379 Honorer Mimika Ikut Seleksi Guru ASN PPPK Gelombang I

Suasana berlangsungnya tes seleksi

MIMIKA, BM

Sebanyak 379 honorer guru mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 pada gelombang I.

Melalui ini, para guru honorer mendapatkan kesempatan menunjukan kemampuannya dengan mengikuti tes baik kompetensi teknis, manajerial, sosial kulturan dan wawancara.

Tes seleksi dilaksanakan di SMA YPPK Tiga Raja mulai Senin (13/9) hingga Jumat (17/9) dengan menggunakan metode Computer Assisted Tes Ujian Nasional Berbasis Komputer (CAT-UNBK).

Sebelum mengikuti seleksi seluruh panitia dan peserta wajib mengikuti rapid antigen.

Ditemui disela kegiatan, Penanggung Jawab tempat ujian kompetensi Yohanes Indriastata Pramana mengatakan pada hari pertama hingga ketiga setiap harinya akan diikuti oleh 120 peserta, sementara peserta lainnya mengikuti di hari keempat.

“Satu hari ada dua sesi dan setiap sesi diberikan waktu 170 menit. Pesertanya dari seluruh jenjang pendidikan baik SD, SMA dan SMA. Untuk gelombang I diikuti oleh guru honorer dari sekolah negeri dan swasta di gelombang II,” katanya.

Ia menuturkan pendaftaran untuk seleksi tersebut telah ditutup sejak Juli 2021 lalu. Namun untuk jumlah keseluruhan peserta yang ikut belum dapat diketahui karena seluruh data terpusat bahkan provinsi pun belum mengetahui jumlah pastinya.

“Kalau tidak bisa ikut akan dijadwalkan untuk susulan, kapan pastinya menunggu keputusan pusat karena berkaitan dengan server,” ujarnya.

“Soal tes dengan soal terkecil ada 135 butir dengan waktu 170 menit. Pelaksanaan tes sifatnya semi online jadi data disingkronkan dengan server pusat kemudian dikirim. Data disebarkan ke peserta dan dikerjakan dengan komputer, data kembali ke server lokal. Setelah selesia langsung dikirimkan ke server pusat,” jelasnya.

Ia menyampaikan, setelah soal selesai dikerjakan, para peserta langsung dapat melihat hasilnya dan harus mencapai skor batas minimal yang ditentukan pusat.

“Pengumuman gelombang I sebelum gelombang II dilaksanakan. Ini sifatnya pribadi masuk ke web masing-masing peserta. Jika tidak tercapai (batas skor minimal-red) di stop atau peserta dapat mengajukan bantahan bahwa dia mampu. Jika sanggahan diterima maka boleh mengikui di gelombang II atau III,” tandasnya.

Yohanes menyampaikan bahwa selama tes seleksi berlangsung, protokol kesehatan dilakukan secara ketat.

“Harus rapid antigen panitia dan peserta. Setelah rapi diatur jarak, ruang steril, satu komputer diisi nomor peserta. Komputer dan tempat duduk tidak berpindah. Dari segi keamanan peserta dilarang membawa apa-apa, kertas kami siapkan bahkan ikat pinggang dan jam tangan pun tidak boleh dibawa,” tukasnya. (Elfrida)

Top