Uang di Malam Natal

Perayaan Malam Natal di Gereja Katedral Tiga Raja

MIMIKA, BM

Perayaan Natal Tahun 2021 merupakan perayaan natal kedua di masa pandemi Covid-19.

Berbeda dengan tahun lalu, perayaan natal tahun ini cukuplah meriah namun tetap dirayakan dalam kesederhanaan walau dihadiri oleh ribuan umat!

Mereka hadir dengan tetap patuh penggunaan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Karena pandemi pula, PGI dan KWI pada tahun ini memilih perayaan Natal dengan Tema 'Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan'

Gereja Katolik maupun Gereja Protestan mendorong umatnya agar lewat makna perayaan natal ini, semangat kemanusiaan, persaudaraan, solodaritas dan kesetiakawanan menjadi kunci utama umat dalam menghadapi pandemi.

Di Timika, khususnya di Gereja Katolik, Katedral Tiga Raja, perayaan Natal berlangsung dalam nuansa khidmat dan penuh kegembiraan.

Perayan malam Natal misa kedua pukul 20.00 Wit, dipimpin dua Pastor yakni Pastor Eduardus Sriyanto, Scj dan Pastor Paulus Driyan Suwandi.

Pada perayaan ini, Pastor Eduardus mengilustrasikan kehidupan manusia begitu berharga di mata Tuhan dengan menggunakan selembar uang kertas.

Ia mengambil selembar uang kertas Rp50 ribu kemudian meramas, membuatnya kotor dan kuyuh, melakukan peragaan seakan menginjak uang tersebut dan kemudian menunjukannya kepada umat.

"Apakah uang ini masih bernilai? Walau sudah terlihat layu dan kusut seperti ini. Apakah kita masih menginginkannya? tanya pastor yang kemudian dijawab umat dengan ungkapan masih menginginkannya.

Pastor Eduardus Sriyanto Scj kemudian mengatakan, seperti inilah contoh sederhana bagaimana manusia itu bernilai dihadapan Penciptanya.

"Uang yang sudah di remas, di injak bahkan di sobek ternyata masih bernilai apalagi hidup kita. Sama halnya, seberapa berat apapun dosamu, seberapa sering kamu jatuh dalam dosa, seberapa berat dosa yang kamu lakukan namun Tuhan akan tetap menyayangi dan mencintaimu. CintaNYA kepada kita bukan kaleng-kaleng," ungkapnya.

Lanjut Pastor Eduardus " Tuhan berkenan turun lahir ke dunia karena Tuhan sangat sayang, cinta dan kita semua sangat berharga di hadapan Tuhan. Mau berapa banyak dosa dan kesalahan kita, kita semua tetap berharga di hadapan Tuhan," Kata Pastor Eduardus.

Ia mengatakan, salah satu memon perayaan Natal yang dirayakan tiap tahun juga mengandung makna dan pesan yang mendalam bahwa Tuhan ingin menyampaikan kepada setiap pribadi bahwa "You Are The Special".

"Masing-masing dari kita itu berharga! Tuhan sangat mengasihi kita, tidak pandang apakah kamu kurus, gemuk, tinggi, pendek, pesek, mancung, rambut lurus, keriting dan lainnya. Tuhan tetap mengasihimu apa adanya," ujarnya.

Namun sayangnya, dalam kehidupan ini terkadang manusia satu membuat manusia lainnya seakan tidak berarti dan tidak berharga.

Mereka membuat celah kehidupan yang menyakitkan bahkan menghakimi kehidupan orang lain seakan tidak menyadari bahwa setiap orang berharga dan bernilai dimata Tuhan.

"Maka melalui momen perayaan natal ini, Tuhan mau mengatakan You're The Special. Yesus mengundang kita semua yang dikasihiNYA untuk memperoleh terang dariNYA untuk kehidupan ini," katanya.

Pastor mengatakan pada bacaan pertama malam Natal, telah disampaikan bahwa Tuhanlah cahaya hidupku, Tuhanlah terang hidupku. Tuhan menerangi kehidupan semua orang dan semua menerima berkatNYa.

Pastor meminta umatnya agar selalu meyakini bahwa ketika tiap orang berada dan berjalan bersama Tuhan dalam hidupnya, maka ia akan dipenuhi berkat dariNYA.

"Kelahiran Yesus merupakan kesukaan besar bagi umat manusia. Maka merayakan natal harus suka cita dan gembira. Tanda kekudusan dan suka cita sangat sederhana yaitu bila suami istri saling bercanda. Tapi jika kita muka murung atau sedih maka natal itu belum hadir di dirinya. Oleh sebab itu, jika natal sudah hadir di diri kita maka jangan bersungut-sungut tapi tersenyumlah," ungkapnya. (Shanty)

Top