Tidak Kantongi Izin, 3.240 Kilogram Daging Rusa Disita Karantina Pertanian Timika

Daging rusa tanpa dokumen yang diamankan

MIMIKA, BM

Sebanyak 3.240 kilogram daging rusa dari Fak-Fak yang dibawakan oleh 4 pedagang asal Timika berhasil diamankan oleh Karantina Pertanian Timika karena tidak mengantongi izin karantina.

Temuan ini didapat karena Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Timika tiada hentinya memperketat lalu lintas komoditas pertanian di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran.

"Daging rusa seberat 3.240 kilogram dikemas menggunakan kotak berbahan gabus dan dimasukkan melalui Pelabuhan Pomako dengan alat angkut KM. Sabuk Nusantara 75, pada Minggu (05/09)," tutur Kepala Karantina Pertanian Timika, Tasrif melalui rilis yang diterima BeritaMimika.com, Selasa (7/9).

Ia menjelaskan, daging rusa tanpa dokumen karantina ini harus ditahan karena tidak memenuhi persyaratan karantina dan tidak terdapat surat izin dari BKSDA Fak-Fak.

Jika tidak memiliki kelengkapan maka tidak ada jaminan kesehatannya serta ada ancaman penyakit yang mungkin terbawa oleh media pembawa.

"Tentunya kami tidak akan mampu mengawasi seluruh pintu masuk yang tersebar. Oleh karena itu bersinergi dengan instansi terkait di wilayah kerja menjadi solusi dalam menjaga sumber daya alam hayati dan pertanian agar tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi petani dan juga masyarakat," tutur Tasrif.

Sementara, Kepala Subseksi Pelayanan dan Operasional, drh. Amirullah, menjelaskan bawa informasi masuknya daging ilegal bermula saat tim Karantina Timika, BKSDA dan instansi terkait melakukan pengawasan dan pemeriksaan bersama di dermaga Pelabuhan laut Pomako.

"Tindakan penahanan yang dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan," ungkapnya. (Shanty)

Top