Sumpah Pemuda, 9 Kontingen Pesparawi Tiba di Timika Hari Ini

Penyambutan Kontingen Kabupaten Dogiyai oleh Sekretaris Pesparawi XIII di Bandara Moses Kilangin, Kamis (28/10)
MIMIKA, BM
Sebanyak 9 kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII Se-Tanah Papua, pada momen Hari Sumpah Pemuda ini, Kamis (28/10), akan tiba di Bandara Moses Kilangin Timika.
Mereka adalah kontingen Lany Jaya, Nabire, Biak Numfor, Tolikara, Dogiayai, Mamberamo Tengah, Supriori dan Kepualauan Yapen.
Sesuai jadwal yang diterima BeritaMimika dari sekretariat Pesparawi XIII, kontingen Jayapura (65 orang), Mamberamo Tengah (88) dan Kepualayan Yapen (85) tiba pada pukul 11.00 WIT menggunakan maskapai Batik Air.
Pukul 12.00 WIT, menyusul kontingen Nabire (60) menggunakan Garuda dan Tolikara (100) dengan pesawat Hercules. Sementara pukul 14.00 WIT dan 14.30 WIT, giliran Supriori dan Lanny Jaya.
Sebelumnya pada Selasa kontingen Asmat dan Jayawijaya sudah duluan tiba di Timika. Sementara pada Rabu kemarin, Mamberamo Raya, Jayawijaya dan kloter pertama kontingen Supriori juga sudah tiba di Timika.
Dari antara 20 kabupaten kota yang menghadiri Pesparawi XIII di Timika, Kontingen lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Xlll asal Kabupaten Memberamo Raya perdana mengikuti ajang kerohanian ini.
Mereka datang dengan jumlah 101 orang dan mengikuti tiga mata lomba yakni paduan suara campuran, paduan suara wanita dan vokal grup dari 12 kategori mata lomba yang dilombakan.
Kedatangan mereka di Bandara Moses Kilangin kemarin, disambut Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII Kabupaten Mimika Johanes Rettob, yang diwakili Koordinator Bidang Acara dan Portokoler, Slamet Sutejo.
Usai acara penyambutan, rombongan diarahkan panitia menuju bus yang sudah disediakan di depan pintu kedatangan Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung bergerak menuju ke lokasi penginapan.
Ketua kontingen Ramses Asmuruf mengatakan bahwa Kabupaten Mamberamo Raya baru pertama kali ambil bagian menjadi peserta dalam lomba Pesparawi terakbar di tanah Papua.
"Kita baru pertama kali ikut Pesparawi XIII di kabupaten Mimika," kata Ramses yang juga Asisten lll Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Mamberamo Raya saat ditemui di Bandara Moses Kilangin.
Ramses mengatakan, Mamberamo Raya mengirimkan 101 orang terdiri dari penyanyi dan ofisial. Ia juga mengapresiasi penyambutan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara di Mimika.
"Terima kasih atas penyambutan yang sangat meriah, antusias dan luar biasa dalam rangka Pesparawi XIII ini," ujarnya.
Wabup John : Tidak Ada Kesuksesan yang Diraih Dengan Mudah, Butuh Perjuangan
Selain itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, pada Rabu (27/10) kemarin melepas Kontingen Pesparawi XIII Kabupaten Mimika guna mengikuti lomba Pesparawi di Timika yang akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober hingga 6 November 2021.
Sebelum kontingen dilepas, terlebih dahulu diadakan ibadah bersama dipimpin Pdt. Paul Maniagasi di Gedung MPCC.
Hadir dalam pelepasan kontingen Mimika, yakni Ketua LPPD Mimika, John Ade Matulessy, Kepala Kantor Agama, Hutlear Adrianus dan semua kontingen Pesparawi Kabupaten Mimika.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, kontingen Mimika tidak boleh lemah, harus semangat. Untuk mencapai kesuksesan pasti ada banyak rintangan karena tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah.
"Godaan itu iblis namun semua kembali ke kita. Tapi untuk menuju kesuksesan, mau meraih kemenangan, juara umum, harus nyanyi dengan benar. Karena Mimika harus juara Umum," harap Wabub John.
Ia menambahkan, kontingen Mimika harus bisa merebut piala juara umum yang dibuat oleh Mimika dengan harga yang dinilai cukup besar sehingga ia berharap kontingen Mimika mampu membuatnya tetap tinggal di Timika.
"Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terimakasih. Karena diantara ribuan warga di Kabupaten Mimika, kalian adalah orang-orang terpilih yang dipilih Tuhan untuk mewakili Mimika di Pesparawi XIII se Tanah Papua. Kalian adalah Duta Mimika dan harus menjadi champion serta juara umum," ungkapnya.
Ketua LPPD Mimika, John Ade Matulessy mengatakan, kontingen Mimika mengikuti 12 kategori lomba dengan jumlah peserta 300 orang, termasuk Official.
"Jumlah kontingen Mimika adalah yang terbanyak se Papua,"katanya.
Matulesi menambahkan, kontingen Mimika sudah berlatih sejak 2019 lalu. Namun sejak pandemi Covid-19, latihan ditunda hampir satu tahun.
"Kami baru kembali berlatih ditahun 2021. Kami turunkan pelatih untuk 12 kategori lomba, tidak saja pelatih lokal, tetapi juga pelatih nasional yang punya sertifikat dari Jakarta," tambah Ade.
Ade menegaskan, LPPD punya keinginan mendapat Juara Umum Pesparawi XIII se Tanah Papua, agar Mimika bisa mewakili Provinsi Papua di Pesparawi Tingkat Nasional di Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Mimika, Utlear Adrianus menambahkan, untuk memuliakan Tuhan harus keluar dari hati, jangan terpaksa. Dengan keterbatasan harus tetap iklas dan menikmati.
"Kabupaten Mimika harus bisa menjadi nomor satu. Lepaskan semua beban dan pribadi, sehingga di sini semua lepas dan penuh sukacita, untuk memuji Tuhan dan meraih kemenangan. Suara Anda seperti para malaikat di sorga yg memuji dan memuliakan Tuhan. Tetap tersenyum dalam keadaan apapun. Mohon Roh Kudus membimbing dan menaungi semua kontingen," tambah Utlear.
Utlear berpesan, menang, kalah, juara atau tidak itu biasa. Tetap semangat dan iklas kalau ingin meraih keuntungan dan keberhasilan.
Untuk diketahui, setelah kontingen dilepas oleh Pemerintah Daerah, mereka mulai menjalani masa karantina terhitung hari ini hingga selesai perlombaan nanti. (Etty/Marsel/Selvi/Yosefin/Misba/Humas Pesparawi XIII)



