Polisi Ajak Keluarga Korban Percayakan Penanganan Kasus kepada Aparat

Suasana berlangsungnya pertemuan

MIMIKA, BM

Kepolisian mengajak keluarga almarhum Jaren Wamang Magai dan para tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, menyusul penanganan kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Timika, Mimika, Papua Tengah, Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kabag Ops, Kasat Samapta, dan Kapolsek Kwamki Narama meminta para tokoh masyarakat agar berperan aktif mengendalikan warga serta mengimbau keluarga korban untuk menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kasus tersebut merupakan tindak pidana murni dan proses penyelidikan terus berjalan. Polisi juga menyampaikan bahwa identitas sejumlah terduga pelaku telah dikantongi sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Selain itu, kepolisian menegaskan agar tidak ada pihak yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan isu perang suku. Hal itu mengingat sebelumnya telah dilaksanakan prosesi perdamaian yang ditandatangani oleh tokoh dari kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen menjaga keharmonisan dan mencegah konflik meluas.

Polisi juga membuka ruang komunikasi kepada masyarakat. Apabila terdapat aspirasi maupun persoalan yang perlu disampaikan, masyarakat dipersilakan menyampaikannya melalui jalur yang telah disediakan agar dapat diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, keluarga almarhum Jaren Wamang Magai menyampaikan harapan agar bantuan bahan makanan bagi keluarga duka disalurkan langsung ke rumah duka. Keluarga juga meminta agar pagar yang dibangun oleh Kelompok Niwigelan segera dibongkar.

Keluarga berencana menggelar pertemuan internal untuk membahas persoalan tersebut. Hasil kesepakatan nantinya akan disampaikan secara terbuka di lokasi bekas pertikaian agar diketahui oleh pihak kepolisian maupun pemerintah.

Dalam pertemuan itu, keluarga almarhum turut didampingi oleh Waemum Bapak Naop Dang. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari pendekatan persuasif yang dilakukan kepolisian agar keluarga korban dapat menerima proses hukum yang sedang berjalan sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi kekerasan.

Kepolisian menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diteruskan kepada pimpinan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun demikian, keberhasilan menjaga keamanan juga memerlukan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat agar situasi kamtibmas di Timika tetap aman, damai, dan kondusif. (Nuel)

Top