Sekitar 600 Rumah Di Koperapoka Akan Menikmati Air Bersih

Dinamo yang digunakan untuk proses pengaliran air bersih ke rumah warga di wilayah Koperapoka
MIMIKA, BM
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan sebanyak 600 rumah di Kelurahan Koperapoka tahun ini sudah bisa menikmati program air bersih dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Mimika Suyani mengatakan, air bersih baru dialiri di wilayah Koperapoka dikarenakan perangkat wilayah tersebut sudah siap.
"Karena perangkatnya di sana sudah siap semua dan juga karena banyak air yang tidak jernih jadi Koperapoka yang duluan," Tutur Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Mimika Suyani saat ditemui di ruang kerjanya.
Sementara untuk mekanisme agar masyarakat bisa menikmati air bersih di daerah itu kata Suyani, masyarakat harus mendaftar dan dikenakan biaya sekitar Rp1,5 juta. Biaya itu sudah termasuk include dengan meteran dan pipa 10 meter.
Suyanu mengatakan, jika radius atau jarak penyambung melebihi 10 meter, maka dihitung lagi berapa meter yang dibutuhkan atau dikenakan biaya sisa.
"Sampai saat ini kami juga masih menerima pendaftaran apalagi ada masyarakat di komplek Koperapoka ingin menggunakan air bersih. Kami juga telah menyelesaikan reservoir atau tempat penampungan air bersih dan jaringan pipa untuk penyaluran ke rumah masyarakat. Instalasi tersebut sudah siap untuk digunakan," jelasnya.
Pembangunan reservoir dan penyaluran pipa ke rumah warga di Kelurahan Koperapoka dilakukan sejak tahun 2022. Selain di wilayah Koperapoka pihaknya juga menyelesaikan beberapa jaringan induk dengan total anggaran kurang lebih Rp14 miliar.
Lebih lanjut dikatakan air yang dipakai di wilayah Koperapoka menggunakan air bor dengan kedalaman 100 meter.
"Jadi kami belum bisa menggunakan mesin dari Kuala Kencana, karena masih dalam proses dan butuh biaya besar, sehingga kami menggunakan air bor yang sangat jernih," ujarnya.
Ia menambahkan, mesin di Kuala Kencana saat ini masih menggunakan diesel dengan bahan bakar solar, sehingga pihaknya berencana untuk menggunakan listrik agar tidak memakan biaya terlalu besar.
"Jadi saat ini masih pemeliharaan selama 6 bulan kedepan, sekitar Juli atau Agustus sudah bisa berjalan. Yang pasti tahun ini, tapi masih wilayah Koperapoka. Saat ini kami tinggal mengecek jangan sampai ada pipa yang bocor, istilahnya disempurnakan begitu,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















