Ekonomi dan Pembangunan

Ini Prestasi, Bank Indonesia Tunjuk Mimika Sebagai Daerah Percontohan ETPD

Foto bersama dengan Wakil Bupati Mimika usai Sosialisasi ETPD di Mozza

MIMIKA, BM

Masyarakat Mimika harus berbangga karena Bank Indonesia (BI) menunjuk Kabupaten Mimika sebagai daerah percontohan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Se Provinsi Papua. 

Elektronifikasi transaksi keuangan merupakan perubahan cara pembayaran yang semula menggunakan tunai menjadi non tunai.

Elektronifikasi tersebut merupakan salah satu bentuk Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dirancang oleh pihak BI.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Pengawasan Peredaran Uang Rupiah BI Papua  Dwi Putra Indrawan mengatakan, ETPD tujuannya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transaksi pengelolaan keuangan daerah.

Contohnya untuk pembayaran pajak maupun pembayaran retribusi daerah yang dilakukan secara non tunai atau elektrinifikasi.

Hal ini ia sampaikan pada giat sosialisasi ETPD yang berlangsung di Hotel Grand Mozza, Jumat (19/3) dan hadiri oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Mimika.

"BI mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke nontunai melalui empat strategi yang di sinergikan dengan program pemerintah antara lain fasilitas model bisnis, regulasi dan kebijakan yang mendukung, optimalisasi sumber daya lokal dan edukasi serta monitoring," jelasnya.

Dwi mengatakan, tujuannya agar elektronifikasi bisa dilakukan secara online, virtual, serta bisa dilakukan secara digital sehingga bisa memperluas akses maupun venetrasi masyarakat berkaitan dengan pembayaran ataupun transaksi.

"Sejauh ini di Provinsi Papua belum ada tetapi ada beberapa kabupaten kota yang sudah diinisiasi untuk bisa dilakukan penandatanganan ataupun membentuk tim percepatan elektronifikasi daerah ini," ujarnya.

Menanggapi dipilihnya Mimika oleh Bank BI, Wabup Johannes Rettob saat ditemui usai mengikuti sosialisasi mengatakan Mimika dipilih karena sudah siap dalam hal regulasi dan tengah memepesiapkan diri untuk melakukan penerapan ETPD.

"Niat sudah ada, regulasi juga kami sudah dorong. Langkah ini sudah lama sejak kita ditetapkan sebagai kota smart City dan dan sejauh ini pemda terus berupaya melakukan peningkatan-peningkatan teknologi," ujarnya. 

Lanjutnya, hal yang mendasari ETPD belum dijalankan karena adanya beberapa kendala yakni kesiapan SDM dan perlunya sosialisasi kepada masyarakat.

Ia harus dilakukan sehingga apa yang coba di bangun oleh Pemda Mimika terkait ETPD yaitu pembayaran transaksi elektronik di masyarakat bisa teroptimalkan.

"Saya akui memang dari SDM dan sosialisasi kita ini belum jalan dengan baik. Selain itu pendampingan kita juga kurang sehingga masyarakat belum terlalu memahami hal ini," jelasnya.

Walau demikian, Wabup Mimika John Rettob juga mengharapkan partisipasi, dukungan serta kesadaran masyarakat dalam mendukung pemerintah daerah untuk melaksanakan program ini secara bijak.

"Contohnya elektronisasi portal otomatis di pasar itu saja masih menjadi persoalan, padahal bayarnya masih tunai tidak pakai kartu. Ini perlu sosialisasi dan kesadaran, jadi masyarakat dan pemerintah harus selalu saling mendukung," ungkapnya. (Shanty)

PTFI Berikan Gambaran Terkait Banjir di Mile 72

Kondisi banjir di Mile 72, Sabtu (6/3) malam (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia melalui Media Relations Corporate Communication, Karel Luntungan, menyampaikan gambaran tentang kondisi banjir di wilayah sekitaran Mile 72-73.

Dihubungi BeritaMimika, Sabtu (6/3) malam, Karel mengatakan bahwa banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi namun Puji Tuhan tidak ada korban jiwa maupun infrastruktur.

"Ini kejadian biasa akibat curah hujan yang tinggi sehingga air mengalir melewati jalan ke pembuangan akhir ," ungkapnya melalui telepon.

Ia menuturkan bahwa curah hujan dalam intensitas tinggi sempat terjadi sore tadi namun hingga malam ini curah hujan sudah mulai berhenti.

"Jadi ini bukan kejadian luar biasa. Semua sudah normal dan kondisi saat ini jalan ditutup sementara untuk memastikan askes jalan aman untuk dilalui," terangnya.

Hingga malam ini semua berjalan normal, ungkap Karel sekaligus menjelaskan adanya postingan video banjir yang beredar di group-group WA.

Kepada BeritaMimika lewat telepon, Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduarrdus Edison juga menyatakan bahwa tidak ada kerugian korban jiwa maupun materil dari kondisi ini.

"Bukan longsor, tapi karena curah air hujan tinggi akibat hujan dari pukul 17.00 Wit sehingga meluap dari Kali Parit, air dari gunung. Kondisi terkini sementara perbaikan aliran air yang menghambat ke jalan. Kondisi seperti ini biasa saja dan biasa terjadi karena buangan air dari atas," jelasnya. (Ronald)

 

Kapolres Mimika Bagikan Ilmu Bercocok Tanam dan Ratusan Ayam ke Petani Kampung Mulia Kencana

Kapolres dan Kadis Peternakan saat menyampaikan motivasi kepada petani

MIMIKA, BM

Binmas Noken Polres Mimika menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat kepada puluhan petani dari Kampung Mulia Kencana SP7.

Kegiatan diselenggarakan di tempat pertanian, peternakan, perkebunan dan budi daya ikan milik Kapores Mimika AKBP AKBP I Gusti Gde Era Adhinata di Jalan Irigasi Ujung, Sabtu (6/3).

Selain Kapolres Era dan puluhan petani, giat ini juga dihadiri oleh Waka Satgas Binmas Noken Polri, AKBP Sofyan Budiono bersama Aiptu Lalu Hiskam Anady, pers posko Binmas Noken.

Hadir pula tiga kepala OPD Pemda Mimika yakni Kadis Peternakan Yosephine Sampilono, Kadis Perikanan Leentje Siwabessy dan Kadis Distanbun Alice Irana Wanma.

Di lokasinya, Kapolres Era mengingatkan para petani bahwa Bumi Amungsa sangat diberkati karena tanahnya dapat menanam berbagai jenis buah dan sayur-sayuran.

Menurutnya, tempat usaha pertanian, peternakan dan perikanan miliknya dibangun untuk meneliti apa saja yang bisa ditanam di bumi Amungsa ini.

Di lahan ini telah ditanam buah-buahan dari berbagai jenis seperti klengkeng, rambutan,  jambu, mangga, pisang, durian, buah merah dan beberapa tanaman langka lainnya.

Warga antusias melihat cabai yang ditanam di bedeng

"Saya lakukan ini tujuannya supaya saya mau cek tanaman (sayur dan buah-red) apa yang paling cocok ditanam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Mimika," ujarnya kepada petani.

Di lahan ini juga kapolres menaman 3 jenis cabai yang sebenarnya bisa ditanam di lahan pekarangan rumah yakni cabai rawit shypoon, viral dan cabai manyar.

Kapolres juga menjelaskan bahwa ada perbedaan bagaimana cara menanam cabai yang sehat dan tepat serta bagaimana menghindari agar cabai tidak dihabiskan hama.

Selain itu Kapolres juga memberitahukan tentang bagiamana perbedaan menaman cabai di bedeng dan polybag serta bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan dan perawatan cabai itu sendiri.

"Selain sayur dan buah-buahan di tempat ini juga sudah saya kembangkan peternakan ayam kampung super, nantinya kambing dan juga sapi. Di sini saya ingin menciptakan ayam kampung yang sehat supaya kita tidak perlu lagi membeli dan kirim dari Jawa," ungkapnya.

Usai memberikan tambahan ilmu bercock tanam, menyampaikan motivasi dan semangat kerja kepada petani, Kapolres Era mengajak peserta mengunjungi semua jenis tanaman buah, sayur, peternakan ayam dan tambak ikan yang sudah dibuatnya.

Petani pun berjalan mengelilingi dan melihat semua jenis buah-buahan dan sayur serta peternakan yang sudah dikembamgkannya di lahan ini.

"Dari hasil penelitian kami, kami ciptakan sendiri tempat pembuatan pupuk kompos dari ternak ayam. Semua tanaman di sini kita beri pupuk kompos sehingga tidak perlu bergantung pada pupuk kimia. Bahkan dalam sebulan kita bisa hasilkan 8 juta dari pupuk ini. Petani harus bisa buat dan kembangkan ini," terangnya.

Tanaman buah merah dan jambu

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan), Yosefine Sampelino menuturkan, sangat termotivasi dengan apa yang dibangun dan dilakukan Kapolres Era.

Menurutnya, Kapolres Era sudah membuktikan bahwa apapun yang di tanam di Timika bisa tumbuh dan subur.

"Kita semua yang hadir terutama petani harus manfaatkan untuk belajar dan melihat semua ini. Kami dinas sangat bersyukur atas karya ini karena sangat berpengaruh terhadap petani dan peternak dalam mengembangkan usaha mereka. Apalagi selama ini kita datangkan ayam petelur dan daging dari Surabaya," ungkapnya.

Ia juga berterimakasih karena Kapolres Era telah membuat lahan ini menjadi tempat produksi dan rekreasi sekaligus sebagai wadah pembelajaran bagi petani.

Kepada Berita Mimika, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura, Alice I Wanma juga memuji tempat ini karena lengkap dengan pertanian, perkebunan dan peternakan.

"Secara khusus saya melihat pertanian luar biasa dengan inovasi yang tinggi serta pertumbuhan tanaman yang sangat berkualitas," ujarnya.

Tempat produksi ayam petelor

Menurutnya tempat ini telah menjadi kebanggaan dan motivasi bukan hanya kepada masyarakat namun juga Dinas Distanbun agar dapat mencontohinya.

"Ini sangat luar biasa apalagi telah menjadi pilot project untuk warga SP7. Mudah-mudahan ke depan apa yang sudah dibuat ini menjadi percontohan bagi masyarakat dan kita bersama bisa kembangkan untuk semua masyarakat Mimika," harapnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Kapolres dan Binmas Noken Polri karena telah ikut berpartisipasi dalam memberdayakan masyarakat di Mimika baik di sektor perikanan, pertanian maupun perkebunan.

"Warga (petani-red) datang dan melihat semua pengetahuan di sini sehingga nantinya mereka dapat memacu diri dan mengembangkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menumbuhkan pangan lokal di Mimika," ujarnya.

"Kami berterimakasih diundang datang karena ini juga menambah ilmu dan pengetahuan serta menjadi referensi bagi kami terutama dalam membudi daya ikan air tawar. Ini akan membambah pengalaman supaya ke depan bisa kami bina pokdakan penggerak kami," lanjutnya.

Tempat produksi pupuk kompos

Sementara itu di akhir kegiatan, Kapolres Era kepada BM menuturkan kegiatan ini juga dalam rangka pembinaan guna menciptakan Kampung Tangguh di Kabupaten Mimika.

Pasalnya, sesuai program Kapolri yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi), salah satu kebijakannya adalah mengembangkan Kampung Tangguh di wilayah Mimika.

"Kita ajak masyarakat ke tempat ini yang sudah kami ciptakan melalui penelitian-penelitian kami dari Polres Mimika tentang bagaimana bisa menanam cabai dengan kualitas terbaik, beternak ayam dan ikan yang efektif dengan harapan agar masyarakat bisa melihat bagaimana percobaan kerjasama dengan Binmas Noken Polri dalam membubidayakan peternakan dan pertanian yang ada di sini," jelasnya.

Kapolres mengatakan menurut penuturan warga, mereka sangat antusias dan akan berupaya mengembangkan serta membudiyakan apa yang mereka pelajari di tempat tersebut dibawah binaan Polres Mimika dan Binmas Noken.

"Nanti kita akan sumbangkan pupuk hasil buatan kita sendiri, sumbangkan ayam hasil produksi kita serta kasih bibit hasil pengembangan penelitian dari proyek ini. Dengan adanya pengembangan ini, harapan kami adalah masyarakat dapat meningkatkan kesejahterannya di kehidupan mereka," harapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top