Pasca Covid 19, Perekonomian Sulawesi Tenggara Mulai Membaik

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Foto Google)

KENDARI, BM

Mulai terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pertumbuhan ekonomi negara semakin membaik begitu juga dengan kondisi keuangan negara.

Hal ini juga secara langsung berdampak pada aktifitas masyarakat yang juga secara perlahan bangkit dari keterpurukan ekonomi setelah dua tahun lebih terkekang dalam badai covid-19.

Pemerintah sejauh ini terus berupaya menjaga daya tahan ekonomi Indonesia melalui instrumen fiskal serta mengoptimalkan peran APBN untuk pengendalian inflasi dan melindungi daya beli masyarakat serta menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Pemulihan ekonomi yang terjadi di awal tahun 2022 menjadi faktor kunci meningkatkan pendapatan negara.

Meningkatnya jumlah transaksi ekonomi ikut mengakselerasi penerimaan perpajakan dan non perpajakan di Indonesia.

Hal ini juga diperkuat dengan implementasi Undang-Undang tentang harmonisasi perpajakan, kenaikan beberapa harga komoditas, meningkatnya dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan juga meningkatnya pendapatan pada berbagai jenis layanan oleh Badan Layanan Umum (BLU).

Menurut data keuangan Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara realisasi pendapatan negara semester I cukup baik yakni Pendapatan APBN 2022 memiliki pagu Rp3,53 triliun.

Sepanjang paruh pertama 2022, telah terealisasi pendapatan senilai Rp1,45 triliun atau 41,12 persen, meningkat sebesar 8,36 persen (YoY).

Pagu belanja pemerintah pusat (BPP) adalah senilai Rp6,7 triliun, yang sampai Juni 2022 ini telah terealisasi Rp2,8 triliun atau 41,86 persen, atau turun 18,35 persen dibanding semester pertama tahun 2021 (YoY).

Transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) juga turun sebesar 0,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, pagu sebesar Rp15,8 triliun baru terealisasi Rp7,7 triliun atau 48,89 perseb.

Diharapkan, kinerja APBN dan APBD pada semester II akan membaik untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Pada bulan Juni 2022, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Sementara itu, Neraca perdagangan bulan Juni 2022 mencatatkan surplus US$200,47 juta, meskipun di periode yang sama terjadi peningkatan nilai impor sebesar 39,39 persen.

Dalam rangka mengurangi dampak pandemi, pemerintah juga masih melanjutkan berbagai program penebalan perlindungan sosial.

Penyaluran PC-PEN sektor perlindungan masyarakat (PKH, BLT sembako, BLT dana desa, BLT minyak goreng, insentif tenaga kesehatan, dan klaim pasien COVID-19) sampai Juni 2022 terealisasi Rp809,4 miliar.

Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui dan mengawal pelaksanaan APBN demi Sulawesi Tenggara dan Indonesia yang makin baik.

Membaiknya kinerja di paruh pertama tentu memberikan stimulus dan harapan terhadap kinerja APBN ke depan.

Dalam mengarungi ekonomi karena pandemi ini, pemerintah melakukan berbagai strategi dan adaptasi yaitu meningkatkan pengeluaran pemerintah (government expenditure) dan memberikan keringanan terhadap perpajakan.

Kondisi ini dimaksudkan untuk tetap menjaga perputaran ekonomi dan memulihkan perekonomian domestik dari hantaman pandemi.

Meskipun gelombang rintangan yang dihadapi oleh APBN begitu besar pada separuh awal tahun, pelaksanaan APBN 2022 tetap mampu berjalan dengan baik dan sesuai dengan arah kebijakan yang diharapkan.

Perjalanan APBN adalah faktor kunci dari kredibilitas pengelolaan keuangan negara di mata masyarakat.

Kinerja baik pada setengah perjalanan tahun ini tentu memberikan stimulus dan harapan terhadap kinerja positif APBN di periode berikutnya.

Kinerja yang baik pada paruh pertama ini tentu dapat memberikan suntikan energi positif untuk kembali melangkahkan kaki bersama menempuh separuh perjalanan lagi, serta mengantarkan APBN 2022 menuju garis akhir untuk kemenangan dan pemulihan ekonomi negeri ini.

Penulis : Paska Pakpahan, Kepala Seksi Supervisi Proses Bisnis Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara

Top