Budaya

Cara Sederhana Panglima TNI Menghargai dan Menghormati Budaya Masyarakat Papua

 

59 ekor babi yang dikemas dalam kotak tiba di Bandara Baru Mozes Kilangin, Kamis (26/11)

MIMIKA, BM

Panglima TNI Marsekal H Tjahjanto menunjukan rasa hormat, menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua.

Hal ditunjukannya dengan memberikan bantuan 59 ekor babi kepada masyarakat Papua sekaligus sebagai dukungan moril jelang momen perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

59 ekor babi ini didatangkan dari luar Papua di Bandara Baru Mozes Kilangin menggunakan Pesawat Hercules TNI AU A-1327, Kamis (26/11).

"59 ekor babi ini sebagian akan didistribusikan ke Wamena, Sugapa, Ilaga dan Puncak. Kemudian sisanya di Timika," ungkap Brigjen TNI Dadang, Rukhiyana S.E., M.Si, Aspotwil Kaskogabwilhan III.

Setelah didistribusikan ke daerah yang dimaksud, kata Dadang, tiap Kodim di wilayah disebutkan akan bertindak sebagai penyelenggara kegiatan bakar batu.

"Panglima TNI berharap penyelenggaraan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di seluruh Papua dapat berjalan dengan aman dan tertib. Ini juga sebagai bentuk apresiasi, menghormati dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua," katanya.

Bukan hanya itu, Panglima TNI dan rombongan serta Irwasum Kapolri, juga berencana ke Timika namun belum dapat dipastikan waktu tepatnya.

"Tanggalnya belum pasti tapi mungkin beberapa hari ke depan karena beliau saat ini masih sibuk di Jakarta. Beliau datang waktunya terbatas dan rencananya tidak menginap karena mungkin ada tugas-tugas lain yang harus diprioritaskan,"ucap Dadang.

Sesuai agenda, ketika melaksanakan lawatan ke Timika nanti, Panglima TNI beserta rombongan akan bertemu dengan tokoh masyarakat Papua dari beberapa wilayah. Selain itu panglima juga akan memberikan arahan kepada para pejabat militer yang ada di Papua. (Ignas)

Selain Cenderawasih, Papua Juga Punya Anjing Bernyanyi yang Hidup di Dataran Tinggi

Anjing jenis NGSD (Anjing Bernyanyi) yang hidup di area Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua (sumber foto : PTFI)

MIMIKA, BM

Universitas Cenderawasih (UNCEN) bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan New Guinea Highland Wild Dog Foundation (NGHWDF) telah merampungkan penelitian fase kedua terhadap New Guinea Singing Dog (NGSD) atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai anjing bernyanyi.

Anjing bernyanyi ditemukan di dataran tinggi Papua pada 2018 lalu dan sejak 2016 lalu penelitian pertama telah dilakukan oleh Universitas Negeri Papua (UNIPA) bersama NGHWDF pada tahun 2016.

Penelitian fase kedua dilakukan selama 1 bulan tepatnya pada Agustus 2018 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Pada 1 September 2020 lalu, hasil penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal internasional Amerika Serikat, yaitu Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS).
 
Penelitian fase kedua dilakukan untuk menganalisis hubungan genetik antara anjing bernyanyi dengan anjing liar lain yang hidup di dataran tinggi Papua (highland wild dog).

Selama 2 pekan memantau dengan perangkap berkamera (camera trap), tim peneliti berhasil merekam 18 ekor anjing bernyanyi.

Penelitian juga dilakukan dengan mengumpulkan sampel darah, kulit, dan rambut anjing untuk menganalisis ciri fisik, demografi, dan perilaku dari hewan tersebut.

Hasil penelitian menemukan bahwa anjing bernyanyi memiliki sejumlah kemiripan dengan anjing liar pegunungan Papua serta dengan dingo yang berhabitat di Australia.
 
Anjing bernyanyi dapat dikenali dengan rambut yang lebih tebal dan ukuran badan relatif lebih kecil dibandingkan anjing liar lainnya, yakni tinggi sekitar 45 cm untuk anjing jantan dan 37 cm untuk anjing betina, dengan panjang tubuh sekitar 65 cm untuk jantan dan 55 cm untuk betina.

Hewan ini hidup dalam kawanan kecil, dengan jumlah sekitar 2 hingga 3 ekor dalam satu kelompok. Hal lain yang juga membedakan anjing ini dengan anjing lainnya adalah caranya berkomunikasi yaitu bukan dengan menggonggong melainkan hanya melolong.


Salah satu jenis anjing bernyanyi yang sering berkeliatan di areal tambang PTFI (Sumber Foto : PTFI)

Lolongan unik yang menyentuh melodi rendah hingga tinggi inilah yang membuat masyarakat setempat menyebut hewan ini dengan nama anjing bernyanyi.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan guna memastikan banyak hal, termasuk mempertimbangkan secara ilmiah status perlindungannya, mengingat hewan ini perlu dijaga kelestariannya dan belum masuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi.
 
“UNCEN masih akan melanjutkan penelitian fase ketiga pada Mei 2021, mengingat masih ada banyak hal yang perlu kami dalami, seperti taksonomi, perkembangbiakan, kehidupan sosial, perannya dalam rantai makanan, dan hal lain yang bisa menjadi dasar ilmiah bagi penentuan status perlindungan anjing bernyanyi,” ujar Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo.

Situs penelitian tempatnya di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg milik PTFI di ketinggian 3.800 hingga 4.300 meter di atas permukaan laut.

Jauhnya lokasi dan berbagai keadaan geografis di lokasi penelitian menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh tim peneliti saat merampungkan penelitian ini.

"Salah satu tantangan terbesar kami dalam memaksimalkan penelitian ini adalah lokasi penelitian yang terpencil dengan medan perjalanan yang begitu ekstrem dan sulit ditempuh dengan kendaraan biasa. Untuk itu, kami bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia yang mendukung penelitian ini dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung dan transportasi, terutama untuk membantu kami mencapai medan yang begitu sulit ditempuh di area kerja PTFI,” lanjut Apolo.
 
Anjing bernyanyi dapat ditemukan di hampir seluruh area tambang Grasberg PTFI. Tak ayal, sejumlah karyawan yang bekerja di area Grasberg juga kerap menyaksikan keberadaan kawanan anjing ini dari jarak dekat.

"Anjing bernyanyi sama sekali tidak menyerang manusia. Sebaliknya, kawanan anjing ini beberapa kali ditemukan dapat hidup dan beraktivitas berdampingan dengan para karyawan kami yang bekerja di sekitar tambang terbuka,” ungkap General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PT Freeport Indonesia Pratita Puradyatmika.

Masyarakat setempat meyakini bahwa anjing bernyanyi adalah keturunan dari nenek moyang mereka. Kearifan lokal inilah yang turut membangun rasa tanggung jawab masyarakat dan PTFI untuk menjaga dan melindungi kelestarian satwa ini.

"Sudah menjadi komitmen PT Freeport Indonesia untuk melindungi mega biodiversitas Papua melalui berbagai upaya penelitian dan pelestarian lingkungan. Maka dari itu, selain dengan menjaga habitat dan populasi anjing bernyanyi di area kerja kami, PTFI juga senantiasa mendukung upaya berbagai pihak, termasuk Universitas Cenderawasih, untuk melakukan penelitian lanjutan demi tujuan konservasi,” tutup Pratita. (Ronald)

PARADE FOTO Ibadah Syukur Pelepasan Almarhum Bupati Yairus oleh Warga Nduga di Mimika

MIMIKA, BM

Masyarakat Nduga yang berdomisli di Kabupaten Mimika mengadakan ibadah syukur pelepasan almarhum Bupati Kabupaten Nduga Yairus Gwijangge, S.Sos, M.Si.

Ibadah ini dilakukan secara khusus oleh Jemaat Betesda Irigasi I, Distrik Wania, Jalan Suakarsa Irigasi 1 RT 33 pada Jumat (20/11).

Prosesi ini diawali dengan pelaksanaan adat bakar batu yang menghadirkan masyarakat dan tokoh-tokoh warga Nduga di Mimika.

Foto-Foto : Ignas BeritaMimika 

Masyarakat bahu membahu mempersiapkan daging untuk acara bakar batu

Para ibu turut membantu pemuda mengangkat batu yang sudah panas

 Pendeta Mathius Kalalembang memimpin ibadah syukuran

Pendeta Mathius Kalalembang menceritakan bagaimana kedekatannya bersama almarhum Bupati Nduga


Keluarga sekaligus Tokoh Masyarakat Nduga di Mimika, Paulus Gwijangge saat mengisahkan kisah hidup almarhum Bupati Nduga

Ibu Ika, majelis jemaat Betesda Irigasi I memimpin doa makan

Terlihat kaum pria sedang membagikan daging untuk diberikan kepada tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam ibadah syukuran

Pemuda dan anak-anak berlarian membagikan makanan hasil bakar batu

Mama-mama dan anak-anak menikmati hidangan bakar batu

Sejumlah masyarakat selalu menangis ketika melihat foto almarhum Bupati Nduga yang terpampang di spanduk

 

 

 

Top