Pulang Kampung, Wagub Klemen : Kita Sejak Dulu Sudah Terbiasa Hidup Susah

Wagub Klemen Tinal saat menyampaikan sambutan pada giat launching peningkatan ekspor perikanan

MIMIKA, BM

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal didampingi ibu Stefra Sodora Dupuy bersama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob baru saja melaunching kegiatan Peningkatan Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Papua di Kabupaten Mimika di Hanggar Bandara Moses Kilangin, Senin (29/3).

Dalam kesempatan ini, Wagub Klemen Tinal mengingatkan masyarakat Papua terutama warga Mimika agar tidak menggangap remeh keberadaan Covid-19 saat ini.

Ia meminta masyarakat jangan main-main atau cuek dengan situasi saat ini. Menurutnya, hal terbaik agar semua orang terlindungi adalah patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini fakta dan jangan kita anggap main-main. Isteri saya sering ingatkan saya bahwa tiap saat ada mobil ambulance lewat bawa orang mati karena covid jadi kita semua harus saling menjaga dan mengingatkan, terutama di Mimika dan Jayapura," terangnya.

Walau hingga saat ini pandemi covid masih melekat dalam kehidupan semua orang terutama masyarakat di Papua, namun Wagub Klemen memuji keberhasilan Tim Covid Papua terutama di Jayapura dan Mimika dalam meredam tingginya angka kematian.

"Puji Tuhan, saya juga ucapkan terimakasih kepada panitia covid karena mereka luar biasa menangani masalah ini sehingga kita sama-sama bisa turunkan covid dengan baik. Walaupun angkanya tinggi namun tingkat kesembuhan juga tinggi untuk Papua," ungkapnya.

Kondisi ini menurut Wagub Klemen Tinal telah memberikan rasa optimisme kepada semua masyarakat di Papua agar bangkit dalam menghadapi keterpurukan ini.

Diakuinya, pandemi ini sangat berpengaruh terhadap situasi ekonomi secara nasional. Daerah-daerah lain di Indonesia pertumbuhan ekonomi bahkan merosot di angka 3-4 persen. Banyak daerah mengalami defisit dan inflasi yang melonjak tinggi.

"Kita di Papua tidak. Puji Tuhan, perekonomian kita berada di angka 5 koma sekian persen yang dibulatkan jadi 6 persen. Banyak yang bertanya Pak Klemen kenapa bisa begitu? Saya bilang belum covid saja kita sudah begitu susah, kita sudah latihan untuk sudah jadi ketika susah yang benar-benar datang seperti pandemi saat ini, kita di Papua sudah biasa," ungkapnya.

Wagub kembali menegaskan  bahwa masyarakat Papua sejak dulu sudah terbiasa hidup susah. Saat harga bensin, beras hingga semen di daerah lain terhitung murah, harga beras dan semen di Papua sudah menembus harga jutaan rupiah.

"Ini kelebihan kita semua yang hidup di tanah Papua. Mereka yang lain baru dapat covid langsung kebingungan tapi orang Papua tidak. Dari dulu kita sudah biasa hidup susah jadi begitu harga naik kita anggap biasa saja, jadi waktu ko bilang ini sudah susah, kita anggap ini tidak terlalu luar biasa susah," jelasnya.

Menurut Wagub Klemen Tinal, orang Papua harus kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki terhadap semua persoalan dan tantangan yang dihadapi.

"Tiap hari saya bangkitkan semangat ASN di Provinsi, kalian tidak boleh kecil hati. Kita semua harus kuat dengan keadaan ini dan harus menghadapinya secara bersama-sama karena negeri kita ini sangat diberkati Tuhan," ujarnya. (Ronald)

Top