Menata Pasar, Disperindag Bongkar 150 Lapak Pedagang Pasar SP 2

Pembokaran lapak-lapak di Pasar Sp2

MIMIKA, BM

Pedagang Pasar SP2 hanya pasrah melihat lapaknya dibongkar untuk dilakukan penataan oleh Pemerintah Daerah melalui Tim Gabungan yang dipimpin Disperindag, Selasa (10/11).

Penataan Pasar SP2 sempat mendapat penolakan dari sejumlah pedagang, yang beralasan karena belum memiliki tempat untuk ditempati dan menyimpan barang-barang dagangan mereka.

Dengan komunikasi dan pendekatan persuasif yang baik oleh pegawai Disperindag, pedagang akhirnya bisa menerima dan berharap peran dari pemerintah untuk mempersiapkan lokasi atau tempat sementara bagi pedagang untuk melakukan aktivitas jual beli.

Pembongkaran lapakpun akhirnya dilakukan dengan menggunakan sebuah alat berat excavator.

Kepala Disperindag, Michael R. Gomar di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa penataan Pasar SP2 ini sesuai dengan hasil pendataan kepada pedagang pada minggu lalu.

"Jumlah lapak yang dibongkar itu mencapai kurang lebih 150-an," ungkapnya.

Untuk pelaksanaan penataan Pasar SP2 sendiri, kata Gomar, sudah disosialisasikan kepada para pedagang termasuk pedagang mama-mama papua yang berjualan dipinggir jalan.

Yang mana satu harapan dari mama-mama Papua bisa segera dilakukan penataan sehingga mereka bisa berjualan di bangunan Pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah.

"Dalam pembongkaran Pasar, yang namanya pro kontra itu ada diantara pedagang yang terima maupun yang tidak menerima penataan yang kita lakukan ini. Namun dengan komunikasi secara persuasif dan pendekatan mereka bisa menerima," katanya.

"Selain itu mereka juga berharap peran dari pemerintah untuk mempersiapkan sementara lokasi atau tempat untuk mereka melakukan aktivitas jual beli. Ini nanti akan dibicarakan karena mereka tidak menginginkan keluar dari lingkungan Pasar SP2," tambah Gomar.

Lanjutnya, terkait hal tersebut maka usai dilakukan penataan pasar, pedagang akan tetap diizinkan berjualan.

"Jadi mereka tidak dikeluarkan dari Pasar SP2, nanti selesai penataan Pasar mereka akan dibagikan tempat los untuk pembangunan lapak sementara untuk berjualan. Untuk lapak sementara itu mereka akan membangun secara swadaya,"ungkap Gomar.

Kemudian untuk tata tempat dan ukuran lapak sendiri, kata Gomar nanti akan disampaikan kepada para pedagang sehingga tidak menutupi bangunan mama-mama Papua yang sudah dibangun. Serta tidak menutupi lokasi parkiran yang sudah disiapkan.

"Kita juga belum bisa pastikan apakah bangunannya nanti sama persis dengan Pasar Sentral. Tapi nanti kita akan coba usulkan dianggaran tahun 2021. Tetapi yang paling utama kita akan kembali melihat status kepemilikan dari lokasi tanah SP2 ini,"katanya.

Ditambahkan, untuk ke depan nanti pengelolaan Pasar SP2 setelah ditata akan tetap dibawah pengawasan Disperindag.

"Supaya semua pedagang yang melakukan transaksi tetap terdata dengan baik dan sebagai data terakurat buat kami," tutup Gomar. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top