Kementerian Agama di Mimika Ingatkan Gereja Lakukan Ini Saat Perayaan Natal

Utler Adrianus, Kepala Kemenag Mimika

MIMIKA, BM

Karena pandemi COVID-19 maka perayaan Natal 2020 bagi umat kristiani di Gereja-gereja di Mimika hanya diperbolehkan menampung 50 persen umat atau jemaat.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama nomor SE 23 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.

"Untuk perayaan natal sudah ada surat edarannya hanya 50 persen saja untuk meminimalisir resiko penularan covid-19 akibat kerumunan di rumah ibadat tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas. Selain itu, dilaksanakan sederhana dan tidak berlebihan dan disiarkan juga secara daring," jelas Kepala Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus saat diwawancarai, Selasa (15/12).

Utler mengatakan, bahwa dalam surat edaran tersebut ada kewajiban dari pengurus gereja dan juga umat yang harus dijalankan dan dipatuhi.

Adapun, kewajiban dari pengurus gereja adala wajib menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan, membersihkan ruangan gereja menggunakan desinfektan, membatasi pintu jalur keluar masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun serta handsanitaizer di pintu masuk dan keluar.

Lainnya, menyediakan alat pengukur suhu di pintu masuk dan apabila dalam 2 kali pemeriksaan suhunya 37,5 derajat celcius maka umat atau jemaat itu dilarang masuk. Selain itu menerapkan jaga jarak 1 meter dengan memberi tanda khusus di lantai atau kursi.

Kemudian, mengatur jumlah jemaat atau umat yang berkumpul, lalu mempersingkat waktu ibadah tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai natal. Menerapkan protokol kesehatan khusus bagi umat dari luar kota, harus menunjukkan hasil PCR atau rapid tes yang masih berlaku.

"Misalnya ada yang dari Jayapura ke sini harus maka harus tunjukkan hasil non reaktif baik rapid tes maupun PCR itu jika mau beribadah di gereja," kata Utler.

Sementara, kewajiban umat jika ingin mengikuti ibadah perayaan natal adalah harus dalam kondisi sehat, memakai masker sejak keluar rumah dan di area rumah ibadat, mencuci tangan, menghindari kontak fisik seperti bersalaman dan berpelukan.

Menghindari berdiam lama atau berkumpul di area rumah ibadah. Selesai ibadah langsung pulang. Anak-anak dan Lansia harus mengikuti ibadah secara virtual.

"Ini juga supaya kita terhindar dari pandemi yang akhir-akhir ini menjadi sebuan momok bagi kita tapi tidak perlu takut berlebihan karena akan membuat imunitas turun sehingga rentan tertular," ujarnya.

Ia juga mengusulkan dalam satu gereja dibuat penomoran yang ditempelkan di kursi dan di berikan ke umat yang hendak beribadah sehingga mereka tinggal menyesuaikan dengan nomor yang didapatkan.

"Bagi yang dapat nomor bisa masuk dan yang tidak dapat nomor ikut melalui virtual, sehingga mudah di kontrol terkait jarak duduk antar umat. Namun ini hanya usulan saja, tetapi pada prinsipnya menjaga protokol kesehatan," ungkapnya. (Shanty)

Top