Sekolah Tatap Muka Sepekan Hanya Tiga Kali Belajar

Kadis Pendidikan Mimika, Jenny O Usmani
MIMIKA, BM
Dinas Pendidikan Mimika menerapkan sistem shift dalam mengatur pembagian jumlah siswa untuk penerapan pembelajaran tatap muka. Nantinya di kelas akan dibagi menjadi dua hingga tiga shift dan belajar tatap muka hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany saat ditemui Senin (23/8) menegaskan hal ini. Menurutnya pembelajaran tatap muka dilakukan, diawali dengan pertemuan bersama para kepala sekolah guna terkait pengetatan protokol kesehatan.
Protokol kesehatan yang wajib disiapkan sekolah diantaranya penyediaan tempat khusus cuci tangan lengkap dengan sabun. Selain itu jumlah siswa diatur hanya 25 persen dan dalam ruangan kelas harus berjarak.
"Iya sudah bisa belajar tatap muka untuk semua sekolah tapi untuk TK itu hanya TK besar saja dan hanya bisa 25 persen. Nantinya akan dibagi 3 shift," tutur Jenny.
Dengan demikian maka satu siswa dalam seminggu hanya tiga kali masuk kelas dengan durasi waktu belajar hanya 120 menit pembelajaran.
Sementara pelajaran apa yang nantinya di berikan dalam durasi tersebut, sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah untuk menentukannya.
"Jadi jam 8-10 shift pertama, jam 10-12 shift kedua. Kalau memang ada tiga shift berarti bisa lanjut tetapi tergantung jumlah siswa juga," ujarnya.
Walau penerapan pembelajaran tatap muka dimulai pada 30 Agustus 2021 nanti namun ada sebagian sekolah yang telah memulainya.
"Tidak semua orang tua setuju tatap muka dan jika ada orang tua yang tidak setuju maka pihak sekolah harus melayani daring. Kepala sekolah juga harus buat surat pernyataan bahwa orang tua yang setuju untuk memenuhi semua persyaratannya," ungkapnya. (Shanty)



