kepada PSU yang telah mempercayakan pihaknya mendidik anak-anak putra daerah agar nantinya kembali membangun Mimika dan Papua.

"Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami. Pesan saya kepada anak-anak yang telah lulus angkatan 7 baktikanlah ilmu yang telah kalian dapatkan selama 3 tahun untuk kalian sumbangkan ke tanah Papua tercinta ini. Baktikanlah apa yang sudah kalian dapatkan kepada PSU," ujarnya berpesan. (Shanty)

Top