Bagian Kesra Edukasi Anak dan Remaja di Mimika Cegah Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau dan Kepala Bagian Kesra Natalia Nimpa juga narasumber foto bersama peserta

MIMIKA, BM

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi tentang bahaya psikotropika dan pencegahan HIV/AIDS bagi anak dan remaja.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Kamis (30/7/2026) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau dalam sambutannya menyampaikan, anak dan remaja merupakan aset yang paling berharga bagi masa depan daerah, bangsa, dan negara. Masa depan Kabupaten Mimika sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.

"Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan terbebas dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka," kata Fransiskus.

Katanya, penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta penyebaran HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius dan membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan terlarang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan seseorang, memutus pendidikan, merusak hubungan keluarga, bahkan dapat menimbulkan berbagai tindak kriminal.

Demikian pula dengan HIV/AIDS yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman, informasi yang keliru, serta perilaku hidup yang berisiko dapat meningkatkan potensi penyebaran penyakit tersebut, khususnya di kalangan usia muda.

"Ingatlah bahwa masa depan Kabupaten Mimika berada di tangan generasi muda. Jadilah, generasi yang sehat, cerdas, berkarskter, berintegritas serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Benni Pagita dalam laporannya mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai jenis psikotropika, cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS, serta dampak negatifnya terhadap fisik, mental, dan sosial.

Mencegah, menekan hingga meniadakan kasus infeksi baru HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik tidak steril dan perilaku berisiko lainnya.

Tujuan lainnya ialah, membangun kesadaran diri dengan pemahaman agar mereka mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk menjauhi narkoba.

"Menghilangkan stigma negatif atau diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sehingga mereka mendapatkan dukungan sosial yang layak. Dan mendorong rehabilitasi bagi korban yang menyalahgunakan psikotropika," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top