Paroki Katedral Tiga Raja Juara Umum Pesparani II Mimika, Kokonao Dinilai Unik Dengan Ciri Khasnya

Ketua Dewan Juri Pesparani II Mimika, Ernest Mariyanto

MIMIKA, BM

Kontingen Paroki Katedral Tiga Raja keluar sebagai Juara Umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Katolik Kabupaten Mimika dengan perolehan lima champion.

Lima champion tersebut diperoleh dari mata lomba Mazmur Dewasa, Lomba Cerdas Cermat Remaja, Paduan Suara dewasa dan OMK Gregorian, Paduan Suara Campuran dan Tutur Kitab Suci.

Sementara itu, Paroki Santo Stefanus Sempan meraih dua champion yakni Lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak dan paduan suara anak.

Satu champion diraih oleh Paroki Emanuel Mapurujaya untuk champion Mazmur Anak, Bintang Laut Kokonao champion Mazmur Remaja dan paroki Santa Sisilia SP2 berhasil meraih champion Mazmur OMK.

Usai lomba hari kedua digelar kepada BeritaMimika di Gedung Tongkonan Jumat (17/11/2023), Ketua Dewan Juri Ernest Mariyanto mengatakan selama dua hari jalannya perlombaan para kontingen dinilai luar biasa.

"Paduan suara yang tampil malam ini menurut kami luar biasa. Dalam arti mereka punya suara dan usaha yang bagus, bisa menampilkan paduan seperti itu sangat bagus," tuturnya.

Ernest yang juga pernah menjadi juri pada Pesparani DKI Jakarta dan Pesparani Nasional III ini menyebut jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, Mimika jauh lebih baik.

"Potensi paduan suara disini luar biasa tinggal ditingkatkan lagi. Saran saya konsen pada liturgi, bahwa koor-koor yang pada malam ini tampil dan pemazmur harus tampil dalam perayaan liturgi. Mulai melayani liturgi," ucapnya.

Ia pun kagum dikarenakan baru pertama kali ini ada paroki yang memiliki koor anak yakni Paroki Sempan yang tampil bagus.

"Kalau saya melihat potensi ini, Mimika bisa untuk terus tampil ke kabupaten, provinsi lalu ke nasional tergantung pada pengolahannya nanti. Kalau melihat tampilan waktu Pesparani yang baru lalu, dia (Mimika-red) tidak jauh dari prestasi yang mereka capai, jadi kalau dipoles sedikit bisa setara," ungkap Ernest.

Kepada media ini ia mengaku terkesan dengan penampilan dari paroki Bintang Laut Kokonao.

"Yang berkesan justru dari Kokonao. Mereka tampil sangat unik dan asli. Meskipun sebagai paduan suara masih kurang tetapi suara mereka unik, itulah Papua," ujarnya dengan senyum.

Namun, Kokonao masih perlu untuk diolah sebagai paduan suara dan bukan menampilkan perorangan.

"Belum balance (seimbang-red) dan blending (menyatu-red). Yang mazmur juga bagus dari sana. Kalau tampil sendiri suara oke tapi ketika tampil bersama masing-masing orang menampilkan keunikannya jadi perpaduannya harus dipadu," pesannya. (Elfrida Sijabat)

Top