800-900 Pedagang akan Direlokasi ke Pasar Sentral

Suasana pertemuan tim gabungan di Kantor Disperindag, Jumat (4/9)
MIMIKA, BM
Sekitar 800-900 pedagang termasuk mama-mama Papua yang selama ini berjualan di Pasar Gorong-Gorong dan eks Pasar Swadaya akan direlokasikan ke Pasar Sentral.
Putusan ini ditetapkan dalam rapat Tim Gabungan Penataan dan Penertiban Pasar Sentral, Pasar Rakyat dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Mimika Nomor 397 Tahun 2020.
Rapat tersebut dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Juliamus Sasarari yang bertempat di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Jumat (4/9).
Rapat ini turut dihadiri perwakilan DPRD Mimika, Herman dan Tanzil Azhari, Kapolsek Miru Kompol Sarraju dan beberapa perwakilan TNI serta instansi yang tergabung dalam tim gabungan.
Disebutkan, para pedagang mulai melakukan relokasi secara mandiri ke Pasar Sentral setelah tim gabungan melakukan sosialisasi yang dimulai pada, Selasa (8/9) mendatang.
Sosialisasi akan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Tim juga diminta mendengarkan saran dan masukan dari pedagang.
Kepala Diseperindag Michael R. Go Marani, kepada BeritaMimika usai pertemuan mengatakan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakulan tim adalah melakukan identifikasi masalah pada pedagang dari dua pasar ini.
"Kami akan mencari tahu apa penyebab para pedagang enggan kembali berjualan di Pasar Sentral. Kami akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu bersama Disperindag dan Satpol PP pada Selasa nanti,” jelas Michael.
Gomar menegaskan, jika ingin menjadikan Pasar Sentral Timika sebagai pusat perbelanjaan maka para pedagang dari dua pasar termasuk yang masih berjualan di bahu jalan harus disentralkan.
Menurutnya, infrastruktur di Pasar Sentral sangat memadai untuk menampung para pedagang dari dua pasar ini. Bahkan lapak untuk penjual ikan dan bumbu-bumbu dapur sudah disiapkan.
"Nomor sudah ada tinggal mereka masuk dan berjualan saja," ujarnya.
Ditegaskan, jika masih ada pedagang yang tidak mengindahkan arahan dari tim gabungan, maka tim akan terus melakukan pendekatan persuasif sampai pedagang mau dipindahkan.
Tim ini juga akan membentuk posko untuk pengawasan dan penjagaan selama empat bulan ke depan agar pedagang tidak lagi kembali berjualan di Pasar Gorong-gorong dan Pasar Lama.
Para pemilik toko yang ada di sepanjang jalan di Pasar Lama juga akan diberikan ketegasan untuk tidak boleh menyewakan terasnya kepada pedagang.
"Karena ini alasan utama para pedagang tetap bertahan karena mereka mendapatkan tempat, sekalipun tempat yang mereka gunakan itu sewaan. Toko-toko disepanjang itu juga akan diperiksa kelengkapan dokumen izinnya oleh dinas teknis,” tegas Go Marani.
Dalam rapat ini, anggota DPRD Mimika, Herman Gafur mengaku sangat mendukung langkah Pemda Mimika untuk menata Pasar Sentral dan merelokasi para pedagang yang masih berjualan di luar Pasar Sentral.
Ia juga mengatakan pendeatan secara persuasif dan humanis juga merupakan langka tepat agar pedagang mau dipindahkan.
Dalam pelaksanaan penataan ini, DPRD Mimika akan tetap melakukan monitoring. Mereka akan memastikan pendekatan humanis tetap dikedepankan.
“Kita pastikan harus relokasi. Kita tertibkan tetapi kita harus memastikan bahwa mereka ini mendapatkan tempat-tempat yang layak untuk bertahan hidup di Pasar Sentral nanti,” ungkapnya. (Shanty)



