Hukum & Kriminal

Jarang Didatangi, Fasilitas di Pos Puriri Hilang

Anggota Polsek Mimika Timur ketika mengunjungi Pos Puriri

MIMIKA, BM

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Boby Pratama mengakui pada saat mengunjungi Pos Puriri pihaknya mendapati ada beberapa fasilitas yang ada di Pos tersebut hilang.

Menunurut penjelasannya, hal ini disebabkan karena pos ini jarang didatangi atau dikunjungi anggotanya.

"Di pulau Puriri tidak ada penduduknya, tapi ada barang-barang di pos itu hilang seperti kasur dan papan-papan yang ada di pos. Mau tempatkan anggota di sana juga belum bisa, karena personil kita terbatas," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon.

Guna mengantisipasi hal tersebut tidak lagi terjadi, mantan Pair SI STNK Subditregident Ditlantas Polda Papua ini telah mengingatkan anggotanya agar selalu mendatangi pos tersebut.

"Kami sudah rencanakan pos di pulau Puriri ini akan dikunjungi setiap minggu atau setiap bulan supaya bisa dikontrol. Pulau itukan ada di tengah laut, dan tidak menutup kemungkinan suatu saat jika masyarakat ada masalah di laut, mereka bisa mengamankan diri di sana," ujar Boby.

Selain mengecek Pos Puriri, anggota Polsek Mimika Timur pada kesempatan itu juga mengunjungi Pulau Karaka. Iptu Boby Pratama mengatakan kunjungan dilakukan juga untuk memantau dan mengetahui situasional di dua tempat tersebut. (Ignas)

Jika Jadi Korban Kejahatan Segera Lapor Polisi, Jangan Curhat Di Medsos


Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Parlon Helan

MIMIKA, BM

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, SIK meminta masyarakat terutama yang mengalami atau menjadi korban kejahatan alangkah baiknya tidak curhat di medsos,namun segera lapor ke kepolisian.

“Karena dengan kita menerima laporan, kita bisa mendatangi dan melakukan olah TKP. Kita bisa melakukan itu kalau ada laporan yang kita terima langsung. Tapi kalau cuma mau curhat-curhat di media sosial, ya kita juga tidak bisa bertindak,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (14/6).

Menurutnya, jika langsung dilaporkan maka polisi akan bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan sekaligus mengetahui apakah pelakunya merupakan pemain lama atau baru.

"Kalau tidak dapat melaporkan langsung ke kantor polisi dapat menghubungi call center kepolisian atau melaporkan kepada keluarga yang berprofesi sebagai polisi," ungkap Dion.

Alasan menyampaikan hal ini, kata mantan Kabag Ops, karena pihaknya telah memantau sejumlah media sosial yang banyak diisi oleh curhatan warga mengenai tindakan kejahatan yang dialami warga.

"Saya lihat di grup-grup Facebook bahwa ada kecurian laptop. Dan itu marak, kalau cuma sekedar curhat, ya buat apa. Karena dengan curhat di media sosial saja, kita tidak ada dasar untuk menanggapi kejadiannya," sesal Dion. (Ignas)

Tidak Terima Anaknya Dikeroyok, Bapak Lapor Polisi

Derek, orangtua korban ketika melaporkan kejadian yang dialami anaknya

MIMIKA, BM

Setiap orangtua pastinya tidak akan rela melihat buah hatinya yang tidak bersalah dikeroyok oleh orang lain. Hal ini dirasakan oleh seorang bapak bernama Derek Teneouye karena kejadian itu menimpah anak kandungnya John Fredi.

"Kejadiannya itu Minggu (kemarin-red) sore di Jalan Matoa," ungkap Derek saat mendatangi Kantor Polsek Mimika Baru untuk membuat laporan polis, Senin (14/6).

Kisah yang disampaikan Derek juga sangat memprihatinkan karena anaknya di pukul di rumahnya. Saat berada di rumah, tiba-tiba ia didatangu pelaku untuk meminta uang untuk membeli minuman.

"Saya laporkan ke Polsek karena anak saya yang dikeroyok ini alami luka di kepala bagian kiri akibat terkena batu. Pelakunya dua orang dan mereka itu teman anak saya," tutur Derek.

Ia mengakui sebelum kejadian tersebut, anaknya juga terlibat meminum minuman keras bersama kedua temannya itu. Namun setelah itu ia kembali ke rumah untuk beristirahat.

"Mereka datang minta uang dan saya katakan ke mereka bahwa tidak ada uang. Salah satu pelaku sempat merontah dan mau pukul anak saya, tapi ada warga yang melerai. Anak saya juga sempat suruh pelaku ini pulang. Tak lama kemudian datang satu pelaku dan langsung pukul anak saya, akhrinya mereka dua keroyok anak saya," ungkap Derek. (Ignas)

BERITA HUKUM & KRIMINAL

Top