'Tukar Guling Jabatan' Terjadi di Kantor SAR Timika

Pemberian cinderamata dari kepala SAR Timika yang baru kepada kepala SAR yang lama

TIMIKA, BM

Kepala SAR Timika, kini dijabat oleh George Leo Mercy Randang, SIP MAP menggantikan Monce Brury SIP. Monce kini ditunjuk menjabat sebagai Kepala SAR Manokwari menggantikan George yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Acara serah terima dilakukan berdasarkan surat keputusan Badan SAR Nasional bernomor KBSN-02/KP.03.06/1-BSN/2021 tertanggal 13 Januari 2021.

SK ini tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Dari dan Dalam Jabatan di Lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional.

Kepada wartawan, Monce Brury mengatakan, Sertijab ini dikenal dengan nama “tukar guling” dimana ia berpindah ke Manokwari, begitupun sebaliknya.

Ia berharap Kakansar Timika yang baru, dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik selama berada di Timika terutama dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Monce juga berpesan bahwa Mimika merupakan salah satu wilayah yang cukup kompleks dengan bencana.

“Di Timika hal yang berkaitan dengan kecelakaan pelayaran, hal yang membahayakan manusia sampai dengan penerbangan itu ada. Jadi perlu ada koordinasi dengan stakeholder termasuk TNI-Polri dan pemerintah daerah agar dapat menunjang pelaksanaan operasi,” ujarnya.

Kepada pegawai dan masyarakat Mimika, Monce yang telah lima tahun bertugas sebagai kepala SAR Timika, mengaku memiliki kekurangan dan keterbatasan sebagai seorang pimpinan maupun warga biasa.

"Kepada semua saya minta maaf jika selama bertugas di sini masih banyak kekurangan. Saya bersyukur atas semua support yang selama ini diberikan ke saya dari semua pihak. Saya mohon pamit dan restu dari semua masyarakat Mimika untuk tempat tugas yang baru," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SAR Timika George Leo Mercy Randang mengatakan, setiap pemimpin SAR, pastinya akan menyiapkan rencana matang dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik terkait dengan tugas pokok pencarian dan pertolongan.

"Di Manokwari juga banyak kecelakaan kapal, kondisi membahayakan, orang hilang di hutan, perbukitan juga perahu atau long boat hilang. Itu cukup banyak di Manokwari karena ibukota Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.

George berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi di Mimika yang berkaitan dengan Basarnas, selama menjabat sebagai kepala SAR Timika.

"Ini akan saya lakukan agar ke depan langkah apa yang bisa disinergikan, bisa lebih tajam lagi. Saya percaya, apa yang sudah dilaksanakan pemimpin sebelumnya sudah baik dan luar biasa," ujarnya.

Lanjutnya, tidak hanya di Timika namun kantor SAR dimana-mana selalu kekurangan personel. Walau demikian hal ini tidak akan mengurangi kinerja pegawai SAR karena dalam melakukan operasi bencana akan didukung TNI-Polri.

"Kekurangan ini bagian dari dinamika operasi. Untuk itu kami akan menyiapkan langkah-langkah untuk menindaklanjuti apa yang pimpinan sebelumnya telah lakukan,” tutupnya. (Ignas)

Top