Tiga Dampak Positif Penerapan PSDD di Mimika

Kondisi terakhir PSDD di Jalan Budi Utomo, Jumat (4/6) 

MIMIKA, BM

Ada tiga hal utama yang sangat berdampak positif terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) selama 14 hari di Mimika.

Pertama adalah penjaringan kasus Covid-19 di Mimika meningkat. Dalam masa PSDD 2.410 warga dikenakan tes rapid, dari jumlah ini 218 orang atau 9 persen positif rapid atau antibodi. Dan ternyata ditemukan 18 orang positif real time PCR atau sweb tes.

Kedua, warga Mimika merupakan masyarakat yang patuh terhadap instruksi pemerintah. Walau masih ada yang berkeliaran di atas jam pelaksanaan PSDD namun jumlah ini sangatlah kecil jika dibandingkan dengan populasi warga Timika saat ini.

Sementara hal ketiga yang paling berdampak adalah menurunnya angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Hal ini juga diakui Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata. Bahkan menurutnya, PSDD yang dilaksanakan sejak 21 Mei hingga 4 Juni, angka krimnalitas dan lakalantas mengalami penurunan yang sangat drastis.

"Hal utama yang bisa dipetik dari PSDD adalah masyarakat Mimika menjadi patuh. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat karena terbukti angka lakalantas menurun sampai 75 persen, demikian pun dengan kejahatan sangat jauh menurun sampai 50 persen. Ini membuktikan bahwa Mimika punya kekuatan utama yaitu masyarakatnya bisa patuh terhadap kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," ungkap AKBP Era Adhinata.

Ia secara khsusus meminta masyarakat Mimika agar tetap mematuhi apa yang selama ini diinstruksikan oleh pemerintah daerah karena itu demi kebaikan bersama.

Selain itu ia juga berharap masyarakat selalu patuh pada protokol kesehatan dengan  menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun.

Kapolres mengatakan Mimika sejak malam ini mulai memberlakukan kebijakan Pra New Normal. Menurutnya ada beberapa hal yang dilonggarkan namun bukan berarti warga Mimika boleh seenaknya berkeliaran.

Kapolres mengatakan instansinya mendukung penuh setuap kebijakan yang ditempuh pemerintah daerah dalam meminimalisasi penyebarluasan wabah pandemi Covid-19.

“Semua pihak harus terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar benar-benar siap memasuki era baru kehidupan normal pasca wabah ini. Selama 14 hari ini kita akan uji coba, apakah masyarakat Mimika benar-benar patuh dan menerapkan protokol kesehatan atau tidak. Kalau tidak patuh dan tidak menerapkan protokol kesehatan bisa saja kita kembali berlakukan PSDD," ungkapnya.

Dijelaskan, warga Mimika diperbolehkan melakukan aktifitas mulai pukul 06.00 Wit hingga 19.00 Wit. Setelah itu warga tidak boleh beraktifitas dan diharapkan selalu di rumah.

"Pada jam-jam itu memang sangat rawan akan penularan Covi-19 karena kondisi suhu yang mulai dingin tanpa ada sinar matahari.

Aparat TNI dan Polri dibantu oleh sejumlah instansi akan melakukan pengamanan dan patroli serta razia di jalan-jalan utama di Kota Timika untuk mencegah warga berkeliaran di luar rumah,” tegasnya.

"Soal kesehatan dan lain-lain itu merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing orang. Pemerintah dan aparat hanya bisa mengimbau, semua berpulang kepada pribadi masing-masing orang. Untuk tidak terpapar COVID-19, semua orang harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan," himbaunya. (Ronald)

Top