Ibu-Ibu Tra Usah Khawatir, Stok Telur dan Daging Aman untuk Natal

Agustinus Mandang, Kabid Usaha Peternakan Disnak Mimika

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika menjamin ketersediaan telur, daging ayam dan daging sapi aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Natal 2020.

"Jelang natal untuk kebutuhan telur bagi masyarakat kami produksi di sini masih over. bahkan untuk untuk daging ayam dan daging sapi juga sangat cukup,"tutur Kepala Bidang Bina Usaha Peternakan pada Disnak, Agustinus Mandang saat di wawancarai di Hotel Horison Diana, Jumat (11/12)

Agustinus mengatakan, berdasarkan data yang ada dari 137 peternak di Mimika termasuk peternak binaan YPMAK, total produksi telur yang ada di Mimika ini jumlahnya 11 ton per hari.

"Memang beberapa bulan ini mereka (peternak telur) fokus pengiriman ke luar tetapi kebutuhan telur yang beredar khusus di Mimika masih banyak,"tutur Agustinus.

Walau produksi telur terbilang tinggi di Mimika dengan kisaran 11 ton perhari namun dalam kondisi tertentu bisa turun hingga 9 ton. Hal ini dipengaruhi umur produksi ternak ayam antara peternak yang satu berbeda dengan yang lain.

"Dari 137 peternak ini tidak semuanya aktif. Total populasi ayam ada 318 ribu ekor, itu sudah termasuk YJM, peternak mandiri, binaan Pemda Mimika dan binaan dari YPMAK,"katanya.

Untuk Provinsi Papua, Mimika dan Merauke merupakan daerah produksi telur hanya saja Kabupaten Merauke terkendala flu burung sehingga banyak peternak yang gulung tikar. Kondisi ini membuat peternak disini ada yang mengirim stok telur ke sana.

"Untuk Mimika pantauan kami di pasar dan toko itu masih tersedia. Waktu rapat dengan Hipukami sudah sepakat harga telur per rak dari kandang sebesar Rp55 ribu,"ujarnya.

Namun ketika kebutuhan telur di pasar sedang membludak maka ada yang menjualnya dengan harga Rp52 ribu dan Rp53 ribu. Dengan harga ini pedagang biasanya menjual dengan harga Rp60 ribu ke masyarakat.

"Kami tidak mau jangan sampai ada pedagang yang jual dengan harga Rp70 ribu karena itu menyusahkan masyarakat," tuturnya.

Lanjutnya, telur diproduksi di Timika oleh peternak namun daging ayam dan daging sapi masih didatangkan dari luar. Untuk daging ayam setiap bulannya sebanyak 300 ton.

Terkait kebutuhan daging ayam, Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) paling banyak hanya mampu memenuhi 10 persen.

Guna meningkatkan produksi daging ayam, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) mencoba menumbuhkan dan mengembangkan produksi peternak dengan menyiapkan Rumah Potong Unggas dan Bles frezzer. 

"Dari Januari sampai Februari itu sekitar 23 ton namun jumlah Ini masih jauh dengan 300 ton yang masuk per bulan. Jadi ayam beku untuk memenuhi kebutuhan kita selama ini didatangkan dari luar daerah. Dan kebutuhan untuk Natal nanti, semua aman dan tidak ada masalah. Masyarakat jangan khawatir dengan hal ini," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top