HUT Konsekrasi Katedral Tiga Raja ke-12, Pastor Amandus : Membangun Paroki Yang Mandiri

Puncak perayaan HUT ke XII ditandai pemotongan kue ulang tahun yang dihadiri juga oleh Kapolres Mimika
MIMIKA, BM
Umat Katolik akhirnya dapat kembali berkumpul memperingati HUT ke XII Konsekrasi Gereja Katedral Tiga Raja yang jatuh pada hari ini, Minggu 7 Oktober 2022.
Beberapa tahun sebelumnya tidak ada perayaan meriah karena dibatasi umat tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak akibat pandemi Covid 19.
Puncak perayaan HUT ke XII Konsekrasi Gereja Katedral Tiga Raja ini diawali dengan perayaan misa yang dipimpin langsung Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, RD. Amandus Rahadat, Pr.
Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, RD. Amandus Rahadat, Pr dalam khotbahnya yang diambil dari Injil Lukas mengatakan, Sudah 12 tahun umat Katedral berjalan bersama, bergandengan tangan dan melangkah seirama.
"Saya menjadi saksi atas semua ini. Kita melangkah bersama dalam mensukseskan misi visi dewan paroki setiap periode dan untuk periode sekarang adalah membangun paroki mandiri dengan fokus menghantar altar ini kepada umat dan kesehariannya. Sebaliknya, umat dan kesehariannya datang ke altar. Ini adalah visi misi dewan paroki saat ini," jelas RD Amandus.
Romo Amandus mengatakan, dalam proses yang sedang berlangsung ini ada begitu banyak pengalaman selama 12 tahun gereja ini di resmikan, mulai dari kelahiran, kematian, berhasil, gagal, sehat, sakit hingga yang suci dan berdosa.
"Semua itu ada dan terbentuk komunitas-komunitas di paroki katedral ini," Ujarnya.
Ia mengatakan, Injil hari ini bercerita tentang sepuluh orang kusta. Setiap orang memiliki kusta rohani di tubuh rohani dan hal ini tidak terlalu nampak.
RD Amandus menyampaikan bahwa kusta rohani sama seperti kusta di tubuh fisik manusia yang menakutkan dan membuat orang menjauh. Kusta rohani menggerogoti identitas sebagai orang katolik dan orang beriman di paroki katedral ini.
Dijelaskan, bahwa luka rohani itu seperti luka perceraian, luka perselingkuhan yang berbusuk dan berbau, luka korupsi yang merusakkan nama dan karir, luka pertengkaran dan permusuhan yang menyebabkan sesorang tidak dapat bergerak untuk bersosialisasi dengan orang lain karena bermusuhan. Itulah kusta rohani.
"Pengalaman perjalanan selama 12 tahun warga gereja yang bernaung di bawah sombar gereja katedral ini mengisahkan bahwa ada begitu banyak warga paroki ini yang tentu tidak sakit kusta. Tapi pastor tidak menutup mata bahwa ada juga warga paroki yang sudah terinfeksi menderita sakit kusta rohani," ungkapnya.
Maka di hari perayaan HUT 12 Konsekrasi Katedral ini, Romo Amandus menghimbau kepada umatnya yang sehat jasmani dan rohani agar terus menjaganya selalu sehat dan bebas dari kusta rohani hingga dapat merayakan pesta perak 25 tahun nanti.
Secara khsusus, kepada mereka yang telah terinfeksi kusta rohani, Romo Amandus mengatakan bahwa di momen 12 tahun Gereja Katedral Tiga Raja ini, gereja tidak meninggalkan kamu. Gereja selalu siap dan ada untuk merangkul engkau seperti Yesus yang hari ini merangkul 10 orang kusta dalam injil yang dibacakan.
"Maka himbauan pastor adalah bahwa harus sadar karena sakit kusta rohani membuat kalian malu ke gereja karena tidak bisa komuni dan lainnya atau rasa malu karena tidak percaya diri. Ambillah sebuah langkah menuju proses penyelesaian agar terbebas dari sakit kusta rohani," ungkapnya.
Dikatakan, Di paroki ini selama dua tahun terakhir ada 14 kasus perkawinan yang kandas dan kalau perkawinan yang kandas itu diibaratkan orang kusta maka ada 25 keluarga sudah sembuh dari kasus perkawinan.
Artinya, mereka sembuh dan mereka siap untuk memulai hidup perkawinan yang baru. Sebab, gereja punya solusi bagi mereka yang sakit kusta rohani namun ingin sembuh.
"Kapan engkau mau menerima Yesus, karena tidak ada bayaran untuk menemui Yesus. Jadi, sembuhlah dari sakit kusta rohani itu," ujarnya.
Sementara itu, sebelum pemberkatan dan perutusan, Ketua Panitia HUT XII Konsekrasi Gereja Katedral Tiga Raja, Aris Renyaan menjelaskan, di momen HUT tahun ini, diadakan sejumlah perlombaan antar umat untuk memeriahkannya.
"Ada 52 Kombas yang telah berlomba dengan berbagai mata lomba yang digelar panitia. Dan mereka sudah memperebutkan piala bergilir," kata Aris.
Ia menjelaskan, lomba yang dilaksanakan tahun ini adalah lomba kreatif, seperti isi pena dalam botol. Dan lomba yang memperebutkan piala bergilir, diantaranya lomba baca kitab suci, cerdas cermat Alkitab, paduan suara antar wilayah, mazmur dan lektor.
“Ada beberapa kategori lomba kita batasi usia, yakni lomba baca kitab suci, itu untuk anak-anak, remaja dan dewasa,”tutupnya.
Perayaan syukuran HUT ke XII Konsekrasi Gereja Katedral Tiga Raja ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilanjutkan dengan berbagai hiburan masyarakat serta penarikan undian berhadiah. (Shanty Sang)



