Budaya

Awal Desember, Lemasko Dapat Kado Natal dan Tahun Baru

Foto bersama badan pengurus Lemasko usai menggelar jumpa pers

MIMIKA, BM

Di awal bulan Desember, Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendapatkan kado Natal dan Tahun Baru 2021 berupa putusan pengadilan yang memengangkan mereka atas persoalan hukum Kantor Lemasko yang berlokasi di KM 7, Distrik Wania.

Dengan keluarnya putusan tersebut maka tahun 2021 Lemasko akan menempati gedung baru tersebut setelah sebelumnya dipersoalkan secara hukum oleh salah satu kontraktor yakni Udin Refra.

Terkait masalah ini, ada tiga gugatan yang diajukan oleh kontraktor kepada Lemasko, LPMAK dan PT Freeport Indonesia.

Gugatan pertama nomor 60/Pdt.G/2020/PN Tim, tentang gedung Art Shop. Gugatan kedua nomor 61/Pdt.G/2020/PN Tim tentang Kantor Lemasko. Sementara gugatan nomor 62/Pdt.G/2020/PN Tim, tentang Tanah atau Lahan.

Wakil Ketua 2 Lemasko Dominikus Mitoro kepada wartawan saat jumpa pers di Hotel Serayu, Senin (7/12) mengatakan, 8 bulan lamanya mereka berjuang untuk meraih kemenangan ini.

"Kantor ini sebenarnya sudah selesai, rapat tanggal 13 juni 2019 sudah diputuskan di Makasar oleh anggota BPBM LPMAK waktu itu. Anggarannya juga sudah selesai, namun kontraktor Udin Refra mengajukan bahwa ini belum selesai dengan belum penyelesaian sekian miliar rupiah, padahal yang diajukan sesuatu yang belum dikerjakan," ungkap Dominikus.

Lanjut Dominikus, karena gugatan itu Lemasko merasa dilecehkan oleh kontraktor. Masalah inipun sampai dilaporkan ke Polda Papua namun kemudian dikembalikan ke Polres Mimika hingga akhirnya  ke pengadilan.

Dijelaskan, pengadilan telah tiga kali memanggil Lemasko. Panggilan pertama, Lemasko hadir namun penggugat tidak memiliki data yang lengkap. Bahkan panggilan kedua dan ketiga, penggugat tidak hadir di pengadilan.

"Pada panggilan keempat mereka menyatakan surat pernyataan pencabutan gugatan dan akhirnya kami mendapat surat penetapan dari pengadilan bahwa kantor ini milik Lemasko,"kata Dominikus.

Katanya, kantor baru ini bukan milik karyawan Lemasko tapi milik masyarakat dari Nakai sampai Warifi. Selama ini masyarakat bertanya kantor Lemasko sebenarnya ada dimana. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Lemasko mendapatkan Ashop dan kantor mereka.

"Walaupun kunci belum didapat tetapi kami nanti akan minta bantuan ke pihak kepolisian agar membantu supaya mendapatkan kuncinya kembali," ujarnya.

Wakil Ketua 4 mengatakan, sejak dibangunnya Kantor Lemasko ia ditunjuk sebagai ketua tim pembangunan. Dijelaskan, semua kewenangan pembangunan kantor diserahkan ke kontraktor hingga pembangunannya selesai.

"Saya sebagai ketua tim pembangunan saya punya tugas hanya dampingi saja. Pembangunan kantor dan pembayaran sudah selesai. Kantor Lemasko adalah milik orang Kamoro dan atas perjuangan yang dilakukan oleh ketua Lemasko dengan berbagai upaya, kerja keras hingga sampai sidang dan keputusan dari pengadilan sudah diberi hak atau kuasa kepada kami sehingga semua sudah selesai," ungkapnya.

Ketua Lemasko Gerry Okoare menjelaskan kontraktor menggugat kantor, art shop, dan lahan Lemasko namun tiga gugatan semuanya dicabut.

"Permasalahan ini selesai dan semuanya adalah hak Lemasko. Rencananya awal 2021 sekitar bulan Februaru kami akan menempati kantor baru, termasuk art shop. Sehingga ini jadi kado tahun baru. Sebelum menempati kantor baru kita akan adakan upacara adat," ungkapnya. (Shanty)

Sambut Natal, TNI dan Masyarakat Amungme Kamoro Gelar Tradisi Adat Bakar Batu Bersama


Masyarakat dan TNI melakukan bakar batu bersama dalam sembagat kebersamaan dan kekeluargaan

MIMIKA, BM

Bulan Desember merupakan bulan penuh kasih karena di bulan ini umat kristen di seluruh dunia merayakan kelahiran Isa Almasih yang dikenal dengan Hari Raya Natal.

Menyambut momen ini, TNI bersama masyarakat Amungme dan Kamoro melakukan bakar batu bersama di lokasi Kogabwilham III, SP5, Rabu (2/12) siang.

Sebanyak 35 ekor babi disediakan untuk bakar batu dalam acara kebersamaan yang mengusung tema "Selamat Memasuki Bulan Kasih Desember 2020 serta Bersama Kita Kuat Dalam Iman Pengharapan dan Kasih"

Dalam sambutannya, Dansatgas PAM Obvitnas TNI, Brigjen Stefanus Mahuri, menyampaikan selain sebagai prosesi adat, bakar batu dilakukan sebagai rasa kebersamaan dan kekeluargaan mengawali bulan kasih 2020 ini.

"Seperti kita ketahui acara bakar batu ini dilakukan oleh para leluhur yang memberi makna religius serta memiliki pesan kemenangan, ucapan syukur dan memiliki makna sebagai pesan perdamaian," ungkapnya.

Penyerahan bantuan hewan secara simbolis oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI, Bangun Nawoko kepada perwakilan suku Amungme dan Kamoro

Brigjen Stefanus mengatakan makna bakar batu yang dilaksanakan secara bersama merupakan gerbang menyongsong lahirnya Yesus Kristus yang diperingati melalui perayaan Natal.

"Artinya bakar batu dan perayaan Natal setiap tahun memiliki makna yang luar biasa dan memiliki relasi yang begitu dekat berupa pesan suka cita, damai pengharapan dan keselamatan," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan bakar batu ini merupakan gagasan dari Panglima TNI dan Kapolri yang didukung oleh Pangkogabwilham bersam masyarakat.

"Jadi harapan acara bakar batu yang dilakukan serentak ini memberi pesan damai buat kita semua. Oleh karena itu marilah kita sambut lahirnya Yesus dengan cinta kasih dan pengharapan," ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko, S. i. P,, M. T. R (Han), pimpinan TNI-Polri di Timika, perwakilan Pemerintah Daerah Mimika dan tamu undangan lainnya serta ratusan masyarakat dari suku Amungme dan Kamoro. (Ignas)

Berbagi Kasih Paket Sembako ke Kampung Keakwa, Dandim Mimika Dibuat Terpesona

Dandim Yoga Cahya Prasetya memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada sekretaris desa

MIMIKA, BM

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga dalam menyambut hari raya Natal 2020, TNI melalui Kodim 1710/Mimika kembali memberikan 600 paket sembako bagi warga di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah (7/12).

Bantuan diantar langsung oleh Dandim 1710 Mimika Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya bersama Danramil Kota, Kapten Inf Heru Teguh Ponco, Danramil Mapurujaya, Kapten Markus Helaha.

Kedatangan Dandim Yoga yang juga bersama isterinya Winda Sari Kartika dan rombongan ini disambut meriah oleh masyarakat Kampung Keakwa dengan tarian adat Suku Kamoro.

Antusias warga yang menyambut kedatangan rombongan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Dandim 1710/Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya.

"Saya sangat berterimakasih dan bersyukur atas sambutan ini. Apa yang bapak ibu tunjukan ini menjadi begitu berarti bagi saya sebab ini adalah hal yang luar biasa bagi kami semua," ujarnya.

Menurut Dandim Yoga, selain bantuan ia dan rombongan hadir di Kampung Keakwa tujuannya untuk melakukan tatap muka.

"Ini merupakan kesempatan saya pertama kali beserta rombongan keluarga besar Kodim ke sini bertepatan dengan momen bulan penuh kasih ini," ungkapnya.

Ia berharap agar kehadiran TNI semakin berarti dan lebih dekat dengan masyarakat sebagai wujud hidup bersama dan bersaudara.

"Kita semua adalah Indonesia, satu nusa dan satu bangsa. Penyambutan dari laut dengan benderah merah putih telah menunjukan arti semua ini. Kami berharap apa yang diberikan dapat membantu masyarakat di sini," harapnya.

Wakili masyarakat, Sekretaris Kampung Keakwa, Aloysius Mutiyaw engucapkan terimakasih atas berkat yang telah diberikan oleh TNI melalui Kodim 1710/Mimika.

"Hari ini adalah berkat buat kami, mewakili masyarakat kami sampaikan terimakasih atas perhatian Dandim dan rombongan kepada kami masyarakat Kampung Keakwa. Sebelumnya saya juga sampaikan bahwa pak Dandim adalah orang baru sehingga penyambutan harus dilakukan dengan meriah," ungkapnya diiringi tepuk tangan masyarakat dan rombongan TNI di Kampung Keakwa.(Ignas)

Top