Makna Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021, Mimika Harus Bersih dan Sehat


Peingatan Hari Lingkungan Hidup di Mimika dipusatkan di Ex Pasar Swadaya (foto bersama)

MIMIKA, BM


Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob berharap pada peringatan hari lingkungan hidup tahun ini dapat membawa perubahan bagi Mimika agar menjadi daerah yang bersih dan sehat.

Dikatakan, Mimika bersih merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa terkecuali, baik pemda, stekholder maupun masyarakat.

Wabup John mengatakan ini pada pembukaan Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Departemen Lingkungan PTFI yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Kegiatan dilangsungkan di halaman Eks Pasar Swaday yang ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob, Senior Manager Environmental Department of PTFI, Gesang Setyadi serta tamu undangan lainnya, pada Sabtu (5/6).

Dalam sambutannya Wabup John mengatakan, ekosistem merupakan tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan satu kesatuan utuh yang menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup.

"Dengan tema 'Restorasi Eksosistem' kita harap menjadi semangat dalam membuat langkah-langkah kita terutama di Kabupaten Mimika, secara khusus dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan yang meliputi restorasi dan rehabilitasi hutan dan kawasan guna mendukung upaya mengatasi krisis perubahan iklim,"tutur Wabup John.

Pengelolaan konservasi keanekaragaman hayati menurut Wabup John harus dilakuan secara berkelanjutan, karena merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional melalui kegiatan padat karya penanaman dan rehabilitasi mangrove dan restorasi gambut.

"Kegiatan restorasi ekosistem pada berbagai platform kebijakan operasional, implementasinya berperan sangat penting dalam penurunan emisi karbon maupun peningkatan stok karbon," ujarnya.


Wabup John Rettob saat melakukan penanaman pohon di Ex Pasar Swadaya

Lanjut Wabup, Indonesia berkepentingan dalam berbagai agenda perubahan iklim, karena kondisi geografis, klimatologis, demografis dan sosial ekonomi yang rentan dengan berbagai risiko dan kejadian alam berupa banjir, longsor, kekeringan, kenaikan permukaan air laut serta kebakaran hutan dan lainnya yang merugikan perekonomian lingkungan, kesehatan dan hidup masyarakat.

"Lingkungan yang sehat butuh keterlibatan semua pemangku kepentingan khususnya di tingkat lokal sehingga masyarakat berdaya dalam mengatur dan mengelola lahan tempat mereka dengan lebih baik," tuturnya.

Bersamaan dengan momen ini, Pemda Mimika juga mencanangkan agar secara bersama semua dapat menekan dan menurunkan angka malaria karena malaria merupakan kasus tertinggi di Papua.

"Kita terus bersinergi untuk tujuan wujudkan perilaku Mimika berseri, bersih, sehat, rindang dan indah menuju PON dan Pesparawi 2021," ajak Wabup John Rettob.

Sejarah hari lingkungan hidup sedunia berawal ketika PBB menggelar konferensi pertama tentang lingkungan hidup yang kemudian menghasilkan deklarasi stokhome pada tanggal 5 Juni 1972.

Semenjak saat itu setiap tanggal 5 Juni seluruh komponen masyarakat dunia bergandengan tangan dengan instansi pemerintah dan pelaku bisnis baik kecil maupun besar secara bersama menunjukkan partisipasinya dalam mengurai isu-isu lingkungan hidup.

Demikian hal ini dijelaskan oleh Senior Manager Environmental Department of PTFI, Gesang Setyadi tentang sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

"Berbagai pesan lingkungan telah disampaikan melalui peringatan hari lingkungan hidup setiap tahunnya yang saat ini sudah menginjak usia 49 tahun dan terus mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan," kata Gesang.


Penanaman pohon oleh PTFI diwakili oleh Manager Environmental Department of PTFI, Gesang Setyadi 

Pada perayaan tahun ini PTFI bekerjasama dengan Pemda Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan menggelar pencanangan penanaman 1000 pohon untuk Mimika.

Dijelaskan, PBB telah mencanangkan dekade restorasi ekosistem PBB 2021-2030. Hal ini dimaksudkan untuk memulihkan ekosistem yang terdekradasi dan hancur untuk mengurangi krisis iklim, mencegah hilangnya satu juta spesies dan meningkatkan ketahanan pangan pasokan air dan mata pencaharian.

"Kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan upaya PTFI untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan Mimika berseri, bersih, rindang, sehat dan indah menuju PON dan Pesparawi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, PTFI juga bekerjasama dengan DLH dalam mengingatkan masyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk poster.

"Walau dalam kondisi pandemi, beberapa kegiatan yang dilakukan PT Freeport Indonesia dalam memperingati hari lingkungan sedunia diantaranya adalah webinar lingkungan, lomba fasilitas bengkel ramah lingkungan, lomba foto dan video dengan tema ekosistem, lomba cerdas cermat lingkungan dan lomba 3R,"jelasnya.

Tujuan dilakukan kegiatan tersebut adalah untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai lingkungan, terutama sebagai bentuk komitmen komunitas PTFI untuk turut mengambil bagian dalam menjaga ekosistem yang ada di Kabupaten Mimika melalui aksi nyata.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan yang terus berkontribusi dalam upaya untuk pelestarian dan perlindungan lingkungan melalui program-program lingkungan yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

"Kegiatan akan ditutup di akhir bulan Juni dengan webinar lingkungan. Berbagai kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan kecintaan kita yang akhirnya memberikan dampak positif untuk lingkungan kita," jelasnya. (Shanty)

Top