Di Panggung Penutupan Gebyar PON XX Papua, Wabup John Sampaikan HBD Bupati Omaleng

Penutupan Gebyar PON XX Papua ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama, Jumat (15/10) 

MIMIKA, BM

Usai sudah seluruh rangkaian Gebyar PON XX Papua 2021 di empat klaster penyelenggara yakni kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika.

Penutupan Gebyar PON dilaksanakan di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10) dan dihadiri oleh ribuan warga Timika.

Sebelumnya, pada pagi hingga siang hari, tenaga kesehatan melakukan rapid swab tes kepada masyarakat yang hendak menonton. Selain itu penonton juga diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan menunjukkan sertifikat vaksin.

Kegiatan ini juga melibatkan 300 personil gabungan TNI-Polri guna pengamanan.

Sayangnya, protokol kesehatan yang diterapkan terkesan dilanggar. Hal ini terlihat dengan adanya ribuan masyarakat yang memadati lapangan Timika Indah hingga di luar area yang dibatasi.

Bahkan pada saat malam hari, di pintu keluar masuk khususnya arah Jalan Belibis, tidak lagi terlihat pemeriksaan kesehatan secara detail karena warga terus berbondong keluar masuk lapangan Timika Indah.

Meskipun saat ini Mimika tengah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II, tetap saja hal ini harus menjadi perhatian bersama.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan penutupan Gebyar PON telah mengingatkan masyarakat yang datang untuk tetap memakai masker dan tidak boleh terlalu berdesakan.

Walau pada kenyataanya, kepadatan warga tidak bisa dihindari, namun ia tetap meminta mereka untuk selalu menggunakan masker selama giat Gebyar Penutupan PON XX berlangsung.

“PON kita mulai dari tanggal 23 dan kemarin semua pertandingan telah selesai. Hari ini kita menutup seluruh rangkaian PON. Saya bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah yang baik dan kita bisa menjadi penonton yang baik,” ujarnya.

Lanjutnya, sesudah pelaksanaan PON XX Papua diharapkan masyarakat tetap tetap menjaga kebersihan dan tetap menjaga kantibmas di Mimika.

“Kita sudah tunjukkan sebagai tuan rumah yang baik jadi harus kita pertahankan. Hari ini PON sudah selesai. Masyarakat Kabupaten Mimika yang terkasih saya dan bupati serta seluruh jajaran forkopimda, seluruh panitia Sub PB PON Mimika mengucapkan banyak terimakasih karena telah menjadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh satuan TNI Polri yang terus berupaya menjaga keamanan di Mimika selama perhelatan PON hingga berakhirnya PON XX di Mimika.

“Kita semua bangga bisa menyelenggarakan PON. Kita berterimakasih kepada Tuhan, selama PON tidak ada kecelakaan dan atlet pulang semua aman. Terimakasih untuk semua masyarakat karena memberi kesan yang baik dari Mimika untuk kedamaian Indonesia. Mereka yang pulang mengatakan bahwa Papua luar biasa, Mimika luar biasa,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua di Empat Klaster Otniel Deda juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dan panitia Sub Cluster Mimika serta pihak kepolisian dan TNI yang telah mendukung suksesnya kegiatan Gebyar PON.

“Kabupaten Mimika tuan rumah terbaik. Saya mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe mengucapkan terimakasih untuk semua ini,” ujarnya.

Otniel juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan terdapat banyak kekurangan.

”Semua aman dan lancar ini juga berkat doa seluruh masyarakat Mimika. Maaf bila ada kekurangan. Kita terus semangat, Kitorang Semua Bisa dan kita semua sudah tunjukan itu bahwa Papua bisa,” tandasnya.

Penutupan Gebyar PON XX Papua Di Mimika resmi ditutup ditandai dengan penukulan tifa secara bersama oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua Otniel Deda serta perwakilan forkopimda dan TNI Polri.

Selamat Ulang Tahun Bupati Mimika

Penutupan Gebyar PON ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Bupati Omaleng pada hari ini genap berusia 49 tahun.

Walau tidak berada di Mimika dan menurut informasi tengah berada di Jayapura namun dari atas panggung, Wabup John Rettob mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Sebagian warga Mimika yang mungkin tidak menyadari hari ini merupakan HUT bupati mereka, langsung bertepuk tangan sebagai bentuk ungkapan selamat ulang tahun untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Hari ini kita punya bupati ulang tahun! Selamat ulang tahun bapak bupati, kita semua di sini tepuk tangan dulu untuk beliau," ujar Wabup John yang diikuti tepukan tangan penonton sebagai bentuk ucapan selamat HUT untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Kirab PON, Expo Mimika, Gebyar PON versus Prokes! Salah Siapa?

Perayaan akbar PON di Mimika yang melibatkan ribuan masyarakat, sebenarnya tidak hanya terjadi pada momen penutupan Gebyar PON malam ini!

Sebelumnya, dua pegelaran serupa yang melibatkan masyarakat banyak di tengah pandemi ini juga terjadi pada saat Kirab Api PON (28/9) dan Timika Expo (6-14/10) dilangsungkan.

Namun perlu diketahui, panitia tiga event ini sedikitpun tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Mereka bahkan total dan ketat dalam pengawasan prokes.

Namun sebaik dan seketat apapun panitia dalam menghimbau dan memfasilitasi penerapan prokes, letupan warga pada tiga acara ini tidak dapat dibendung.

Euforia PON di Mimika seakan menjadi satu ekpresi massal dalam menyatakan perang terhadap keberadaan Covid-19 di Mimika selama ini.

Selama hampir dua tahun, masyarakat terkurung dalam penjara kehidupan karena dibayang - bayangi ketakutan terhadap penularan covid-19.

Warga Mimika mulai jenuh, bosan dan lelah dan mungkin sebagian tidak lagi peduli terhadap keberadaan covid-19. Mereka ingin mengalami kembali suasana normal seperti sediakala.

Masyarakat ingin berekspresi, merayakan kegembiraan, berkumpul dan saling menyapa serta berinteraksi sebagai makhluk sosial.

Tidak heran, kehadiran ribuan warga pada tiga momen ini mungkin berpengaruh miris terhadap penerapan prokes covid, namun siapa yang pantas untuk disalahkan dengan semua keadaan ini?

Apakah negara? Panitia PB PON ataukah Panitia PON Cluster Mimika? karena telah mengizinkan dan menyetujui penyelenggaraan PON di Papua termasuk Mimika sebagai salah satu cluster!

Ataukah ini menjadi kesalahan pihak keamanan (TNI - Polri) karena memberikan izin keramaian ataukah mungkin kesalahan Dinas Kesehatan yang terlalu protect terhadap covid?

Jika kelompok di atas tidak bersalah, maka apakah ini kesalahan warga Timika karena secara bergerombol menghadiri kemeriahan PON yang mungkin hanya sekali dalam hidup mereka alami suasana ini?!

Kerumunan memang tidak bisa dihindari namun perlu diketahui, sebagian warga yang datang menonton tiga even ini, baik Kirab Api PON, Expo Mimika dan Gebyar PON, juga menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan sebagian dari mereka juga telah diberi vaksin, baik pertama maupun vaksin ke dua. Tidak sedikit dari mereka juga menggunakan masker, mencoba menjaga jarak namun tetap saja tidak bisa menghindari kerumunan yang terjadi.

Selain itu, kondisi di Mimika saat ini untuk situasional Covid-19 tergolong minus sehingga Mimika kini berada pada level II status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain itu hingga dua pekan lalu, vaksinasi covid sudah hampir mencapai batas minimal 70 persen, pekan ini mungkin telah terlampaui.

Tidak hanya sebatas ini, selama penyelenggaraan PON di Mimika, hanya 14 atlet yang terkena covid-19. Kondisi mereka juga baik karena efek vaksinasi sehingga tidak bergejala. Sebagian dari mereka telah kembali dan hanya menyisahkan 1 atlet yang masih dirawat beberapa hari lalu.

Walau masih ada yang mengkritisi penerapan protokol namun warga Mimika harus menyadari bahwa kesuksesan PON di tengah pandemi Covid-19 baik di Papua maupun Mimika sebagai salah satu cluster, bisa menjadi referensi atau pilot project bagi event nasional maupun internasional di Indonesia.

Jikapun usai PON XX kasus Covid-19 di Mimika kembali melonjak, maka ini merupakan sebuah konsekwensi yang tidak bisa dihindari. Harus dihadapi secara bersama tanpa harus saling menyalahkan apalagi melempar bola.

Ketika belum ada vaksin, Mimika telah mampu menunjukan kepada Indonesia bahwa kitorang bisa melawan covid. Apalagi kondisi saat ini, hampir 70 persen penduduk Mimika sudah di vaksin.

Dengan demikian maka Mimika pasti akan lebih kuat menghadapinya sama seperti sebagian orang yang awalnya meremehkan penyelenggaraan PON di Papua namun kita semua sudah menunjukan bahwa PON XX di Papua termasuk di Mimika telah sukses diselenggarakan  walau berada di tengah pandemi Covid-19. (Elfrida/Red)

Top