128 Siswa Mengikuti Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kabupaten


Anak-anak saat mengikuti KSN-K

MIMIKA, BM

Sebanyak 128 siswa dari 6 SMA di Mimika mengikuti Kompetisi Sains Nasional Kabupaten (KSN-K).

KSN-K diselenggarakan di 3 sekolah yakni SMA Negeri 1, SMA YPPK Tiga Raja dan SMA Al Fallah yang berlangsung Jumat (28/5) hingga Sabtu (29/5) besok.

Tidak semua sekolah SMA di Kabupaten Mimika mengikti KSN. 6 SMA yang mengikuti KSN-K adalah, SMA Taruna (16 siswa), SMAN 1 (27), SMAN 2 (27), SMA YPPK Tiga Raja (21), SMA HMM Al Fallah (22) dan SMA Kristen Kalam Kudus (15 siswa).

Pelaksanaan KSN-K di SMAN1 diikuti SMA Taruna dan SMA Kristen Kalam Kudus. Di SMA YPPK Tiga Raja yang bergabung adalah SMAN 2 sementara SMA Al Fallah melaksanakan secara mandiri.

Sebelum simulasi pada hari ini, kemarin tanggal 27 Mei 2021 sudah dilakukan proses sinkronisasi soal. Demikian dikatakan koordinator tim teknis KSN-K, Abraham Letsoin saat dikonfirmasi Berita Mimika, Jumat (28/5).

Sebanyak 128 siswa merupakan siswa kelas X dan XI tersebut dibagi dalam 9 bidang studi yakni Matematika, Fisika, Kimia, Informatika, Biologi, Astronomi, Kebumian, Ekonomi dan Geografi.

Sementara Koordinator mata lomba Kimia, Stefanus saat diwawancarai di SMAN 1 mengatakan, ini adalah perlombaan yang dulunya dikenal sebagai OSN (Olimpiade Sains Nasional) namun sekarang diganti menjadi KSN (Kompetisi Sains Nasional).

KSN kemudian terbagi lagi menjadi KSNK (Kompetisi Sains Nasional tingkat Kabupaten) yang mana juara di tiap kabupaten akan mengikuti KSN Provinsi dan yang lulus di provinsi akan melanjutkan ke tingkat nasional.

"Nanti kalau juara di nasional baru mewakili Indonesia bertanding di tingkat dunia," tutur Stefanus.

Pendaftarannya tidak sembarangan karena pihak sekolah terlebih dahulu melakukan seleksi internal sebelum mengirimkan utusan masing-masing.

"Untuk teknisnya, tahun ini seperti mengikuti sistem ujian seperti UNBK atau komputerisasi. Mungkin karena pandemi covid-19 sehingga tahun ini sistemnya diubah total. Model ujiannya sama dengan UNBK," tutur Stefanus.

Dijelaskan ada 9 bidang lomba yang diuji dan tiap anak hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang lomba. Sementara masing-masing sekolah mengirimkan tiga perwakilan untuk satu bidang.

"Jadi yang periksa juga adalah pusat. Dan hasilnya kemudian disampaikan ke provinsi dan dikirimkan ke kabupaten. Untuk jadwal ujiannya itu nanti tanggal 3-4 Juni,"ujarnya.

Sebelum pandemi sistemnya dilakukan secara manual dan terpusat di satu sekolah namun kini berbeda, dibagi di tiga sekolah.

"Jadi maksimal 27 siswa satu sekolah tapi ada yang kurang karena tergantung kesiapan sekolah masing-masing," ujarnya.

Sejak pelaksanaan OSN atau yang kini disebut KSN, ada perwakilan siswa dari Kabupaten Mimika yang lolos di KSN Provinsi untuk ikut di KSN Nasional.

"Mimika sudah sering. Tapi kalau juara nasional itu belum. Tapi kalau dikirimkan ke sana itu sudah pernah. Anak-anak yang juara baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional akan mendapat sertifikat," ungkapnya.

Katanya, dari 9 mata lomba yang dilombakan yang paling banyak peminatnya adalah matematika. Sementara untuk durasi pengerjaan soal maksimal 3 jam, khusus untuk mata lomba kimia hanya 45 menit.

"Sebelumnya kami memberikan bimbingan khusus bagi siswa yang terpilih untuk ikut KSN tanggal 3-4 Juni nanti. Karena kita berharapnya mereka bisa menjadi yang terbaik. Anak-anak Mimika juga bisa dan kita selalu sudah buktikan itu," ungkapnya. (Shanty).

Top