Wofle Sorong Targetkan Juara IBF di Timika, Masa Tuan Rumah Hanya Juara II, Ayolah!

Pertandingan IBF antara Bushman versus Zetro di Mimika Sport Complex, Minggu (09/01)

MIMIKA, BM

Pertandingan hari ketiga Indonesia Basketball Festival (IBF) di Mimika Sport Complex (MSC), Minggu (09/01) hanya memainkan dua laga yang mempertemukan Bushman melawan Zetro dan Wofle Sorong versus KKBC.

Pertandingan pertama antara dua club basket Timika ini, bagaikan tim senior (Zetro) melawan tim junior (Bushman). Walau demikian, kedua tim saling memperagakan kualitas yang mereka miliki.

Jalannya laga kedua tim di awal-awal quarter pertama langsung membuat penonton bersorak. Pasalnya di menit awal ini mereka langsung saling beradu serangan. Dua pemain dari masing-masing klub langsung membuat tembakan tiga angka.

Tembakan three point dari nomor 11 pemain Bushman langsung dibalas pemain Zetro bernomor punggung 15 hanya dalam beberapa detik.

Sayangnya, walau sesekali para pemain Bushman tampil menyerang namun pertandingan ini lebih didominasi oleh club Zetro. Sejak quarter pertama hingga keempat, Zetro terus menjauh.

Quarter pertama Zetro unggul 17-7. Quarter kedua 29-11, quarter ketiga 53-16 dan quarter keempat sekaligus menutup kemenangan Zetro dengan nilai 62-25.

Pertandingan kedua antara Wofle Sorong versus KKBC juga tidak berimbang. Wofle Sorong bahkan unggul jauh dari lawannya. Pada quarter pertama Wofle Sorong unggul 19-3, 36-7, 56-10 dan quarter keempat menang telak dengan skor 86-13.

Walau menang mutlak, pelatih Wofle Sorong, Riggs, mengatakan ada sejumlah evaluasi yang akan dilakukan timnya untuk pertandingan berikutnya.

"Evaluasi yang akan kita lakukan nanti adalah para pemain harus tampil lebih serius. Karena sudah unggul jauh sehingga anak-anak kadang membuang poin dengan melakuan kesalahan non teknis sehingga banyak poin yang terbuang. Ini tidak boleh lagi terjadi," tuturnya.

Ia mengatakan, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap tim-tim basket tuan rumah, Riggs mengatakan target mereka adalah juara! Dari Sorong mereka jauh ke sini untuk mensukseskan misi tersebut.

"Target kami juara tapi bola itu bulat, sehingga kami tidak boleh anggap remeh lawan karena semua juga mau juara," ungkapnya.

Walau menggunakan nama Wofle Sorong, namun hampir semua pemain club basket ini didatangkan dari Jayapura.

"Pemain dari Jayapura. Wofle Sorong baru terbentuk tahun 2021. Kemarin kami mau bawa dari Sorong tapi berapa pemain umurnya tidak cukup. Kita hanya bawa asisten untuk menambah jam terbang," ungkapnya.

Hanya saja yang patut diapresiasi adalah bahwa pemilik Wofle Sorong berencana pada tahun ini akan mendirikan GOR sebagai markas mereka di Kota Sorong. Hal ini diungkapkan pelatih Riggs.

"Sistem pembinaan walau masih baru namun, pemilik tim Wofle Sorong sudah berencana awal tahun ini bangun mini GOR untuk tim dan membuka akademi basket di Papua Barat. Saat ini sudah mulai tahapan pembicaraan fasilitas dan direncanakan Oktober nanti sudah selesai dibangun. Pemilik ingin fokus kembangkan basket untuk usia muda," jelasnya.

Selain Wofle Sorong, di kabupaten maupun Kota Sorong ada beberapa tim bola basket yang sudah memiliki nama seperti Kamnas, SSBC, RCBS dan Worchip.

Selain itu, rencana pembuatan akademi bola basket di Sorong Papua Barat, hendaknya juga menjadi perhatian Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia dan Perbasi Mimika.

Jika pemilik Wofle Sorong saja ingin membangun GOR dan akademi bola basket, masa Kabupaten Mimika yang memiliki APBD terbesar hingga Rp4 triliun dan ada perusahan tambang terbesar dunia di Timika, tidak bisa mewujudkannya? Apalagi Mimika sudah punya MSC yang megah dan lapangan Perbasi yang mumpuni! Ayolah! (Ronald)

Top