Fasilitas Sentra Pendidikan Perlu Perbaiki, Tapi Anggarannya Jangan Disalahgunakan

Ketua Fraksi Mimika Bangkit Leonardus Kocu 

MIMIKA, BM

Gedung sekolah termasuk asrama serta fasilitas penunjang belajar lainnya di Sentra Pendidikan Sp5 harus segera diperbaiki Pemerintah Daerah Mimika.

Pasalnya kenyamanan dan sarana yang memadai akan sangat mendukung proses belajar mengajar di Sentra Pendidikan.

Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Leonardus Kocu meminta Pemda Mimika memprioritaskan hal ini sebagai bentuk peningkatan mutu pendidikan di Mimika.

Meski saat ini pelaksanaan pendidikan dilakukan secara online dan belum berjalan normal, namun ada beberapa anak yang khususnya dari wilayah gunung dan pantai yang membutuhkan tempat tinggal, sehingga mereka perlu ditampung di asrama.

"Saya sangat setuju dengan usulan anggaran dari Disdik karena kalau di lihat dari kondisinya, perbaikan itu bukan hanya satu item saja, tetapi bagaimana soal air bersihnya, penerangan, kelayakan fasilitas luar dan dalam termasuk akses," jelasnya.

Menurutnya Sentra Pendidikan sebagai pusat pendidikan milik pemerintah yang diprioritaskan kepada putera puteri asli daerah sehingga wajib diberikan porsi lebih dalam mendukung layanan pendidikannya.

"Sekolah ini harus dibuat senyaman mungkin agar anak-anak merasa betah dalam belajar sehingga tidak ada yang kabur atau tidak kembali lagi ketika semua sudah normal," harapnya.

Terkait ini, pada pembahasan anggaran kemarin Leonardus Kocu mengatakan Dinas Pendidikan telah mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar. Namun anggaran tersebut dirasionalisasi dan diharapkan terakomodir dalam APBD induk tahun 2021.

"Memang saat pembahasan anggaran ada beberap anggota dewan yang tidak setuju, sehingga perlu dievaluasi kembali,”katanya.

Jika nantinya terakomodir maka Kocu berharap dana ini dipergunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai terjadi penyelewengan anggaran karena jumlah termasuk sangat besar.

"Yang mengurus sekolah dan asrama itu harus profesional. Karena sentra pendidikan itu sebagai proyek percontohan yang harus benar-benar diperhatikan. Jangan lagi diintervensi oleh pemda yang pada akhirnya biaya untuk kebutuhan pokoknya tidak mereka maksimalkan,” tegasnya. (Rafael)

Top